Mengubah Takdir : Dendam Sang Mafia

Mengubah Takdir : Dendam Sang Mafia
Apa kita pindah ke restoran?


__ADS_3

" Tentu saja tahu waktu kamu pingsan kan aku minta tolong perawat untuk membawamu ke ugd dan kakak memeriksa mu." Ucap dokter Ririn menjelaskan kenapa dirinya tahu.


" Suamiku tidak mengakui kalau anak yang aku kandung adalah anaknya dan menuduhku kalau anak ini adalah anak dari hasil aku berselingkuh bahkan memberiku obat penggugur kandungan tapi aku berusaha agar obat itu tidak masuk ke dalam tenggorokanku. Oh ya bagaimana dengan anakku? Apakah anakku baik - baik saja?" Tanya Alicia dengan nada kuatir.


" Sepertinya baik - baik saja dan untuk lebih memastikan cek di dokter kandungan." Ucap dokter Ririn sambil mengendarai mobil dengan kecepatan sedang.


" Syukurlah kalau anakku baik - baik saja karena aku sempat kuatir." Ucap Alicia sambil mengusap perutnya yang masih rata.


" Oh ya tadi kakak mendengar dua suara detak jantung kemungkinan anakmu kembar." Ucap dokter Ririn.


" Benarkah? Aku sangat senang jika aku mempunyai anak kembar." Ucap Alicia sambil tersenyum bahagia.


" Seperti tadi kakak bilang untuk lebih memastikan lagi cek di dokter kandungan." Ucap dokter Ririn.


Krucuk krucuk krucuk


Tiba - tiba perut Alicia berbunyi nyaring membuat Alicia tersenyum malu.


" Ponakan Tante laper ya." Ucap dokter Ririn sambil membelai perut Alicia yang masih rata.


" Iya Tante," jawab Alicia menirukan suara anak kecil.


" Pffftttt hahahaha..." tawa lepas dokter Ririn dan Alicia serempak.


" Kita mau makan di mana?" tanya dokter Ririn


" Terserah kakak tapi jangan mahal - mahal ya kak." pinta Alicia.


" Lho memangnya kenapa?" tanya dokter Ririn.


" Hehehehe... Uangku tidak cukup kak," ucap Alicia sambil terkekeh - kekeh.


" Tenang, hari ini kakak gajian kita makan di restoran favorit kakak," ucap dokter Ririn.


" Akhhhhhhhh... Jadi tidak enak," jawab Alicia.


" Kenapa tidak enak? kamukan adikku jadi sebagai kakak memanjakan adiknya," ucap Ririn


Alicia hanya tersenyum dalam hatinya sangat terharu bisa bertemu dengan orang sebaik dokter Ririn. Di tempat yang berbeda tepatnya di tempat kediaman Arnold sepeninggalnya Alicia, Arnold membanting semua barang - barang yang berada di mansion.


" Kamu tahu Alicia, aku sangat mencintaimu sekaligus sangat membencimu!! Kenapa sifat mu sama seperti adik tirimu? Kenapa???" Tanya Arnold sambil berteriak.


" Kamu tahu aku sangat membenci perselingkuhan, aku tidak perduli kamu menghamburkan uangku asalkan kamu setia padaku." Ucap Arnold sambil duduk di sofa dan menarik rambutnya.


Tiba - tiba kepala pelayan datang dengan wajah takut karena melihat majikannya sedang frustasi.


" Ada apa?" Tanya Arnold dengan nada dingin dengan wajah datarnya.


" Maaf tuan muda, ada tuan Rey," ucap kepala pelayan dengan nada sopan.


" Suruh ke ruang kerjaku dan bersihkan semua kekacauan ini," ucap Arnold sambil berdiri dan berjalan ke arah ruang kerjanya.


" Baik tuan." Jawab kepala pelayan.


Kepala pelayan membalikkan badannya dan berjalan ke arah pintu utama.


" Silahkan tuan, tuan di tunggu di ruang kerja tuan muda," ucap kepala pelayan dengan nada sopan.


Rey hanya menganggukkan kepalanya kemudian berjalan ke arah ruang kerja namun ketika melihat ruang keluarga seperti kapal pecah membuat Rey menghentikan langkahnya.


