Mengubah Takdir : Dendam Sang Mafia

Mengubah Takdir : Dendam Sang Mafia
Tidak boleh


__ADS_3

" Tidak boleh." Tolak Arnold dengan tegas sebelum Alicia menjawabnya.


" Kenapa?" Tanya Bela dengan wajah bingung dan menahan amarahnya.


" Karena aku tahu kalian hanya berpura - pura baik pada kekasihku Alicia." Ucap Arnold sambil berdiri dan menarik tangan Alicia.


" Adelicia." Panggil Bela sambil wajahnya pura - pura sedih.


" Aku ingin membantu tapi semua keputusan ada di tangan kak Arnold." Ucap Alicia yang tidak bisa berbuat apa - apa.


" Daddy, bisa lihat putrimu itu tidak tahu terima kasih." Adu Bela


" Mommy sudah cape - cape masak tapi mommy hanya minta numpang untuk kita tapi Adelicia tidak mau membantu kita." Ucap Bela.


" Kamu dari dulu memang hanya memikirkan dirimu sendiri." Ucap tuan Alexander Saptohargo yang cepat terpengaruh dengan ucapan istrinya.


" Kakak, kami bingung tinggal dimana? Apakah kakak tega melihat kami tinggal di kolong jembatan?" Ucap Anabel yang berusaha mempengaruhi Arnold kalau Alicia tidak perduli pada keluarganya.


" Cukup!!! Apa yang dikatakan kekasihku benar adanya, semua keputusan ada di tanganku jadi kalian tidak bisa memaksakan Alicia untuk meminta kalian tinggal di apartemen milikku." Ucap Arnold dengan nada tegas.


" Seandainya daddy tahu sifatmu seperti ini seharusnya kamu ma*i bersama ibumu, daddy menyesal memiliki anak sepertimu." Ucap tuan Alexander Saptohargo dengan nada dingin dan wajah datar.


Deg Deg


Jantung Alicia berdetak kencang bukan karena jatuh cinta tapi hatinya sangat sakit akan ucapan tuan Alexander Saptohargo membuat Alicia melepaskan tangan Arnold.


" Kak Arnold pinjamkan aku pisau lipatmu." Pinta Alicia sambil menahan rasa sakit yang teramat sangat namun tidak berdarah.


Deg Deg


Kini giliran jantung Arnold berdetak kencang bukan karena jatuh cinta tapi dirinya bingung dari mana Alicia tahu kalau dirinya menyimpan pisau lipat. Tanpa banyak bertanya Arnold memberikan pisau lipat ke Alicia dan Alicia menerima pisau lipat pemberian Arnold.


" Aku Adelicia Janlis Saptohargo dan ayah kandungku yang bernama Alexander Saptohargo mulai sekarang dan seterusnya memutuskan hubungan antara ayah dan anak dan mulai sekarang dan seterusnya namaku adalah Alicia Dominique yang di ambil dari nama mommyku. Adelicia Janlis Saptohargo kini sudah ma*i sesuai keinginan tuan Alexander Saptohargo." Ucap Alicia.

__ADS_1


Setelah selesai berbicara Alicia menyatukan rambutnya yang panjang sepinggang dengan satu tangan kemudian tangan satunya yang memegang pisau lipat memotong rambutnya sampai sebahu dengan menggunakan pisau lipat milik Arnold kemudian membuangnya dihadapan tuan Alexander Saptohargo. Alicia membalikkan badannya dan pergi meninggalkan tempat tersebut tempat dimana dulunya dirinya tinggal dari dalam kandungan mommynya. Arnold yang melihat Alicia pergi membuat Arnold ikut membalikkan badannya dan meninggalkan mereka sambil menahan amarahnya tanpa berpamitan dengan tuan rumah.


Arnold melihat Alicia sedang berdiri membelakangi dirinya membuat Arnold menekan remote mobil yang berhadapan dengan Alicia. Tanpa menunggu Arnold, Alicia membuka pintu mobil dan naik ke dalam mobil diikuti oleh Arnold yang duduk di kursi pengemudi. Dalam perjalanan mereka saling diam tanpa mengeluarkan suara sedikitpun. Alicia memalingkan wajahnya ke arah samping jendela menatap jalan tapi pikirannya menerawang jauh hingga mereka sampai di apartemen mereka masih saling berdiam diri. Alicia masuk ke dalam apartemen dengan diikuti oleh Arnold menuju ke arah kamar Alicia, Alicia duduk di ranjang menatap jendela dengan mata berkaca - kaca menahan agar air matanya tidak keluar.


Grep


" Menangislah jika kamu ingin menangis." Ucap Arnold sambil memeluk Alica.


