
" Mau mandi bersama?" Tanya Arnold.
Alicia menganggukkan kepalanya kemudian Arnold menggendong Alicia ala bridal style menuju ke arah kamar mandi, Arnold meletakkan perlahan tubuh Alicia di closed kemudian mengisi air di bathub hingga penuh kemudian memberikan aroma terapi setelah selesai Arnold menggendong kembali tubuh Alicia dan diletakkan perlahan ke dalam bathub.
" Sayang geli." Ucap Alicia menyandarkan punggungnya di dada bidang Arnold ketika Arnold menciumi leher Alicia sedangkan ke dua tangannya memainkan dua gunung kembar himalaya milik Alicia.
" Sayang lagi ya." Bisik Arnold yang sudah mulai kecanduan dengan tubuh Alicia.
Alicia hanya menganggukkan kepalanya membuat Arnold tersenyum bahagia, Arnold menyatukan kembali tubuhnya ke tubuh Alicia sedangkan Alicia menyandarkan punggungnya ke dada bidang Arnold karena tubuhnya sangat lelah hingga hampir satu jam lamanya arhirnya tombak saktinya mengeluarkan cairan kental berwarna putih.
" Sayang, aku lelah." Ucap Alicia.
" Maaf sayang, habis punyamu enak banget." Ucap Arnold
Arnold yang tidak tega memandikan Alicia hingga bersih kemudian memakaikan handuk untuk Alicia dan juga dirinya setelah selesai Arnold menggendongnya ke arah ranjang.
" Sayang, aku mau tidur ya." Pinta Alicia.
" Sayangku, tidak pakai pakaian?" Tanya Arnold.
" Nanti saja sayang." Ucap Alicia sambil memejamkan matanya.
" Aku yang akan memakaikannya." Ucap Arnold sambil berjalan ke arah lemari dan mengambil pakaian milik Alicia.
Arnold melepaskan handuk milik Alicia hingga terlihat jelas tubuh polos Alicia membuat tombak saktinya mulai bereaksi tapi dirinya tidak tega untuk memakannya hingga akhirnya dirinya selesai memakai pakaian Alicia. Arnold menghembuskan nafasnya dengan perlahan kemudian berjalan ke luar kamar Alicia karena kamar miliknya berada di samping kamar Alicia.
" Rasanya sangat berbeda dengan Anabel berarti mereka berdua diam - diam mengkhianati ku dengan melakukan hubungan suami istri, awas saja akan aku balas semua pengkhianatan ini." Ucap Arnold sambil menahan amarahnya.
Arnold mengambil pakaian santai dan memakainya setelah selesai Arnold keluar dari kamarnya menuju ke arah dapur untuk memasak karena dirinya sangat lapar. Arnold membuka lemari kulkas kemudian mengambil bahan - bahan makanan kemudian mengolahnya hingga hampir setengah jam dirinya selesai memasak. Arnold membawa dua piring kemudian menaiki anak tangga menuju ke kamar Alicia.
Ceklek
Arnold membuka pintu kamar Alicia dan Alicia masih tertidur dengan pulas kemudian Arnold berjalan ke arah ranjang Alicia dan meletakkan dua piring di atas meja.
" Sayang, makan dulu setelah itu tidur lagi." Ucap Arnold.
" Masih ngantuk sayang." Ucap Alicia tanpa membuka matanya.
" Makan dulu setelah itu baru tidur lagi." Ucap Arnold sambil membelai rambut Alicia dengan lembut.
__ADS_1
Alicia memaksakan membuka matanya dan bangun sambil bersandar di kepala ranjang sambil menatap wajah tampan Arnold dengan tatapan berbeda.
" Aku merasa ada sesuatu yang kamu tutupi?" Tanya Arnold.
" Tidak ada, memang apa yang mesti aku tutupi?" Tanya balik Alicia.
" Entahlah hanya kamu yang mengetahuinya." Ucap Arnold.
" Jika seandainya daddy kak Arnold tidak menyetujui hubungan kita, apa yang akan dilakukan oleh kak Arnold?" Tanya Alicia
" Jika itu terjadi, aku akan meminta daddy agar menyetujui hubungan kita." Ucap Arnold.
" Kalau tetap tidak setuju, bagaimana?"Tanya Alicia.
" Aku akan berusaha dan aku harap kamu cepat hamil." Ucap Arnold.
" Memang apa hubungannya?" Tanya Alicia.
