
Beni melepaskan pelukan Anabel kemudian berjalan dengan menarik tangan Anabel sambil matanya mencari kamar 905 setelah ketemu Beni meminta kartu ke Anabel dan Anabel memberikannya untuk membuka pintu kamar hotel.
Setelah terdengar suara klik mereka berdua masuk ke dalam kamar dan Beni langsung menutupnya dengan rapat. Beni membalikkan badannya sambil melepaskan pakaian satu demi satu hingga polos tanpa sehelai benangpun begitu pula dengan Anabel.
" Sayang, aku mohon puaskan aku." Mohon Anabel sambil memeluk tubuh polos Beni.
Beni hanya tersenyum menyeringai dan mendorong tubuh polos Anabel kemudian menaiki tubuh Anabel, Beni mencium bibir Anabel kemudian melu matnya sambil tombak saktinya sengaja digesek - gesekkan ke privasi Anabel membuat Anabel seperti cacing kepanasan.
" Sayang, aku mohon jangan siksa aku." Mohon Anabel.
Jleb
" Akhhhh.... Sakit..." Teriak Anabel.
Ketika Anabel memohon minta dimasuki tubuhnya membuat Beni berusaha memasukkan tombak sakti miliknya awalnya sulit dan dihentakkan ke dua tombak sakti miliknya berhasil di tancapkan di gua yang paling dalam membuat Anabel berteriak kesakitan karena bagian privasinya terasa perih terkena hantaman tombak sakti milik Beni.
" Lama - lama enak sayang." Ucap Beni tersenyum bahagia.
Beni memberikan pemanasan kembali setelah di rasa cukup Beni menggoyang - goyangkan pinggulnya hingga satu jam kemudian tombak sakti miliknya mengeluarkan laharnya dan masuk ke dalam rahim Anabel.
Beni dengan sengaja mendiamkan tombak saktinya berada di dalam goa terdalam agar Anabel segera hamil setelah lima menit kemudian Beni menarik tombak saktinya kemudian menggulingkan tubuhnya ke arah samping Anabel kemudian memeluknya.
Cup
" Aku sangat mencintaimu dan terima kasih sudah menjaga kehormatanmu untukku." Ucap Beni sambil tersenyum kemudian mengecup kening Anabel.
Mereka berdua saling berpelukkan dan menutupi tubuh polosnya dengan menggunakan selimut dan tidak membutuhkan waktu lama mereka tertidur dengan pulas sambil berpelukan.
Di tempat yang berbeda Arnold dan Alicia berbaring di ranjang kamar masing - masing namun Arnold tidak bisa tidur membuat Arnold bangun dari ranjangnya dan berjalan keluar dari kamarnya untuk mengambil minuman dingin. Arnold berjalan menuruni anak tangga dan melihat Alicia sedang menonton televisi membuat Arnold berjalan ke arah Alicia.
" Kok belum tidur?" Tanya Arnold sambil duduk di samping Alicia.
" Belum sayang, kak Arnold juga belum tidur?" Tanya Alicia balik sambil memalingkan wajahnya ke Arnold.
" Sama ngga bisa tidur." Jawab Arnold
Alicia hanya menganggukkan kepalanya kemudian memalingkan wajahnya ke arah televisi.
" Nonton apa?" Tanya Arnold
" Film action." Jawab Alicia.
__ADS_1
Arnold hanya menganggukkan kepalanya dan ikut menonton film action hingga di pertengahan cerita ada adegan di mana pemeran utama pria dan pemeran utama wanita saling berciuman membuat tombak sakti milik Arnold mulai bereaksi.
Tangan Arnold mulai bergerak ke paha Alicia yang kebetulan menggunakan dres pendek kemudian tangannya masuk ke dalam dan menyentuh gua yang masih tertutup dengan segitiga bermuda.
" Sayang." Panggil Alicia sambil menahan suara merdunya agar tidak keluar.
" Ya sayang." Jawab Arnold.
" Ingin dimasukin." Ucap Alicia sambil memejamkan mata menikmati sentuhan Arnold.
" Maksudnya?" Tanya Arnold pura - pura tidak tahu.
Alicia hanya diam tanpa menjawab ucapan Arnold hanya tangan kanannya membelai tombak senjata milik Arnold yang sudah mulai menegang.
" Sayang, kamu nakal." Ucap Arnold sambil menikmati sentuhan tangan Alicia.
" Salah siapa yang memulai duluan." Ucap Alicia sambil tersenyum.
Arnold hanya tersenyum kemudian berdiri dan menggendong tubuh Alicia ala bridal style menuju ke arah kamarnya sambil bibirnya melu mat habis mulut Alicia. Alicia membuka kamar Arnold karena ke dua tangan Arnold menggendong tubuh Alicia, Arnold mendorong pintu dengan menggunakan kaki kanannya kemudian Arnold berjalan ke arah ranjang.
