Mengubah Takdir : Dendam Sang Mafia

Mengubah Takdir : Dendam Sang Mafia
Dua Permintaan


__ADS_3

" Bukan satu tapi dua permintaan, bolehkah?" Tanya Alicia penuh harap.


" Apa permintaanmu?" Tanya Arnold penasaran.


"Yang pertama aku ingin belajar ilmu bela diri selain melindungi diriku sendiri dan juga bisa membantu orang yang tertindas." Ucap Alicia.


" Kebetulan aku bisa menguasai ilmu bela diri jadi kamu bisa belajar dengan diriku." Ucap Arnold.


" Kapan mulai belajarnya kak dan di mana kita belajar ilmu bela diri?" Tanya Alicia sambil tersenyum bahagia.


" Setiap sabtu dan minggu bertempat di apartemen yang kamu tinggalin." Ucap Arnold.


grep


Alicia refleks memeluk Arnold karena bahagia sedangkan tubuh Arnold membeku mendapat pelukan mendadak terlebih jantungnya berdetak sangat kencang membuat Arnold mendorong tubuh Alicia.


" Permintaan ke dua?" Tanya Arnold sambil menatap ke arah danau


" Maaf." Ucap Alicia dengan wajah kecewa tapi Alicia hanya  tersenyum agar tidak terlihat wajah kecewanya.


" Apa permintaan ke dua?" Tanya Arnold mengulangi perkataannya dengan nada dingin dan wajah datar tanpa memperdulikan ucapan Alicia.


" Permintaan ke dua jika suatu saat kak Arnold menemukan seorang pendamping hidup dan akan menikah maka aku mohon dengan amat sangat tolong katakan padaku." Mohon Alicia.


" Kenapa aku mesti bilang padamu?" Tanya Arnold sambil menaikkan salah satu alisnya.


" Karena aku tidak ingin menjadi duri dan bisa membuat kekasih kak Arnold salam paham denganku." Ucap Alicia.


" Baiklah aku akan katakan padamu jika kami memang ditakdirkan untuk bersama dan menikah dengannya." Ucap Arnold sambil melirik sekilas ke arah Alicia.


" Terima kasih kak." Jawab Alicia sambil tersenyum walau hatinya terasa sakit ketika mengatakannya.


" Kenapa terima kasih? Oh iya apa rencanamu setelah aku menikah?" Tanya Arnold penasaran.


" Karena kakak akan mengatakannya jika saatnya itu tiba dan mengenai apa rencanaku aku akan pergi dari kehidupan kakak dengan tidak menempati apartemen milik kakak." Ucap Alicia.


" Aku mengatakan terima kasih karena suatu saat kak Arnold akan mengatakan padaku kapan menikah sedangkan rencanaku setelah kak Arnold menikah aku akan pergi dari kehidupan kak Arnold." Ucap Alicia.


" Pergi kemana?" Tanya Arnold kepo.


" Pergi ke ....." Ucapan Alicia terpotong oleh bunyi suara bel.


" Kita masuk kelas lagi kak." Ucap Alicia sambil berdiri.


" Ok." Jawab Arnold singkat sambil ikut berdiri.


" Oh ya hari sabtu sore aku ada acara reuni SMA jadi sabtu siang aku akan menjemputmu untuk pergi ke salon dan butik di tempat biasanya." Ucap Arnold sambil berjalan di samping Alicia.


" Ok." Jawab Alicia singkat.


Merekapun berjalan dengan santai sambil mengobrol dan tidak berapa lama mereka sudah sampai di ruangannya dan mengikuti pelajaran ke dua hingga tidak terasa waktu berlalu dengan cepatnya hingga tidak terasa mereka sudah selesai mengikuti mata pelajaran. Semua mahasiswa dan mahasiswi sebagian berjalan menuju ke arah parkiran dan sebagian naik ojek online menuju ke rumah masing - masing.


" Aku ke rumah sakit mau menginap di rumah sakit menemani nenekku." Ucap Alicia sambil berjalan menuju ke arah parkiran mobil.


" Aku juga mau menginap di rumah sakit menemaniku mommyku." Ucap Arnold.

__ADS_1


" Mommy kak Arnold sakit apa?" Tanya Alicia


" Mommy mengalami kecelakaan mobilnya di tabrak oleh seseorang." Jawab Arnold sambil membuka pintu mobil samping pengemudi,


" Tapi mommy kak Arnold baik - baik saja kan?" Tanya Alicia sambil masuk ke  dalam mobil.


" Baik - baik saja, kami sangat bersyukur ada seorang gadis yang menyumbangkan darah untuk mommyku jika tidak...." Ucap Arnold menggantungkan kalimatnya.


" Sssttttt... Jangan ngomong seperti itu." Ucap Alicia.


Arnold hanya diam sambil memutari mobilnya dan masuk ke dalam mobil dan mengendarai mobil dengan kecepatan sedang menuju ke rumah sakit. Dua puluh menit kemudian mereka sudah sampai di rumah sakit dan mereka berdua turun dari mobil kemudian berjalan menuju ke arah lobby.


" Boleh aku menengok mommynya kak Arnold?" Tanya Alicia


" Boleh." Jawab Arnold singkat.


Alicia hanya tersenyum dan merekapun berjalan ke ruang perawatan menuju ke ruang perawatan di mana mommy Arnold berbaring di ranjang.


