Mengubah Takdir : Dendam Sang Mafia

Mengubah Takdir : Dendam Sang Mafia
Mandi tiga kali


__ADS_3

" Apa kabar dad? Mommy bagaimana sudah sehatkan?" Tanya Alicia mengulangi perkataanya karena daddynya Arnold yang bernama tuan Lee diam tanpa mengucapkan kata - kata.


" Di depan istriku dan putraku panggil aku daddy tapi jika kita berdua panggil aku tuan Lee." Ucap tuan Lee dan tanpa sengaja tuan Lee melihat tanda merah di leher Alicia membuat tuan Lee menghembuskan nafasnya dengan kasar.


" Maaf tuan Lee." Ucap Alicia sambil menundukkan kepalanya.


" Kemarin pagi kamu mengatakan jika bisa membebaskan pria itu kamu bersedia untuk aku hukum, apakah kamu bersedia menggantikannya?" Tanya tuan Lee mengulangi perkataan Alicia.


" Seperti yang aku katakan kemarin aku bersedia menggantikan hukumannya." Ucap Alicia sambil menatap tuan Lee.


" Kebetulan tempat ini sangat sepi dan kamu ada keberanian untuk datang ke tempat ini." Ucap tuan Lee


" Karena aku percaya dengan tuan Lee  makanya aku berani datang ke tempat ini." Ucap Alicia


" Apakah kamu tidak takut jika aku mencelakai mu bahkan membunuhmu?" Tanya tuan Lee.


" Tidak." Jawab Alicia singkat dan jelas tanpa ada keraguan.


" Kalau begitu aku ingin kamu mati di tempat ini." Ucap tuan Lee sambil mengeluarkan pistolnya dan diarahkan ke kening Alicia.


" JIka aku tidak menggantikannya berarti office boy akan mati di tembak oleh tuan Lee, apakah benar begitu tuan Lee?" Tanya Alicia.


" Betul sekali" Jawab tuan Lee dengan nada santai.


" Office boy itu sudah meminta maaf dan dia tidak sengaja melakukannya kenapa harus di hukum mati?" Tanya Alicia dengan nada bingung.


" Apa yang tidak aku suka maka orang itu harus mati, apa permintaan terakhirmu?" Tanya tuan Lee yang merasa terkejut Alicia tidak takut sama sekali.


" Kalau memang takdirku mati di tempat ini aku hanya minta tolong berikan satu perawat untuk menjaga nenekku, tenang saja aku mempunyai tabunganku gunakan seluruh tabunganku untuk merawat nenekku." Ucap Alicia sambil membuka tas untuk mengambil dompetnya kemudian mengeluarkan kartu debitnya.


" Uangku sangat banyak dan aku akan penuhi keinginanmu." Ucap tuan Lee yang menilai pemberian kartu debit .


" Terima kasih sudah merawat nenekku, sekarang tembaklah." Ucap Alicia pasrah sambil memejamkan matanya dan ke dua tangannya di angkat ke arah samping.


Entah kenapa tangan tuan Lee  gemetar ketika menarik pelatuknya antara menembak Alicia atau tidak.

__ADS_1


dor


" Akhhhhh..." Teriak Alicia ketika mendengar suara letusan pistol.


Alicia merasakan tubuhnya baik - baik saja dan tidak merasakan sakit sedikitpun membuat Alicia membuka matanya dan melihat tuan Lee sedang menatapnya.


" Aku ganti hukumanmu." Ucap tuan Lee yang mengerti arti tatapan Alicia.


" Apa hukumannya?" Tanya Alicia.


" Jangan pernah ada niat untuk menyakiti putraku jika aku tahu maka bukan kamu saja yang mati, nenekmu juga akan mati." Ucap tuan Lee.


" Tenang saja tuan Lee aku tidak akan pernah menyakiti kak Arnold putra tuan Lee." Ucap Alicia


" Aku tidak percaya dengan mulut karena mulut bisa berdusta dan yang ke dua jangan pernah ada keinginan untuk menjadi menantuku karena sampai kapanpun aku tidak akan setuju." Ucap tuan Lee sambil memandang Alicia agar bisa membaca raut wajahnya.


Deg


Jantung Alicia berdetak kencang tapi berusaha untuk bersikap untuk tenang.


" Tuan Lee tenang saja aku akan pergi dari kehidupan kak Arnold ketika aku melihat kak Arnold sudah menemukan kekasih dan menikah dengannya." Ucap Alicia sambil tersenyum dengan hambar.


" Baik, jaga kesehatan tuan." Ucap Alicia sambil berjalan meninggalkan tuan Lee sambil menahan rasa sesak di hatinya.


