Mengubah Takdir : Dendam Sang Mafia

Mengubah Takdir : Dendam Sang Mafia
Arnold


__ADS_3

Plak


" Akhhhhhhhh... sakit..." teriak perawat itu kembali ketika Arnold menampar pipi kirinya hingga sudut bibirnya mengeluarkan darah segar.


" Aku tanya sekali lagi siapa yang menyuruhmu?" tanya Arnold dengan tatapan membunuh


Hening


Hening


" Rey," panggil Arnold


Rey berjalan ke arah meja di mana ada peti yang berisi alat - alat untuk menyiksa, Rey melihat ada cambuk kemudian diberikan oleh Arnold.


crash


" Akhhhhhhhhhhh..." teriak perawat tersebut ketika Arnold mencambuk tubuh perawat tersebut hingga mengeluarkan darah segar.


" Siapa yang menyuruhmu?" tanya Arnold mengulangi perkataannya.


Hening


" Rey," panggil Arnold kembali dengan nada dingin dan datar


Rey menepuk tangan satu kali kemudian dua orang datang sambil menarik masing - masing tangan seorang pria paruh baya dengan paksa membuat perawat membulatkan matanya dengan sempurna.


" Ayah," panggil perawat itu dengan lirih sambil menahan rasa sakit akibat tubuhnya di cambuk.


" Siapa yang menyuruhmu?" tanya Arnold mengulangi perkataannya lagi.


Hening


" Rey," panggil Arnold kembali


Dor


" Akhhhhhhhhhhh...." teriak pria paruh baya malang itu.


Bruk

__ADS_1


Rey mengeluarkan pistolnya di saku jasnya kemudian menembak kening pria tersebut dan langsung ambruk seketika bersamaan pria paruh baya itu meregang nyawanya.


" Ayahhhhhhhhh!!!!! " teriak perawat tersebut ketika ayah kandungnya meninggal di tempat tepat di depan matanya.


" Kau pembunuh!!!" teriak perawat itu menatap Arnold dengan tatapan tajam.


" Rey," panggil Arnold kembali


Rey kembali menepuk tangan satu kali kemudian dua orang datang sambil menarik masing - masing tangan seorang wanita paruh baya dengan paksa membuat perawat membulatkan matanya dengan sempurna.


" Ibu." panggil perawat itu dengan derai an air mata karena ayah kandungnya sudah meninggal tanpa bisa berbuat apa-apa untuk menolong ayah kandungnya sambil menahan rasa sakit akibat tubuhnya di cambuk.


Dor


" Akhhhhhhhhhhh...." teriak wanita paruh baya malang itu.


Bruk


Rey kembali menembak kening wanita tersebut dan langsung ambruk seketika bersamaan wanita paruh baya itu meregang nyawanya.


" Ibuuuuuuuuu!!!!!" teriak perawat tersebut ketika ibu kandungnya meninggal di tempat tepat di depan matanya sama seperti ayah kandungnya.


" Rey, tembak bahunya" perintah Arnold dengan nada dingin sambil menatap tajam ke arah perawat tesebut.


Dor


" Akhhhhhhhhh..." teriak perawat tersebut ketika Rey menembak bahunya hingga darah segar kembali keluar.


" Siapa yang menyuruhmu?" tanya Arnold mengulangi perkataannya.


" Tuan besar Lee yang memerintahkan aku untuk mematai nyonya muda," jawab perawat tersebut sambil tersenyum menyeringai.


" Apa maksudmu? Katakan yang lebih jelas!!" perintah Arnold dengan nada tidak percaya kalau daddynya tega melakukan hal tersebut.


" Waktu neneknya nyonya sakit dan di bawa ke rumah sakit, nyonya pergi ke kantin tapi ketika dalam perjalanan ke arah kantin nyonya tiba - tiba pingsan dan kebetulan ada seorang pria menolongnya di saat itu aku mengambil posisi yang bagus untuk memfotonya," jawab perawat tersebut sambil tersenyum puas karena sebentar lagi ayah dan anak akan bertengkar.


" Lalu ke dua foto tentang dua pria yang saling berpelukan dengan istriku?' tanya Arnold sambil menggengam ke dua tangannya dengan erat karena menahan amarahnya.


" Dua pria itu adalah kekasihku dan aku meminta bantuan tuan Arnold untuk mengedit wajahku di ganti dengan wajah nyonya," jawab perawat tersebut.

__ADS_1


" Hahahaha .... Aku tinggal melihat seorang tuan muda Arnold melawan tuan besar Lee karena tuan Lee telah berhasil memisahkan antara anak dan menantunya terlebih nyonya muda sedang hamil. Aku hanya berharap agar nyonya muda keguguran dan tuan muda Arnold merasa sangat bersalah," ucap perawat itu sambil tertawa lepas.


Dor


" Akhhhhhhhhhhh..." teriak perawat tersebut.


Arnold yang tidak bis menahan amarahnya mengambil paksa pistol yang di pegang oleh Rey kemudian menembak kening perawat tersebut dan langsung mati seketika.


Bruk


Ke dua kaki  Arnold tidak kuat menampung tubuhnya hingga berlutut di lantai ketika mengetahui bahwa istri yang sangat dicintainya telah di fitnah oleh ayah kandungnya terlebih dirinya memaksa Alicia untuk meminum obat penggugur kandungan membuat Arnold semakin bertambah bersalah dengan istrinya.


" Hiks..... Hiks..." Isak Arnold tanpa memperdulikan di anggap cengeng oleh Rey dan para anak buahnya.


" Rey, aku sangat menyesal kenapa aku percaya dengan foto itu? Kenapa aku hanya menuruti kemarahan ku? Seandainya saja waktu bisa di putar kembali aku akan menahan amarahku dan kejadian hal ini tidak akan mungkin terjadi," ucap Arnold.


Rey hanya bisa diam dan membiarkan Arnold mengeluarkan segala rasa sesak di hatinya hingga akhirnya Rey tidak tahan lagi melihat Arnold memukul - mukul dadanya agar rasa sesak dihatinya berkurang.


" Sudah cukup tuan, semua sudah terjadi dan kita tidak bisa mengembalikan waktu, hanya satu cara yaitu tuan mencari keberadaan nyonya Arnold," ucap Rey.


" Benar katamu Rey, aku akan mencari istriku hingga ketemu," ucap Arnold sambil berdiri.


" Kita pulang ke apartemenku," ucap Arnold dengan nada dingin dan datar.


" Kita tidak pergi ke rumah sakit untuk mengetahui kesehatan tuan besar Lee?" tanya Rey dengan ragu


xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx


Apa jawaban Arnold? Apa Arnold mau memaafkan tuan Lee? Tunggu di bab selanjutnya ya


Ayo donk vote, like, komentar dan hadiahnya biar author semangat menulisnya.


Author mengucapkan terima kasih banyak atas vote, like, komentar dan hadiahnya, maafkan author kalau ada komentar yang tidak di balas yang pasti author membaca semua komentar kalian. Semoga  Tuhan membalas kebaikan kalian semua dalam memberikan author vote, like, komentar dan hadiahnya.


Dari Author,


Yayuk Triatmaja


Terima kasih banyak buat para pembaca setiaku. 🌹🌹🌹🌹😘😘😘😘🌹🌹🌹🌹

__ADS_1


__ADS_2