Ceklek


Arnold membuka pintu ruang perawatan VVIP dan Alicia masuk ke dalam ruang perawatan dengan diikuti oleh Arnold, Alicia menghentikan langkahnya sambil membulatkan matanya sempurna karena melihat wanita yang di tolong nya dengan menyumbangkan darah dan juga melihat seorang pria yang tadi sore ditemuinya sambil menatapnya dengan tajam.


" Alicia, kenalkan ini ke dua orang tuaku." Ucap Arnold memperkenalkan ke dua orang tuanya.


" Selamat malam tante." Sapa Alicia sambil berjalan mendekati mommynya Arnold kemudian mengulurkan tangannya ke tangan mommynya Arnold.


" Malam sayang." Ucap mommynya Arnold sambil membalas uluran tangan Alicia kemudian Alicia mengecup punggung tangannya.


" Malam om." Sapa Alicia sambil berjalan mendekati daddynya Arnold kemudian mengulurkan tangannya ke tangan daddynya Arnold.


" Apa ada yang sakit tante ?" Tanya Alicia.


" Badan mommy terasa sangat pegal." Jawab mommynya Arnold.


" Boleh aku pijat tante?" Tanya Alicia sambil tersenyum.


" Boleh sayang, oh ya panggil mommy saja sama seperti Arnold." Ucap mommynya Arnold


Alicia memalingkan wajahnya ke Arnold dan Arnold yang mengerti arti tatapan Alicia hanya menganggukkan kepalanya tanda setuju membuat Alicia tersenyum manis sedangkan jantung Arnold berdetak kencang melihat senyuman manis Alicia.


" Baik mommy." Jawab Alicia sambil memijat kaki mommynya Arnold


" Siapa namamu?" Tanya mommynya Arnold.


" Adelicia." Jawab Alicia


" Alicia." Jawab Arnold secara bersamaan tapi dengan nama panggillan berbeda.


" Yang benar yang mana?" Tanya mommynya Arnold dengan nada bingung.


" Namanya Adelicia tapi Arnold lebih suka memanggilnya dengan sebutan Alicia." Ucap Arnold menjelaskan.


" Kamu itu nama orang main rubah saja." Ucap mommynya Arnold.


" Hehehe..." Tawa Arnold terkekeh - kekeh

__ADS_1


" Pijatanmu enak sekali." Puji mommynya Arnold sambil menikmati pijatan Alicia.


" Terima kasih mom, aku terbiasa memijat nenekku." Ucap Alicia sambil tersenyum.


" Sekarang nenekmu kemana?" Tanya mommynya Arnold.


" Ada di ruang perawatan yang kebetulan berada di samping ruangan mommy." Ucap Alicia


" Nenekmu sakit apa? Tanya mommynya Arnold.


" Nenek sakit struk." Jawab Alicia


" Ya ampun semoga lekas sembuh, apakah ada keluarga yang menunggunya?" Tanya mommy Arnold.


" Tidak ada mom, mungkin mereka sibuk." Ucap Alicia sambil tersenyum walau hatinya terasa ingin menangis dengan sifat keluarganya.


" Sudah selesai mom, Alicia mau mandi sekalian menunggu nenek." Ucap Alicia sambil menghentikan pijatannya.


" Baiklah dan terima kasih atas pijatannya." Ucap mommynya Arnold.


" Sama - sama mom." Jawab Alicia sambil tersenyum.


Mommynya Arnold membalas senyuman Alicia kemudian Alicia berpamitan dengan ke dua orang tua Arnold sambil mengecup punggung tangan mereka kemudian berlanjut berpamitan dengan Arnold. Alicia berjalan ke arah pintu kamar perawatan menuju ke kamar neneknya.


ceklek


Alicia membuka pintu dan melihat neneknya masih tertidur dengan pulas kemudian Alicia masuk ke dalam ruang perawatan menuju ke lemari kecil untuk mengambil pakaian ganti. Alicia masuk ke dalam kamar setelah lima belas menit Alicia sudah selesai mandi dengan tubuh segar kemudian berjalan ke arah ranjang khusus untuk keluarga pasien yang menginap.


Ceklek


Baru saja Alicia naik ke ranjang pintu ruangan terbuka membuat Alicia turun dari ranjang untuk melihat siapa yang membuka pintu ruang perawatan.


xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx


🌹


Ayo siapa yang membuka pintu? Jawabannya besok ya?


Ayo donk vote, like, komentar dan hadiahnya biar author semangat menulisnya.


Terima kasih atas vote, like, komentar dan hadiahnya


Terima kasih sudah mampir di ceritaku.


Oh iya, ini ada karya teman ku yang sudah senior nih .... di jamin pasti ok punya.... bisa mampir dan nikmati untuk para pembaca novel setiaku dengan judul :



Mengisahkan tentang seorang gadis desa bernama Raina Anastasya yang merasa hidupnya dipenuhi kesialan. Dipaksa menikah di usia belasan tahun. Tak boleh mengenyam pendidikan tinggi dengan alasan perempuan tak perlu terpelajar karena tugas wajibnya hanya 3 yaitu (macak, masak, dan manak). Pergi ke kota orang dengan harapan bisa untuk menghilangkan nasib buruknya. Namun, kenyataannya kesialan itu tetap mengikuti kemana pun kakinya melangkah.


Tak ada yang indah di dalam hidupnya, begitu pun dengan perjalanan cintanya.


Lantas bagaimana Raina berdamai dengan diri sendiri dan keadaan?


Temukan jawabannya di jawabannya di Diary Usang!

__ADS_1


__ADS_2