" JIka kamu hamil, daddy pasti menyetujui hubungan kita." Ucap Arnold.
" Jika aku tidak hamil dan daddy tetap tidak menyetujui hubungan kita, bagaimana?" Tanya Alicia.
" Akukan hanya tanya kalau misalnya daddynya kak Arnold tidak setuju." Ucap Alicia sambil menatap ke atas agar air matanya tidak tumpah
Arnold menangkup wajah Alicia agar menatap dirinya namun Alicia langsung memeluk Arnold dan menangis menumpahkan segala rasa sesak di hatinya membuat Arnold membalas pelukan Alicia.
" Hiks... Hiks... Apakah aku tidak boleh bahagia?" Tanya Alicia sambil terisak.
" Sstttt... Kamu berhak bahagia, jangan menangis lagi." Ucap Arnold yang merasa sakit orang yang dicintainya menangis.
Kini Arnold sudah mencintai Alicia terlebih Alicia sudah memberikan harta berharganya untuk dirinya dan dirinya berharap dapat segera menikah dengan Alicia. Arnold perlahan mendorong tubuh Alicia dan menghapus air mata Alicia dengan menggunakan ibu jarinya kemudian mengecup keningnya.
" Aku sudah masak, semoga kamu suka masakan ku." Ucap Arnold.
" Pasti suka." Jawab Alicia sambil mengambil dua piring yang berada di atas meja untuk diberikan ke Arnold dan juga untuk dirinya.
Mereka berdua makan dalam diam hingga lima belas menit kemudian mereka sudah selesai makan dan minum, Alicia hendak berdiri untuk mengambil piring Arnold di larang oleh Arnold.
" Biar aku saja yang nyuci piring, kamu istirahatlah." Ucap Arnold sambil mengambil piring bekas makanan Alicia.
__ADS_1
" Tapi aku tidak enak, kak Arnold sudah memasak untukku dan sekarang bekas cucian kak Arnold yang nyuci." Ucap Alicia.
" Ini tidak gratis." Ucap Arnold.
" Kak Arnold sudah banyak duit, haruskah meminta uangku?" Tanya Alicia polos.
ctak
" Aduh." Ucap Alicia sambil mengusap keningnya.
Arnold membantu mengusap kening Alicia sambil meniupnya dan hembusan yang keluar dari mulut Arnold sangat sejuk mengenai wajah Alicia.
" Aku tidak memintamu uang tapi aku meminta ini." Ucap Arnold sambil menyentuh privasi milik Alicia.
Grep
" Kak Arnold." Panggil Alicia sambil menahan tangan Arnold
" Hmmmm."Jawab Arnold
" Kenapa kak Arnold jadi mesum seperti ini?" Tanya Alicia.
" Habis tubuhmu enak untuk aku makan." Jawab Arnold sambil tersenyum mesum.
" Memang aku makanan." Ucap Alicia dengan bibir bawah dimajukan.
" Bibir jangan dimajukan kalau tidak ingin aku makan lagi." Ancam Arnold.
Alicia menutup mulutnya dengan menggunakan ke dua tangannya membuat Arnold tertawa kemudian berdiri meninggalkan Alicia sendirian di kamarnya.
" Maaf kak Arnold, aku tidak mungkin mengatakan sejujurnya kalau ayah kak Arnold datang menemui ku karena aku tidak ingin kalian bertengkar." Ucap Alicia.
" Apakah memang aku tidak diijinkan untuk bahagia? Keluargaku dan ayah kak Arnold semuanya membenciku hanya nenek dan kak Arnold yang tidak membenciku. Aku sangat takut terluka jika kak Arnold pergi meninggalkan aku karena aku sangat mencintai kak Arnold terlebih aku sudah memberikan harta berhargaku." Ucap Alicia dengan mata berkaca - kaca.
" Lebih baik aku tidur karena dengan tidur bisa menghilangkan rasa sesak di hatiku." Ucap Alicia sambil berbaring.
Tidak membutuhkan waktu lama dirinya sudah tertidur dengan pulas bersamaan pintu kamarnya terbuka, Arnold masuk ke dalam kamar Alicia dan menutupnya dengan rapat kemudian berbaring di samping ranjang Alicia sambil memeluknya dari arah samping.
Arnold yang juga sangat lelah tidak membutuhkan waktu lama sudah tertidur dengan pulas dan tanpa sadar Alicia membalikkan badannya membalas pelukan Arnold.
__ADS_1