Mengubah Takdir : Dendam Sang Mafia

Mengubah Takdir : Dendam Sang Mafia
Reuni


__ADS_3

Waktu berlalu dengan cepatnya dan hari ini Arnold datang ke acara reuni bersama Alicia di sebuah hotel bintang lima, banyak teman - teman Arnold datang termasuk Anabel dan Beni musuh di masa depannya.


" Kak Arnold." Panggil Anabel sambil berjalan mendekati Arnold dengan membawa segelas anggur.


" Ada apa?" Tanya Arnold dengan nada ketus.


" Kak Arnold, kenapa sih kalau ketemu aku bicaranya selalu ketus?" Tanya Anabel dengan nada bingung.


" Tanyalah pada dirimu sendiri kenapa aku bicara ketus denganmu." Ucap Arnold sambil menarik tangan Alicia.


" Kak Arnold tunggu." Panggil Anabel.


" Ada apa lagi?" Tanya Arnold dengan nada masih ketus.


" Aku hanya ingin memberikan minuman untuk kak Arnold." Jawab Anabel sambil menyodorkan segelas minuman ke arah Arnold.


" Aku tidak mau." Jawab Arnold dengan nada tegas.


" Minumlah anggur ini, aku janji setelah ini aku tidak akan mengganggu dirimu." Ucap Anabel


" Janji?" Tanya ulang Arnold yang malas berurusan dengan Anabel.


" Iya aku janji tidak akan mengganggu kak Arnold lagi." Jawab Anabel sambil tersenyum manis.


Arnold mengambil gelas pemberian Anabel dan Anabel langsung tersenyum menyeringai membuat Arnold menjadi waspada hingga dirinya melihat di depannya ada anggur merah membuat Arnold ada ide.


" Sayang, aku ingin kamu juga minum anggur." Ucap Arnold sambil berjalan ke arah depan dan langsung menukar gelas tersebut dengan cepat tanpa menunggu jawaban dari Alicia.


Arnold mengambil dua gelas anggur yang baru sedangkan gelas yang diberikan Anabel diletakkan begitu saja di meja kemudian Arnold memberikan gelas tersebut ke Alicia sedangkan yang satunya untuk dirinya membuat Anabel menggenggam ke dua tangannya dengan erat.


' *Si*l padahal aku lebih cantik tapi kenapa kak Arnold lebih memilih wanita murahan itu?' Ucap Anabel dalam hati*.


" Maaf sayang aku tidak suka minum." Tolak Alicia


" Hari ini adalah hari spesial jadi sudah sepatutnya kita merayakan hari spesial." Ucap Arnold.


" Hari spesial?" Tanya Alicia dengan nada bingung.


" Iya hari spesial, hari di mana wanita itu berjanji tidak akan mengganggu hubungan kita lagi." Ucap Arnold sambil memeluk Alicia dari arah samping.


' *Si*lan." Umpat Anabel dalam hati karena melihat kemesraan mereka di tambah merayakan kalau dirinya tidak akan menggangu mereka membuat Anabel menahan amarahnya*.

__ADS_1


' Ayo sayang kita bersulang." Ucap Arnold sambil menaikkan gelasnya.


" Ok." Jawab Alicia sambil tersenyum manis kemudian ikut menaikkan gelasnya.


Arnold dan Alicia mulai meminum anggur tersebut hingga habis tanya sisa membuat Anabel tersenyum bahagia.


' Sebentar lagi kamu akan menjadi milikku dan kamu Adelicia bersiaplah di tendang oleh kak Arnold." Ucap Anabel dalam hati.


Beni yang melihat Arnold dan Alicia sedang minum bersama sambil berpelukan membuat Beni mengambil dua gelas anggur dan diberikan ke Anabel.


" Kenapa melihat mereka berpacaran? Lebih baik minum bersamaku." Ucap Beni sambil tersenyum manis ke arah Arnold tapi dalam hatinya ingin sekali membunuhnya.


' *Malas banget aku harus berpura - pura tersenyum manis, demi dendamku aku harus pura - pura baik dengan anak sia*an ini.' Ucap Beni dalam dalam hati*


' Aku tahu kamu berpura - pura tersenyum manis padaku dan aku juga tahu setelah ini kamu akan meminta lowongan kerja kemudian diam - diam menusukku dari belakang. Arnold yang di masa depan tidak tahu kalau kamu serigala berbulu domba tapi Arnold yang sekarang sudah tahu akal busuk kalian berdua.' Ucap Arnold dalam hati.