" Apa yang terjadi?" tanya Rey dengan nada terkejut.


" Maaf tuan, silahkan tuan bertanya dengan tuan muda," jawab kepala pelayan.


" Aish, baiklah," jawab Rey dengan nada menggerutu.


Rey melanjutkan langkahnya menuju ke ruang kerja Arnold setelah sampai Rey mengetuk pintu terlebih dahulu. Rey yang mendengar suara Arnold untuk masuk ke dalam barulah Rey membuka pintu ruang kerja milik Arnold.


ceklek


Rey membuka pintu ruang kerja dan melihat Arnold membelakangi dirinya menatap taman yang penuh dengan bunga. Bunga yang di rawat oleh istrinya Alicia wanita yang sangat dicintainya sekaligus di bencinya.


Rey berjalan ke arah meja kerja Arnold membuat Arnold memutar kursi kebesarannya yang ada rodanya.


" Duduklah Rey," Ucap Arnold.

__ADS_1


" Baik tuan," jawab Rey.


Rey dengan patuh duduk berhadapan dengan Arnold yang hanya di batasi oleh meja. Arnold hanya diam tanpa mengeluarkan suara sedikitpun pikirannya melayang jauh hingga lima belas menit kemudian Rey memberanikan diri untuk bertanya.


" Maaf tuan, sebenarnya apa yang terjadi?" tanya Rey penasaran.


Arnold menghembuskan nafasnya dengan perlahan kemudian mulai menceritakan semuanya tanpa ada yang di tutup - tutupi sedangkan Rey hanya diam tanpa mengomentari apa yang dilakukannya oleh Arnold terhadap istrinya.


" Itulah yang terjadi," ucap Arnold mengakhiri ceritanya.


" Boleh saya lihat fotonya?" tanya Rey


Tanpa menjawab ucapan Rey, Arnold mengeluarkan ponselnya dari saku jasnya dan memberikan ponselnya ke arah Rey. Rey menerima ponselnya dan melihat tiga foto tersebut tanpa bicara sedikitpun.


Selama lima menit Rey menatap ke tiga foto tersebut secara bergantian setelah selesai Rey memberanikan kembali ponsel milik Arnold dan Arnold pun menerima ponselnya.


" Maaf tuan, foto ke dua dan ke tiga itu foto di edit," ucap Rey menjelaskan.


" Maksudmu?" tanya Arnold dengan nada terkejut sambil melihat kembali foto tersebut lewat ponselnya.


" Kepalanya memang benar wajah nyonya Alicia tapi dari leher hingga ke bawah bukan. Tuan bisa melihat warna kulit pada tangannya agak berbeda. Sekilas memang sama tapi kalau di perhatikan seksama berbeda," ucap Rey.


Arnold melihat dengan seksama dan memang benar begitu pula dengan foto ke dua yang memperlihatkan sepasang wanita dan laki-laki yang saling berpelukan sambil berciuman.


" Memang benar tapi bagaimana dengan foto yang pertama? Apalagi istriku mengakui kalau itu foto dirinya." ucap Arnold sambil menahan amarahnya.


" Foto yang pertama memang benar nyonya Alicia tapi kita tidak tahu apa yang terjadi sebenarnya. Background atau latar belakang yang di ambil sepertinya nyonya Alicia berada di rumah sakit, apakah nyonya Alicia pergi ke rumah sakit?" tanya Rey.


" Iya aku ingat katanya neneknya sakit makanya dia pergi ke rumah sakit tapi aku tidak percaya karena aku yakin selain menemani neneknya pasti dia selingkuh dengan pria lain," ucap Arnold sambil menahan amarah dan cemburu.


" Kenapa kita tidak menyelidikinya? Aku sangat yakin nyonya Alicia di fitnah oleh seseorang," ucap Rey dengan nada yakin.


" Kenapa kamu yakin kalau istriku selingkuh?" tanya Arnold


" Maaf tuan, selama tuan dan nyonya bersama apakah nyonya Alicia melakukan sesuatu yang mencurigakan?" tanya Rey.


