Mengubah Takdir : Dendam Sang Mafia

Mengubah Takdir : Dendam Sang Mafia
Mangga Muda


__ADS_3

" Daddy akan menyuruh anak buah daddy untuk mengambilkan buah mangga." Ucap tuan Lee yang merasakan keberatan untuk memetik mangga apa kata relasi bisnisnya dan anak buahnya jika dirinya sedang memetik mangga betapa malunya tuan Lee.


" Aku tidak mau daddy, aku ingin daddy yang memetiknya." Mohon Arnold sambil menampilkan puppy eyesnya.


" Aish... Baiklah." Jawab tuan Lee pasrah.


Tuan Lee belum menyadari kalau itu awal permintaan dari Arnold putra semata wayangnya karena akan ada lagi banyak permintaan Arnold yang membuatnya pusing tujuh keliling.


" Daddy akan pergi sebentar dan kamu istirahatlah di kamar." Ucap tuan Lee.


" Baik dad." Jawab Arnold patuh.


Tuan Lee pergi meninggalkan ruangan kerja menuju ke arah pintu lift bertepatan kedatangan asisten setianya.


" Maaf tuan Lee mau kemana?" Tanya asisten setianya.


" Apakah kamu tahu di mana ada pohon mangga?" Tanya tuan Lee tanpa menjawab ucapan asisten setianya.


" Pohon mangga? Sebentar... ( sambil berfikir ) .... Oh ya saya tahu tuan, memangnya kenapa tuan?" Tanya asistennya dengan nada bingung.


" Antarkan aku ke sana." Ucap tuan Lee


" Baik tuan." Jawab asisten setianya dengan patuh


Tuan Lee dan asisten setianya berjalan ke arah pintu lift namun baru beberapa langkah pintu ruang kerjanya di buka oleh Arnold.


" Daddy." Panggil Arnold.


" Ya." Jawab tuan Lee singkat sambil membalikkan badannya begitu pula dengan asisten setianya.


" Aku ingin daddy yang memanjat pohon mangga bukan paman Alex." Pinta Arnold.


" Iya." Jawab tuan Lee singkat sambil memutar bola matanya dengan malas.


Arnold kembali menutup pintu ruang kerja milik tuan Lee dan berjalan ke arah ranjang sedangkan tuan Lee dan Alex kembali membalikkan badannya dan berjalan ke arah pintu lift. Alex menekan tombol lift setelah pintu lift terbuka tuan Lee masuk ke dalam lift dengan diikuti oleh Alex dengan pertanyaan yang hanya bisa di hati.


' Tumben tuan muda Arnold meminta tuan Lee untuk memanjat pohon mangga.' Ucap Alex dalam hati.

__ADS_1


' Aku sudah mempunyai bukti kalau wanita murahan itu selingkuh tunggu saja hukuman yang akan aku berikan padamu.' Ucap tuan Lee dalam hati yang sangat membenci Alicia.


Ting


Pintu lift terbuka mereka keluar dari pintu lift dan Alex menunjukkan arah jalannya ke belakang halaman kantor di mana di sana terdapat tempat kantin dan bisa dipastikan banyak karyawan dan karyawati yang akan melihatnya terlebih waktunya makan siang.


" Apakah ada tempat lain?" Tanya tuan Lee yang merasa keberatan jika harus memanjat pohon mangga .


" Maaf tuan saya tahunya yang ini, saya juga baru tahu kalau ada pohon mangga karena waktu itu istriku sedang mengidam dan menginginkan mangga muda."   Ucap Alex menjelaskan.


" Di sini banyak karyawan masa pemilik perusahaan terbesar baik dalam dan luar negri manjat pohon mangga, apa kata karyawan dan relasi bisnisku." Ucap tuan Lee dengan nada sombong.


' Apakah tuan besar tahu, semua orang mengenalku sebagai tangan kanan tuan besar dan dihormati oleh karyawan dan karyawati tiba - tiba di suruh manjat pohon mangga. Hanya karena demi istriku terpaksa aku melakukannya dengan disaksikan oleh para karyawan dan karyawati.' Ucap Alex dalam hati yang tidak mungkin mengatakan ke tuan Lee.


" Cari tempat lain dulu." Ucap tuan Lee.


" Baik tuan." Jawab Alex


" Sebelum pergi perintahkan ke semua para pegawai yang berkerja di perusahaan ini di larang memetik mangga." Perintah tuan Lee.


" Baik tuan." Jawab Alex patuh.