Arnold menurunkan perlahan tubuh Alicia ke arah ranjang kemudian melepaskan satu persatu pakaiannya hingga polos tanpa sehelai benangpun dan membuangnya secara asal. Setelah selesai Arnold melanjutkan melepaskan pakaian milik Alicia hingga polos tanpa sehelai benangpun sama seperti dirinya.
Arnold menaiki tubuh Alicia kemudian memberikan pemanasan terlebih dahulu membuat Alicia mengeluarkan suara merdunya hingga lima menit kemudian Arnold mulai menancapkan tombak saktinya ke goa yang banyak semak - semaknya yang membuat Alicia mengalungkan ke dua tangannya ke arah leher Arnold.
Arnold hanya tersenyum sambil menggerakkan pinggulnya secara berulang - ulang hingga setengah jam lebih tombak pusaka milik Arnold mengeluarkan cairan kental berwarna putih yang dimasukkan ke dalam rahim Alicia agar Alicia bisa hamil. Arnold menarik tombak saktinya dari gua terdalam milik Alicia kemudian menggulingkan tubuhnya ke arah samping Maya dan memeluknya dengan lembut.
" Terima kasih sayang." Jawab Arnold.
" Sama - sama sayang." Jawab Alicia sambil tersenyum dan kepalanya bersandar di dada bidangnya.
" Sayang." Panggil Alicia singkat.
" Ya." Jawab Arnold ikut singkat juga.
" Boleh minta satu hal?" Tanya Alicia penuh harap.
" Jangankan satu banyak juga boleh." Jawab Arnold sambil membelai rambut calon istrinya.
" Jika seandainya tiba - tiba kak Arnold mencintai seseorang, aku mohon tolong katakan padaku." Mohon Alicia sambil memeluk erat tubuh Arnold.
" Memang kenapa?" Tanya Arnold sambil menghentikan membelai rambut calon istrinya.
__ADS_1
" Karena di saat itu juga aku akan pergi meninggalkan kak Arnold dan pergi dari kehidupan kak Arnold." Ucap Alicia dengan nada serius.
" Apakah kamu tidak mencintaiku?" Tanya Arnold tanpa menjawab ucapan Alicia.
" Aku sangat mencintaimu tapi aku tidak ingin menjadi seorang wanita egois yang hanya memikirkan diri sendiri karena kebahagiaanku adalah melihat kak Arnold bahagia." Ucap Alicia sambil tersenyum walau hatinya sangatlah sakit dan terluka.
" Biasanya seorang wanita akan mempertahankan pasangannya tapi kenapa kamu tidak?" Tanya Arnold dengan nada bingung.
" Aku bukan mereka aku adalah aku dan mereka adalah mereka. Aku pernah membaca artikel yang isinya alangkah sakit hatinya seorang wanita melihat kekasihnya mencintai wanita lain tapi hatinya akan lebih sakit ketika melihat orang yang kita cintai ternyata menikah dengan kita tapi dia tidak bahagia." Ucap Alicia menjelaskan.
Cup
" Aku sangat serius mencintaimu jadi tidak ada dalam pikiranku untuk mencari penggantimu karena aku sangat mencintaimu." Ucap Arnold sambil tersenyum bahagia.
" Aku percaya hanya saja kita tidak tahu ke depannya bagaimana. jadi di saat kak Arnold mulai bosan padaku tolong katakan padaku." Ucap Alicia.
" Baik aku akan katakan tapi yang pasti aku tidak akan pernah bosan padamu, sudah malam kita tidur yuk." Ajak Arnold.
Alicia hanya menganggukkan kepalanya kemudian tidak membutuhkan waktu lama mereka tertidur dengan pulas saling berpelukan hingga pagi menjelang. perlahan Arnold membuka matanya dan menatap wajah cantik Alicia yang masih tertidur dengan pulas nya membuat Arnold tersenyum bahagia dan berharap hubungan dengan Alicia berjalan dengan baik dan ayahnya merestui hubungan mereka.
Di tempat yang berbeda seorang pria paruh baya mendapatkan telepon dari anak buahnya membuat pria paruh baya itu keluar dari kamarnya untuk menerima telepon.
" Hallo." Panggil pria paruh baya itu.
" ....... "
" Apa??? Aku perintahkan bagaimana caranya agar mereka saling membenci." Perintah pria paruh baya itu.
Tut Tut Tut
Sambungan komunikasi langsung diputuskan secara sepihak oleh pria paruh baya itu kemudian berjalan mondar mandir mirip setrikaan sambil berpikir karena lelah pria itu masuk ke dalam kamarnya untuk membersihkan diri.
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
Siapa pria itu tunggu episode selanjutnya.
🌹
Terima kasih sudah mampir di ceritaku.
Oh iya, ini ada karya teman ku di jamin pasti ok punya.... bisa mampir dan nikmati untuk para pembaca novel setiaku dengan judul :
__ADS_1