Alicia menaiki mobil milik Arnold yang sengaja ditinggalkan di apartemennya agar Alicia bisa memakainya, dalam perjalanan Alicia mengeluarkan air matanya agar rasa sesak di hatinya berkurang hingga dua puluh lima menit kemudian Alicia sudah sampai di apartemen.


Alicia langsung memarkirkan mobilnya kemudian turun dari mobil dan berjalan ke arah apartemen. Alicia menekan pin apartemen kemudian masuk ke dalam apartemen dan berjalan ke arah kamar mandi sambil melepaskan seluruh pakaiannya hingga tubuhnya polos tanpa sehelai benangpun.


" Hiks... Hiks... Apakah aku memang tidak boleh bahagia?" Tanya Alicia sambil terisak dengan air shower yang membasahi tubuhnya.


" Daddy, ibu tiriku dan adik tiriku membenciku dan kini di tambah dengan tuan Lee, kenapa semua orang membenciku hiks.... hiks.. Ibu aku sangat lelah bu.. Aku ingin ikut ibu,,, Kenapa ibu secepat itu meninggalkan aku.." Ucap Alicia sambil masih terisak.


Alicia menangis dan menangis hingga tubuhnya di peluk oleh seseorang dari belakang membuat Alicia mendongak ke atas.


" Kak Arnold." Panggil Alicia tersenyum.

__ADS_1


" Kamu menangis?" Tanya Arnold sambil mematikan air shower.


" Iya, aku menangis karena tiba - tiba teringat dengan ibuku." Ucap Alicia.


" Ssttt sudah jangan menangis, katanya hari ini kita mau pergi." Ucap Arnold sambil menahan hasratnya kembali karena melihat tubuh polos Alicia.


" Kak Arnold." Panggil Alicia ketika bokongnya terasa ada yang menusuk - nusuknya.


" Pakai handuk dan pakai bajumu aku akan menunggumu di luar." Ucap Arnold sambil melepaskan pelukannya dan pergi meninggalkan Alicia sendiri di kamar mandi menuju ke kamarnya.


" Si*l kenapa setiap melihat Alicia tubuhku bereaksi tapi kenapa dengan wanita lain sama sekali tidak berpengaruh sedikitpun." Gerutu Arnold sambil menyalakan shower dan mandi dengan air dingin.


" Masa hari ini aku mandi tiga kali, pertama di rumah sakit dan ke dua di apartemen ini bisa - bisa aku masuk angin." Gerutu Arnold.


Arnold melepaskan pakaiannya satu demi satu hingga tubuhnya polos tanpa sehelai benangpun kemudian Arnold melanjutkan mandi air dingin agar tombak pusaka nya bisa tertidur dengan tenang. Lima belas menit kemudian Arnold sudah selesai mandi dengan tubuh segar dan memakai pakaian santai. Arnold keluar dari kamarnya bersamaan Alicia juga keluar dari kamarnya dengan tubuh segar.


" Kita berangkat sekarang." Ucap Arnold.


" Ok." Jawab Alicia singkat.


Mereka berdua keluar dari apartemen tersebut menuju ke mansion di mana ayah kandung Alicia tinggal bersama istri dan adik tirinya yang bernama Anabel. Dua belas menit kemudian mereka sudah sampai dan di sambut baik oleh para bodyguard membuat Alicia bingung sedangkan Arnold sudah tahu kenapa mereka berubah.


" Silahkan masuk tuan dan nona." Ucap bodyguard sambil membuka pintu utama.


" Terima kasih paman." Jawab Alicia.


Arnold hanya diam tanpa mengeluarkan suara dan datar berbeda dengan Alicia , mereka di sambut oleh kepala pelayan dan mengantarnya ke ruang keluarga dimana semuanya sudah berkumpul sambil berdiri dan tersenyum dengan palsu. Arnold tahu mereka hanya tersenyum palsu karena Arnold tahu akan kebusukan mereka bertiga ketika Arnold melihat di masa depan.


" Kak Arnold, apa kabar duduk di sini." Ucap Anabel sambil mendekati Arnold dan bersiap ingin mendorong tubuh Alicia.


xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx


Apakah yang dilakukan Arnold ketika mengetahui apa keinginan keluarga Alicia menuruti atau menolaknya? Bagaimana dengan Anabel dalam merayu Arnold apakah berhasil? Apakah niat untuk mendorong Alicia juga berhasil dan apa yang dilakukan Arnold menolong Alicia atau membiarkan Anabel semena - mena terhadap Alicia.


Ikuti kisahnya di bab selanjutnya, terima kasih.

__ADS_1


Ayo donk vote, like, komentar dan hadiahnya biar author semangat menulisnya.


Terima kasih atas vote, like, komentar dan hadiahnya


__ADS_2