Anabel yang sedang kesal langsung mengambil gelas yang berada di tangan Beni tanpa mengetahui kalau gelas tersebut adalah gelas yang tadi diberikan untuk Arnold. Setelah selesai meminum di depan Anabel, Arnold mengambil gelas kosong milik Alicia untuk diletakkan di meja.


" Hei, kak Arnold sebentar lagi akan menjadi milikku dan bersiaplah dirimu di tendang." Ucap Anabel sambil tersenyum miring.


" Lakukan saja kalau bisa." Jawab Alicia dengan nada santai


" Kau..." Ucap Anabel sambil mengangkat tangan kanannya ke atas hendak menampar Alicia.


Bruk


Prang       Prang             Prang


Grep


Gelas - gelas itupun terjatuh dan pecah ketika menyentuh lantai dan untunglah tangan Beni menahan tangan Anabel agar tidak terjatuh ke lantai kalau tidak tubuhnya bisa di pastikan terkena pecahan gelas.


" Itu hukuman yang pantas kamu dapatkan." Ucap Arnold yang melihat pakaian Anabel basah kuyup akibat terkena siraman anggur dari beberapa gelas yang terjatuh ke lantai.


" Ayo sayang, kita pulang saja." Ucap Arnold yang malas bertemu dengan Anabel terlebih dengan Beni.


" Ok." Jawab Alicia singkat.


" Tunggu." Panggil Beni.


" Ada apa?" Tanya Arnold sambil menghentikan langkahnya tanpa membalikkan badannya.

__ADS_1


" Apakah di perusahaan mu ada lowongan kerja?" Tanya Beni.


' Jika aku bilang tidak ada pasti Beni akan mencari pekerjaan lain dan bisa jadi berkerja sama dengan lawan bisnisku jadi lebih baik ada saja agar aku bisa memperhatikan gerak geriknya.' Ucap Arnol dalam hati.


" Ada." Jawab Arnold singkat.


" Boleh, kapan aku boleh melamar?" Tanya Beni sambil tersenyum miring.


" Datanglah besok." Jawab Arnold sambil menarik kembali tangan Alicia untuk keluar dari hotel tersebut menuju ke apartemen mereka.


" Kebetulan aku menginap di hotel ini, aku mau mengganti pakaianku" Ucap Anabel


" Mau aku temani?" Tanya Beni penuh harap.


" Boleh." Jawab Anabel singkat.


Sebenarnya kamar itu di sewa oleh Anabel dengan meminjam uang dari rentenir untuk melakukan hubungan suami istri dengan Arnold dengan cara memberikan obat perang sang dosis tinggi namun sayang senjata makan tuan, minuman anggur yang diberikan untuk Arnold di minum oleh Anabel.


Mereka berdua berjalan ke luar dari acara pesta reuni tersebut menuju ke arah lift, Beni menekan tombol lift hingga tidak berapa lama pintu lift terbuka dan merekapun masuk ke dalam ruangan segi empat tersebut.


Ting


Pintu lift terbuka dan merekapun berjalan keluar dari pintu lift tersebut dan tiba - tiba tubuh Anabel terasa sangat panas membuat Anabel memeluk Beni.


" Apa yang kamu lakukan?" Tanya Beni yang jantungnya berdetak sangat kencang karena sejujurnya Beni sangat mencintai Anabel hanya saja obsesi Anabel terhadap Arnold membuat Beni mencintainya dalam diam.


" Panas... Panas... Tolong puaskan aku." Mohon Anabel sambil menggesekkan tubuhnya ke tubuh Beni membuat tombak sakti milik Beni terasa sesak.


" Kamarmu yang mana?" Tanya Beni sambil menahan ha sratnya yang mulai memuncak akibat ulah Anabel.


" Kamar 905." Jawab Anabel.


Beni melepaskan pelukan Anabel kemudian berjalan dengan menarik tangan Anabel sambil matanya mencari kamar 905 setelah ketemu Beni meminta kartu untuk membuka pintu kamar hotel. Setelah terdengar suara klik mereka berdua masuk ke dalam kamar dan Beni langsung menutupnya dengan rapat. Beni melepaskan pakaian satu demi satu hingga polos tanpa sehelai benangpun begitu pula dengan Anabel.


" Sayang, aku mohon puaskan aku." Mohon Anabel sambil memeluk tubuh polos Beni.


xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx


Apa yang terjadi selanjutnya jika Anabel tersadar jika harta berharganya terenggut oleh Beni? Tunggu di bab selanjutnya. Terima kasih.


Terima kasih sudah mampir di ceritaku.

__ADS_1


Oh iya, ini ada karya teman ku di jamin pasti ok punya.... bisa mampir dan nikmati untuk para pembaca novel setiaku dengan judul :



__ADS_2