Arnold bersandar di kursi kebesarannya kemudian menyatukan jari jemarinya sambil memainkan ke dua jari telunjuknya dengan mata terpejam.


Arnold mengingat selama mengenal Alicia hingga menikah Alicia selalu tersenyum padanya. Jika para pria menatapnya Alicia tidak pernah memperdulikannya malah Alicia sering menatap dirinya ketika mereka makan bersama di restoran.


xxxxxx Flash Back On xxxxxxx


" Hal yang paling aku sukai adalah menatap wajah tampan suamiku, pria yang paling aku cintai," ucap Alicia sambil membalas senyuman suaminya.


" Sayang, lihatlah semua pria menatapmu dengan lapar," ucap Arnold dengan wajah di tekuk.


" Aku tidak perduli dengan tatapan mereka karena yang aku perdulikan hanya satu yaitu pria yang dihadapan aku sekaligus suami yang paling aku cintai," ucap Alicia sambil menggenggam tangan suaminya.


" Terima kasih sayang," jawab Arnold sambil membalas genggaman tangan istrinya.


" Aku yang seharusnya berterima kasih karena suamiku selalu menjaga hatiku untuk tidak berselingkuh dengan wanita lain," ucap Alicia.


" Karena aku sangat membenci perselingkuhan," ucap Arnold.


" Aku tidak mungkin berselingkuh karena hidupku sudah sangat sempurna. Punya suami yang sangat tampan dan kaya raya," ucap Alicia sambil tersenyum bahagia.


" Sejak kapan istriku jadi matre," ucap Arnold sambil mencolek hidung istrinya.


" Sejak menjadi kekasihmu," ucap Alicia sambil tersenyum.


" Aku tidak perduli kamu menghamburkan uangku asalkan jangan mengkhianati diriku." Ucap Arnold yang sudah tidak memperdulikan lagi jika istrinya menghambur - hamburkan uangnya.


" Tenang saja, aku tidak akan mengkhianati suamiku tapi aku akan menghamburkan uang suamiku," ucap Alicia.


Arnold hanya tersenyum dan tidak lama pesanan makanan mereka datang. Mereka pun makan dalam diam tanpa ada yang bicara sedikitpun.


xxxxxx Flash Back Off xxxxxxx


Arnold baru tersadar dari lamunannya dan mulai mengingat kalau waktu itu pernah mengatakan ke istrinya kalau dirinya membebaskan istrinya untuk berfoya-foya.


" Oh ya Rey, selama ini istriku pernah menggunakan kartu kredit tanpa batas dan kartu debit yang aku berikan?" tanya Arnold karena selama ini Arnold mempercayakan Rey dalam hal keuangan.


" Selama ini belum pernah mendapatkan laporan dari bank. Nyonya Alicia sama sekali tidak menyentuh kartu kredit maupun kartu debit," ucap Rey.


" Apa?? Bagaimana mungkin? Apa istriku mendapatkan uang dari selingkuhannya?" tanya Arnold tidak percaya.

__ADS_1


" Maaf tuan, uang tuan sangat banyak dan keluarga tuan adalah salah satu keluarga terkaya dari 10 keluarga kaya di negara ini. Jadi menurutku kalau memang nyonya Alicia seperti wanita pada umumnya bisa saja nyonya Alicia menghabiskan uang tuan,'' ucap Rey.


Arnold terdiam ketika Rey mengatakan hal tersebut, dirinya merenungkan perkataan Rey yang ada benarnya.


" Selama ini apakah nyonya meminta sesuatu?" tanya Rey.


" Maksudnya?" tanya Arnold.


" Maksudku, apakah nyonya meminta barang - barang branded atau meminta saham tuan atau meminta aset berharga milik tuan?" tanya Rey.


" Istriku tidak pernah meminta itu semua setiap aku tanya semuanya sudah ada dan katanya dirinya tidak ingin serakah meminta aset berharga lainnya," ucap Arnold.


" Tuan tentunya sudah tahu bagaimana sikap dan sifat istri tuan jadi kalau bisa tuan selidiki foto itu agar tidak terjadi ke salah pahaman," ucap Rey.


