
Alex menekan tombol yang terletak di atas kepala Alicia kemudian menekannya dan tidak berapa lama dokter dan perawat datang, singkat cerita perlahan mommy Cindy membuka matanya dan menatap sekeliling ruangan hingga matanya menatap ke arah Alicia kemudian memeluknya sambil terisak.
" Hiks... hiks... hiks... seandainya saja aku menolak perjodohan pasti orang tuaku masih hidup," ucap mommy Cindy sambil terisak.
" Sssttt... sudah mom kita tidak bisa memutar waktu yang kita bisa kita lakukan adalah membalaskan dendam terhadap pria yang sangat jahat itu, wanita ular dan juga anaknya," ucap Alicia sambil membalas pelukannya.
" Benar apa yang kamu katakan kita bersama - sama membalaskan dendam ketiga orang itu," jawab mommy Cindy sambil menahan amarahnya.
" Sayang, kami berencana pergi ke luar negri apakah kamu kuat?" tanya mommy Cindy
" Kenapa kita pergi ke luar negri?" tanya Alicia.
" Daddy ada kerjaan di negara S selama lima tahun dan selama lima tahun kamu harus bisa ilmu bela diri untuk melawan mereka," ucap mommy Cindy yang ingin melakukan balas dendam terhadap mantan suaminya yang sangat di bencinya dan juga mantan sahabatnya yang sangat jahat dengan mereka.
Walau mommy Cindy belum resmi bercerai dirinya sudah menganggapnya bercerai terlebih mereka sudah berpisah bertahun - tahun lamanya.
" Alicia kuat mom, lebih baik kita pergi sekarang saja," ucap Alicia yang ingin melupakan semua yang telah terjadi.
__ADS_1
" Ok, kalau begitu daddy akan mengurus biaya administrasinya dan kalian daddy tunggu di ruang lobby," ucap daddy Axel.
" Baik dad," jawab mereka serempak.
Alex menekan tombol darurat kembali dan tidak berapa lama dokter dan perawat datang, sokter tersebut memeriksa Alicia setelah lima menit kemudian jarum infus yang menancap di pergelangan tangan Alicia di lepas. Singkat cerita kini mereka sudah berada di lobby rumah sakit dan bertemu daddy Axel, merekapun pergi meninggalkan rumah sakit menuju ke bandara. Di tempat yang berbeda Rey mendapatkan telepon dari anak buahnya yang melihat Alicia berada di rumah sakit membuat Rey langsung menuju ke kamar tuan Arnold.
tok tok tok
Ceklek
Rey membuka pintu kamar tuan Arnold dan melihat tuan Arnold sedang berdiri menatap ke arah balkon tanpa membalikkan badannya membuat Rey menghembuskan nafasnya perlahan.
" Benar katamu Rey?" tanya tuan Arnold sambil membalikkan badannya.
" Benar tuan," jawab Rey.
" Kalau begitu kita berangkat sekarang," jawab tuan Arnold dengan penuh semangat.
__ADS_1
" Maaf tuan, tuan lebih baik mandi dulu," ucap Rey dengan nada hati - hati takut tuan Arnold marah dan tersinggung.
" Memangnya kenapa?" tanya tuan Arnold dengan nada bingung.
" Bukankah tuan ingin menemui nyonya Arnold jadi tuan harus berpenampilan rapi," jawab Rey.
" Benar katamu, aku akan mandi dan siapkan mobil," perintah tuan Arnold.
" Baik tuan," jawab Rey.
Tuan Arnold berjalan ke arah kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya, sejak dirinya tahu kalau istrinya tidak bersalah membuat tuan Arnold malas melakukan apa - apa termasuk mandi dan malas makan hanya satu suap dua suap hingga tubuhnya mulai kurus dan wajahnya cekung karena rasa bersalah terhadap istrinya.
Singkat cerita kini mereka sudah sampai di rumah sakit yang di tuju, mereka berdua berjalan ke arah ruang informasi,
" Ruangan nyonya Alicia di mana?' tanya Rey.
" Tunggu sebentar tuan," ucap salah satu perawat.
__ADS_1
Perawat itu pun mengutak atik laptopnya hingga lima menit kemudian perawat itu menatap tuan Arnold tanpa berkedip.
" Maaf tuan, nama nyonya Alicia tidak pernah di rawat di rumah sakit ini," ucap perawat tersebut.