Mengubah Takdir : Dendam Sang Mafia

Mengubah Takdir : Dendam Sang Mafia
Aku ingin pulang


__ADS_3

" Maaf nyonya tidak pernah mereka datang menengok nyonya," ucap dokter tersebut.


" Baik dok, terima kasih," jawab mommy Cindy sambil tersenyum walau dalam hatinya sakit.


' Aku tidak boleh sedih sekarang aku harus belajar jalan setelah itu aku akan pergi dari kehidupan mereka karena aku ingin mengambil putriku dan merebut semua harta milik orang tuaku serta membalas dendam terhadap pria breng sek dan wanita ular itu," ucap mommy Cindy dalam hati.


" Sebentar lagi nyonya akan dipindahkan ke ruang perawatan," ucap dokter tersebut.


" Terima kasih dokter," jawab mommy Cindy.


" Sama - sama nyonya dan maaf saya akan mengecek pasien lainnya," ucap dokter tersebut.


" Baik dok," jawab mommy Cindy.


Dokter itupun pergi meninggalkan tempat tersebut dan tidak berapa lama datang daddy Axel dan Alex datang menemui mommy Cindy.


" Syukurlah kamu sudah sadar," ucap daddy Axel dengan nada dingin.


" Kakak marah padaku?" tanya mommy Cindy dengan tatapan sendu.

__ADS_1


" Tentu saja sangat marah dan membencimu, seandainya saja saat itu istriku tidak mendorongmu istriku masih hidup sampai sekarang," ucap daddy Axel sambil menatap tajam ke arah mommy Cindy.


" Seandainya aku bisa memilih lebih baik kak Angel yang hidup dari pada aku," jawab mommy Cindy dengan mata berkaca - kaca.


" Aku tidak percaya dengan apa yang kamu katakan," ucap daddy Axel.


" Mulai sekarang tante tidak kami ijinkan menginjakkan kaki di mansion milik daddy," ucap Alex sambil menatap tajam ke arah mommy Cindy.


" Jika memang itu yang kalian inginkan aku akan pergi dari kehidupan kalian," ucap mommy Cindy.


" Baguslah sudah sadar diri, oh ya semua barang - barangmu sudah di packing oleh kepala pelayan dan sebentar lagi salah seorang pelayan akan datang membawa koper mu," ucap daddy Axel.


" Aku tidak boleh terlarut dalam kesedihan, aku harus kuat, aku lebih baik pergi dari rumah sakit ini karena tubuhku juga sudah tidak ada yang sakit hanya saja sekarang aku lumpuh tapi aku harus semangat agar aku bisa jalan seperti dulu lagi," ucap mommy Cindy setelah dirinya selesai menangis.


Tidak berapa lama perawat datang bersamaan kedatangan pelayan milik tuan Albert yang membawa koper yang berisi pakaian dan barang - barang pribadi lainnya.


" Maaf nyonya, ini barang - barang nyonya," ucap pelayan tersebut.


" Terima kasih," jawab mommy Cindy.

__ADS_1


" Sama - sama nyonya," jawab pelayan tersebut.


" Suster aku ingin pulang saja dan tidak mau di rawat di sini," ucap mommy Cindy.


" Maaf nyonya, saya akan tanyakan dokter dulu," ucap perawat tersebut.


Mommy Cindy hanya menganggukkan kepalanya kemudian perawat itupun pergi meninggalkan mommy Cindy sendirian. Tidak membutuhkan waktu lama dokter dan perawat datang.


" Nyonya ingin pulang?" tanya dokter tersebut sambil memeriksa mommy Cindy.


" Iya dok, saya ingin pergi dari sini," ucap mommy Cindy.


Dokter tersebut menatap mommy Cindy karena suara mommy Cindy seperti orang habis menangis.


" Apa ada masalah?" tanya dokter tersebut.


Mommy Cindy menghembuskan nafasnya dengan perlahan sambil melirik sekilas ke arah perawat membuat dokter itu mengerti dan memerintahkan perawatnya untuk pergi.


" Nyonya ceritakan apa yang sebenarnya terjadi? Siapa tahu saya bisa membantu?" tanya dokter tersebut dengan nada lembut.

__ADS_1


__ADS_2