" Kalau begitu antar kan aku ke rumah sakit." pinta Arnold.


" Baik tuan," Jawab Rey.


' Aku sangat yakin nyonya Alicia di fitnah oleh seseorang, jika itu memang benar aku tidak akan memaafkannya,' ucap Rey dalam hati.


Arnold dan Rey berdiri dari kursinya bersamaan ponsel milik Arnold berdering membuat Arnold mengambil ponselnya untuk melihat siapa yang menghubungi dirinya.


" Daddy telp, ada apa ya?" tanya Arnold pada dirinya sendiri.


Arnold menggeser tombol warna hijau dan menempelkan ponselnya ke telinganya sambil berjalan dengan diikuti oleh Rey.


" Ada apa dad?" tanya Arnold tanpa basa basi.


" Nanti malam kita makan malam di restoran seafood langganan mommy tapi sebelumnya kamu jemput Isabel." ucap tuan Lee tanpa basa basi.


" Arnold tidak suka makan seafood dad." Tolak Arnold.


" Bukannya itu juga kesukaanmu?" Tanya tuan Lee dengan nada terkejut.


" Memang benar dad, tapi sekarang sudah tidak suka," jawab Arnold.


" Kamu jemput Isabel dan daddy tidak menerima penolakan," ucap tuan Lee dengan nada tegas.


Tut Tut Tut


Sambungan komunikasi langsung diputuskan secara sepihak oleh tuan Lee membuat Arnold berteriak.


" Arghhhh... " teriak Arnold kesal.


" Rey, kamu selidiki Alicia di rumah sakit dan aku yakin dia masih di rumah sakit karena sampai sekarang dia belum pulang," perintah Arnold yang belum sadar kalau Alicia sudah diusir olehnya.


" Maaf tuan, bukankah tuan sudah mengusir nyonya Alicia?" tanya Rey


" Memang benar tapikan istriku tidak membawa barang bawaan dan aku bisa pastikan istriku akan pulang ke mansion," ucap Arnold dengan nada yakin dan masih mengakui Alicia sebagai istrinya.


" Baik tuan," jawab Rey patuh.


Rey pergi meninggalkan mansion tersebut sedangkan Arnold pergi ke arah kamarnya untuk membersihkan tubuhnya yang lengket karena sejak pulang dirinya belum mandi karena menunggu istrinya datang untuk memberikan perhitungan.


Singkat cerita Arnold sudah menjemput Isabel dan berada di restoran seafood langganan mommynya. Isabel sangat bahagia karena Arnold menjemputnya dan tidak punya rasa malu memeluk lengan Arnold walau Arnold sering menepisnya.


" Arnold dan Isabel sangat cocok ya mom." Ucap tuan Lee tanpa memperdulikan putra semata wayangnya selalu menepis tangan Isabel ketika ingin menyentuh lengannya.


" Iya cocok," jawab nyonya Lee walau dalam hatinya lebih cocok dengan Alicia.


Entah mengapa nyonya Lee merasa sangat bahagia jika Arnold semata wayangnya bisa menikah dengan Alicia.


Tanpa sepengetahuan mereka berempat sepasang mata menatapnya dengan tatapan sendu hingga tidak berapa lama Arnold merasakan ada yang memperhatikan dirinya.


Arnold melihat sekilas istrinya sedang menatapnya dengan tatapan sendu membuat Arnold tersenyum menyeringai. Arnold dengan sengaja memeluk Isabel membuat Isabel tersenyum bahagia.


" Kak Arnold," gumam Alicia tapi masih terdengar jelas oleh dokter Ririn.


Dokter Ririn mengarahkan matanya ke arah samping dan melihat seorang pria tampan sedang memeluk wanita cantik bersama sepasang paruh baya membuat dokter Ririn mengerti.


" Apa kita pindah ke restoran?" tanya dokter Ririn.


xxxxxxxxxxxxxx


Apa jawaban Alicia? Tunggu bab selanjutnya ya.

__ADS_1


Ayo donk vote, like, komentar dan hadiahnya biar author semangat menulisnya.


Terima kasih atas vote, like, komentar dan hadiahnya.


__ADS_2