" Hiks... Hiks... Apakah aku memang tidak ditakdirkan untuk bahagia?" Tanya Alicia sambil terisak dan membalas pelukan Arnold dengan wajahnya menghadap ke dada Arnold.


" Stttt... Kamu berhak untuk bahagia." Ucap Arnold.


" Dari aku kecil hingga aku masuk kuliah aku selalu belajar dan belajar agar daddy bangga padaku tapi daddy tidak pernah satupun memperdulikanku hanya Anabel dan Anabel yang selalu dibanggakan." Ucap Alicia.


Arnold hanya membelai punggung Alicia agar Alicia tidak bersedih lagi kemudian mendorong perlahan bahu Alicia dan menghapus air matanya hingga Arnold menatap bibir Alicia dan mendekatkan wajahnya ke wajah Alicia.


cup


Arnold mengecup bibir Alicia kemudian mendorong perlahan tubuh Alicia dan mulai menaiki tubuh Alicia, Arnold mencium bibir Alicia sambil membuka kancing kemeja Alicia satu persatu hingga kini mereka berdua polos tanpa sehelai benangpun.


Jleb


" Sakit!!" Pekik Alicia sambil mencakar punggung Arnold.


" Maaf, aku tidak bisa menahannya lagi." Bisik Arnold sambil mendiamkan tombak saktinya yang tertanam di goa yang paling dalam tanpa memperdulikan rasa perih pada punggungnya akibat cangkaran Alicia.


Arnold memberikan pemanasan kembali setelah Alicia mulai tenang Arnold mulai menggoyangkan pinggulnya secara berulang - ulang hingga Alicia mengeluarkan suara merdunya.


Hampir satu jam kemudian tombak saktinya mengeluarkan muntahannya ke dalam rahim Alicia. Arnold menarik tombak saktinya dan menggulingkan tubuhnya ke samping Alicia kemudian memeluknya.


Cup


" Aku akan bertanggung jawab untuk menikahimu." Ucap Arnold kemudian mengecup kening Alicia.

__ADS_1


" Kalau seandainya keluarga kak Arnold tidak setuju bagaimana?" Tanya Alicia sambil membalas pelukan Arnold dan kepalanya bersandar di dada bidang Arnold.


" Aku akan berjuang agar mendapatkan restu orangtuaku." Ucap Arnold.


" Kak Arnold berjanjilah padaku jika seandainya orang tua kak Arnold tidak setuju dengan hubungan kita, aku ingin kak Arnold tidak bertengkar dengan orang tua kak Arnold." Ucap Alicia.


" Apakah kamu tidak mencintaiku?" Tanya Arnold


" Jika aku tidak mencintai kak Arnold aku tidak akan menyerahkan mahkota berhargaku." Ucap Alicia.


" Kak Arnold sangat baik padaku dengan mengeluarkan aku dari neraka itu terlebih hanya kak Arnold yang perduli padaku karena itulah aku menyerahkan mahkota berhargaku untuk kak Arnold." Sambung Alicia sambil memejamkan matanya.


cup


" Aku sangat mencintaimu dan aku minta jangan khianati aku.' Ucap Arnold kemudian mengecup kening Alicia kembali.


" Aku berjanji untuk tidak mengkhianati kak Arnold." Ucap Alicia.


" Aku percaya padamu." Ucap Arnold sambil menguap.


Tidak berapa lama mereka tertidur dengan pulas karena tubuh mereka sangat lelah melakukan kegiatan olahraga pada siang hari.


Hingga tiga jam kemudian Alicia merasakan tubuhnya dinaiki dan dirinya tahu siapa pelakunya, Arnold memberikan pemanasan terlebih dahulu dan setelah dirasa cukup Arnold menancapkan tombak saktinya ke bagian privasi milik Alicia membuat Alicia mengeluarkan suara merdu sambil membuka matanya.


" Kak Arnold." Panggil Alicia dengan wajah berkabut gairah.


" Ya sayang, tubuhmu bikin candu karena itu aku ingin merasakan lagi." Ucap Arnold sambil menggoyangkan pinggulnya secara berulang - ulang.


" Kak Arnold ahhhhhhh." Ucap Alicia sambil mengeluarkan suara merdunya dan mengalungkan ke dua tangannya ke leher Arnold.


Hingga satu jam barulah tombak sakti milik Arnold mengeluarkan muntahannya ke rahim Alicia kemudian Arnold menarik tombak saktinya dan menggulingkan tubuhnya.


" Mau mandi bersama?" Tanya Arnold.

__ADS_1


xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx


Apa jawaban Alicia di tunggu bab selanjutnya.


__ADS_2