
Grep
" Tunggu, di mana mommymu?" tanya tuan Arnold sambil memegang tangan Ronald kecil.
" Mommy di toilet sama kak Roni," jawab Ronald.
" Maaf paman, tolong lepaskan tangan paman karena mommy nanti nyariin Ronald," ucap Ronald kecil.
" Paman akan antarkan kamu menemui mommy," ucap tuan Arnold entah kenapa dirinya tidak ingin berpisah dengan Ronald kecil.
Tuan Arnold juga tidak mengerti biasanya tuan Arnold tidak begitu perduli dengan anak kecil tapi sekarang ketika tuan Arnold bertemu dengan Ronald membuat dirinya tidak rela melepaskan Ronald kecil seperti ada hubungan antara ayah dengan anak.
" Baik paman," jawab Ronald kecil sambil tersenyum.
" Kenapa kamu tidak di temani sama daddy?" tanya tuan Arnold sambil turun dari mobil sambil menggendong Ronald.
" Daddy pergi meninggalkan kami," ucap Ronald kecil dengan tatapan sendu.
" Kenapa pergi meninggalkan kalian?"tanya tuan Arnold yang merasa hatinya sangat sakit melihat tatapan sendu Ronald kecil.
" Maaf tuan, tadi saya terima telepon sebentar," ucap asisten Roy sambil memasukkan ponselnya ke dalam saku jasnya tanpa menyadari Ronald kecil yang sedang di gedong oleh tuan Arnold.
__ADS_1
Setelah asisten Roy selesai memasukkan ponselnya di saku jasnya, asisten Roy mengangkat kepalanya dan matanya langsung membulat sempurna ketika melihat tuan Arnold sedang menggendong Ronald kecil.
" Maaf tuan, itu anak siapa? kok wajahnya sangat mirip dengan tuan?" tanya asisten Roy
" Aku juga tidak tahu tadi masuk ke dalam mobilku, apakah benar wajah kami sama?" tanya tuan Arnold.
" Memang benar tuan, sangat mirip seperti pinang di belah dua," ucap asisten Roy.
" Paman, kenapa wajah kita sama? apakah paman, daddyku?" tanya Ronald kecil.
" Kalau paman bertemu dengan mommymu baru daddy bisa menjawab pertanyaanmu," ucap tuan Arnold.
" Itu rambut Ronald nanti sepulang dari bandara paman tes DNA apakah kita ada hubungan ayah dan anak," ucap Ronald kecil yang tahu apa yang dipikirkan oleh tuan Arnold dan asisten Rey.
" Roy, ambil rambut milik Ronald di saku jasku dan kamu simpan dengan menggunakan uang kertas agar tidak hilang rambutnya," perintah tuan Arnold.
" Baik tuan," jawab asisten Roy patuh.
Asisten Roy membuka dompetnya kemudian mengambil satu lembar mata uang asing, asisten Roy mengambil beberapa helaian rambut yang berada di saku jas tuan Arnold kemudian di simpannya di dalam uang kertas tersebut.
" Sekarang kita mencari mommymu," ucap tuan Arnold.
__ADS_1
" Ronald," panggil seorang wanita cantik.
Deg
Jantung tuan Arnold berdetak sangat kencang ketika mendengar suara yang bertahun - tahun sangat dirindukannya membuat tuan Arnold menatap wanita cantik tersebut.
" Alicia?" panggil tuan Arnold
" Maaf, anda siapa ya?" tanya Alicia pura - pura tidak kenal.
" Alicia apakah ini putra kita?" tanya tuan Arnold.
" Putra kita? kita saja tidak kenal bagaimana bisa di sebut putra kita?" tanya Alicia
" Roy, gendong putraku," perintah tuan Arnold.
" Baik tuan," jawab asisten Roy patuh.
Tuan Arnold memberikan Ronald ke asisten Roy dan asisten Roy pun menggendong Ronald kecil kemudian tuan Arnold menatap ke arah Alicia penuh kerinduan membuat tuan Arnold memeluk Alicia dengan erat seakan takut kalau Alicia pergi dari kehidupannya lagi.
" Lepas, aku tidak bisa nafas," ucap Alicia.
__ADS_1