" Tuan, itu ada pohon mangga." Ucap Alex.


" Parkirkan mobilnya dan turunlah dari mobil katakan pada pemilik rumah kalau kita ingin membeli mangganya." Perintah tuan Lee.


" Baik tuan." Jawab Alex dengan nada patuh.


Alex pun turun dari mobil dan berjalan ke arah pemilik rumah pohon mangga, Alex pun mengatakan apa yang tadi dikatakan oleh tuan Lee dan pemilik rumah setuju dan mempersilahkan mengambil mangganya. Alex membalikkan badannya dan berjalan ke arah mobil di mana tuan Lee sedang menunggu dirinya.


" Tuan, pemilik rumah setuju kalau pohon mangganya di beli." Ucap Alex


" Ok, aku akan turun dari mobil." Jawab tuan Lee sambil melepaskan dasinya yang terasa tercekik.


Seumur - umur baru kali ini dirinya memanjat pohon mangga karena sebelumnya ketika istrinya hamil istrinya tidak mengindam yang aneh - aneh hanya makanan  yang mudah di cari.


Selesai melepaskan dasinya tuan Lee melepaskan jasnya dan berlanjut membuka tiga kancing kemeja atas barulah tuan Lee turun dari mobil dan berjalan ke arah pohon mangga dengan diikuti oleh Alex.

__ADS_1


Tuan Lee berusaha naik pohon mangga namun beberapa kali mencoba naik dirinya tidak berhasil membuat tuan Lee sangat kesal.


" Coba tanya ada tangga tidak? Kalau ada bawakan ke sini." Ucap tuan Lee akhirnya menyerah.


" Baik tuan." Jawab Alex patuh.


Alex berjalan ke arah rumah pemilik pohon mangga setelah berbincang agak lama Alex kembali berjalan ke arah tuan Lee dan mengatakan kalau pemilik pohon mangga tidak mempunyai tangga karena mereka terbiasa memanjat pohon mangga membuat tuan Lee frustrasi.


" Maaf tuan, biarkan saya saja yang memanjat." Ucap Alex menawarkan diri.


" Tapi putraku menginginkan aku yang memanjat pohon mangga." Ucap tuan Lee.


" Maaf tuan besar, apa jangan - jangan nyonya muda Alicia hamil?' Tanya Alex menebak - nebak karena dari tadi di tahannya untuk tidak bertanya.


Tuan Lee dan Alex tahu akan pernikahan Arnold dengan Alicia secara diam - diam karena tuan Lee lah yang memerintahkan Alex untuk memata - matai Arnold secara diam - diam.


Tuan Lee menghembuskan nafasnya dengan perlahan dan sangat berharap itu tidak benar dalam hatinya menyangkal dan tidak mau jika Alicia melahirkan cucunya.


" Aku harap wanita itu tidak hamil." Ucap tuan Lee.


" Memangnya kenapa tuan?" Tanya Alex dengan nada bingung.


" Dari awal aku tidak setuju putraku berhubungan dengan wanita itu dan ternyata putraku melanggarnya dengan menikahi wanita itu secara diam - diam tanpa sepengetahuan kami sebagai orang tuanya. Aku sangat membenci wanita itu karena gara - gara dia putraku tidak patuh dan membohongi kami sebagai orang tuanya." Ucap tuan Lee yang enggan menyebut nama Alicia.


" Maaf tuan tapi aku merasa nyonya muda Alicia sangat baik dan mencintai tuan muda Arnold." Ucap Alex.


" Kalau dia wanita baik - baik seharusnya mematuhi perintahku untuk tidak mendekati putraku tapi apa? Dia sengaja menyodorkan tubuhnya ke Arnold putra kesayangan kami hingga akhirnya wanita itu berhasil menikah dengan putraku, Aku yakin jika seandainya wanita itu hamil pasti dia akan meminta semua aset perusahaan milik keluargaku dari turun temurun." Ucap tuan Lee sambil menahan amarahnya.


" Apakah tuan besar Lee sudah mempunyai rencana untuk nyonya muda Alicia?" Tanya Alex penasaran.


xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx


Apa jawaban tuan Lee tunggu di bab selanjutnya ya. Terima kasih


🌹


Terima kasih sudah mampir di ceritaku.

__ADS_1


Oh iya, ini ada karya teman ku di jamin pasti ok punya.... bisa mampir dan nikmati untuk para pembaca novel setiaku dengan judul :



__ADS_2