Mengubah Takdir : Dendam Sang Mafia

Mengubah Takdir : Dendam Sang Mafia
Arnold


__ADS_3

" Apakah tuan besar Lee sudah mempunyai rencana untuk nyonya muda Alicia?" Tanya Alex penasaran.


" Sudah." Jawab tuan Lee singkat.


" Apa rencana tuan?" Tanya Alex penasaran.


" Kamu akan tahu nanti, sudahlah aku ingin memanjat lagi." Ucap tuan Lee.


Alex hanya diam tanpa banyak komentar lagi sedangkan tuan Lee berusaha naik pohon mangga setelah hampir setengah jam dirinya berhasil naik pohon mangga dan memetik beberapa mangga dan kini tuan Lee turun dari pohon mangga.


Bruk


" Akhhhhhhhh...." Teriak tuan Lee dan Alex serempak.


Karena tidak hati - hati salah satu kaki tuan Lee terpeleset dan terjatuh sedangkan Alex yang melihat bosnya hendak jatuh membuat Alex berusaha menahannya agar tidak terjatuh namun yang ada tubuhnya tidak kuat dan tertimpa tubuh tuan Lee membuat mereka berdua berteriak kesakitan terlebih Alex karena tertimpa badan tuan Lee.


Alex berada di bawah sedangkan tuan Lee berada di atas. Tuan Lee bangun dari tubuh Alex kemudian membantu Alex agar berdiri.


" Maaf tuan, tubuh saya sakit, bisakah tuan mengendarai mobil?" Tanya Alex penuh harap


" Baiklah." Jawab tuan Lee pasrah.


Mereka berjalan sambil menahan rasa sakit pada tubuhnya terlebih Alex menuju ke arah mobil. Tuan Lee masuk ke dalam mobil dan duduk di kursi pengemudi sedangkan Alex yang ingin duduk di kursi belakang pengemudi mendapatkan tatapan tajam.

__ADS_1


" Apakah aku sopir mu?" Tanya tuan Lee dengan nada dingin.


" Maaf tuan, saya tidak berani duduk berdampingan." Ucap Alex sambil turun dari mobil.


" Untuk hari ini pengecualian duduklah di sebelahku." Perintah tuan Lee.


" Baik tuan." Jawab Alex patuh.


Alex membuka pintu mobil kemudian duduk di samping pengemudi, setelah Alex masuk ke dalam mobil dan memasang sealbeltnya tuan Lee mengendarai mobil dengan kecepatan sedang menuju ke arah perusahaan miliknya.


Singkat cerita kini tuan Lee berada di ruang kerja dan berjalan ke arah kamar pribadinya sambil membawa beberapa mangga muda.


Ceklek


Tuan Lee membuka pintu ruang pribadinya dan melihat Arnold sedang tertidur dengan pulas membuat tuan Lee berjalan ke arah ranjang kemudian duduk di samping ranjang.


" Hoam... Ada apa dad?" Tanya Arnold sambil menguap.


" Ini mangga muda yang kamu minta." Ucap tuan Lee sambil memperlihatkan beberapa mangga ke arah Arnold.


" Daddy yang metik?" Tanya Arnold sambil bangun dan duduk di kepala ranjang.


" Tentu saja daddy yang metik." Ucap tuan Lee dengan bangga.

__ADS_1


" Bagus kalau begitu mangga nya daddy makan." Ucap Arnold tanpa dosa.


"Apa??? Daddy makan mangga muda???" Tanya tuan Lee dengan nada terkejut.


" Iya dad, Daddy mau kan memakan mangganya?" Tanya Arnold sambil tersenyum.


" Tidak." Jawab tuan Lee singkat dan tegas.


"Memangnya kenapa dad?" Tanya Arnold dengan mata berkaca-kaca.


" Arnold, mangga ini pasti sangat asam dan daddy tidak suka makan mangga muda." Ucap tuan Lee dengan nada tegas.


" Hiks... Hiks... Daddy tega..." Ucap Arnold sambil terisak.


" Arnold!!! Kenapa kamu jadi seperti anak kecil sih!!!" Bentak tuan Lee yang sangat kesal dengan putra kesayangannya menangis seperti anak kecil


" Huaaaaaa... " Tangis Arnold pecah ketika tuan Lee membentaknya.


Tuan Lee berusaha menahan amarahnya hingga beberapa saat kemudian tuan Lee menghembuskan nafasnya dengan perlahan setelah selesai tuan Lee membawa mangga tersebut ke arah wastafel.


xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx


Akankah tuan Lee mau memakan mangga? Tunggu di bab selanjutnya ya. Terima kasih banyak.

__ADS_1


Ayo donk vote, like, komentar dan hadiahnya biar author semangat menulisnya.


Terima kasih atas vote, like, komentar dan hadiahnya


__ADS_2