
" Arnold ingin makan mangga muda dan meminta daddy untuk memetiknya langsung dari pohon mangga setelah daddy mendapatkan mangganya Arnold meminta daddy untuk memakannya, Arnold menangis seperti anak kecil ketika daddy menolak untuk memakan mangga muda." ucap Arnold mengingat kejadian tadi siang.
" Apakah kamu mengalami muntah seperti daddy?" tanya nyonya Lee
" Daddy muntah?" tanya Arnold sambil menatap tuan Lee.
Tuan Lee menggelengkan kepalanya untuk tidak mengatakannya membuat Arnold menjadi bingung kemudian menatap wajah cantik nyonya Lee dengan tatapan menyelidik membuat Arnold bingung.
" Iya mom waktu Arnold di kantor dan di rumah." ucap Arnold yang tidak bisa berbohong dengan nyonya Lee.
" Siapa gadis yang kamu hamili?" tanya nyonya Lee sambil menatap tajam ke arah Arnold.
" Maksud mommy apa?" tanya Arnold
" Gejala yang kamu sebutkan mirip orang lagi hamil dan ngidam jadi siapa gadis yang kamu hamili?" tanya nyonya Lee mengulangi perkataannya.
" Alicia mom, tapi aku tidak yakin kalau Alicia hamil anakku," jawab Arnold.
" Apa??? Kamu dan Alicia..." ucap nyonya Lee menggantungkan kalimatnya seakan tak percaya apa yang di dengarnya.
Bruk
" Maaf mom, dad sebenarnya Arnold dan Alicia sudah menikah secara diam - diam," ucap Arnold berlutut di depan ke dua orang tuanya.
" Kenapa Arnold? Kenapa kamu diam - diam menikah dengan Alicia? Apakah kamu tahu mommy sangat bahagia jika seandainya kamu menikah dengan Alicia?" ucap nyonya Lee.
" Karena daddy tidak menyetujui hubunganku dengan Alicia, kami akan memberitahukan pernikahan kami jika daddy menyetujuinya." ucap Arnold.
" Kenapa daddy tidak setuju?" tanya nyonya Lee sambil menarik ke dua tangan Arnold agar berdiri.
Tuan Lee menceritakan semua tanpa ada yang ditutup - tutupi sedangkan nyonya Lee hanya diam mendengarkan ucapan suaminya hingga suaminya selesai menceritakan.
" Tidak semua wanita itu sama dad, apalagi mommy merasa kalau Alicia beda dengan wanita lain," ucap nyonya Lee.
" Tapi daddy merasa wanita itu sama seperti Anabel, dari keturunannya saja sudah jelas, buktinya dia berselingkuh sama seperti yang dilakukan ke dua orang tuanya," ucap tuan Lee bersikeras.
" Apa yang membuatmu tidak yakin kalau Alicia hamil bukan anakmu?" tanya nyonya Lee yang enggan berdebat dengan suaminya karena dirinya tahu akan sifat suaminya yang menganggap dirinya selalu benar.
" Karena Arnold mendapatkan 3 kiriman foto kalau Alicia berselingkuh dengan tiga pria," ucap Arnold.
" Apa kamu sudah menanyakan pada Alicia?" tanya nyonya Lee
" Sudah mom, tapi Alicia hanya mengaku satu pria karena aku marah aku mengusirnya," ucap Arnold yang tidak berani mengatakan kalau dirinya menampar Alicia.
" Kalau memang Alicia hamil dengan pria lain tidak mungkin kamu dan daddy mengalami muntah dan ngidam," ucap nyonya Lee.
__ADS_1
" Bukankah muntah dan ngidam hanya dialami oleh wanita hamil?" tanya Arnold
" Tidak semua wanita hamil kadang pasangannya yang mengalaminya juga," ucap nyonya Lee
" Berarti daddy juga menghamili wanita lain donk mom," ucap Arnold
Peletak
" Aduh daddy, kenapa menjitak kepala Arnold?" protes Arnold
" Kamu kalau ngomong asal, ya sudah daddy akan masakin cumi bakar kecap," ucap tuan Lee berusaha mengalihkan perhatian dan berjalan ke arah pintu kamar Arnold meninggalkan tempat tersebut.
" Cepat masak dad, Arnold sangat lapar," ucap Arnold sebelum tuan Lee menghilang dari balik pintu.
" Arnold, bagaimana kalau ternyata Alicia memang hamil anakmu?" tanya nyonya Lee
Deg
Jantung Arnold berdetak kencang ketika nyonya Lee mengatakan hal tersebut tapi berusaha ditepisnya walau jauh di hati yang paling terdalam dirinya merasa sangat bersalah jika seandainya Alicia benar - benar hamil dan anak dalam kandungan istrinya adalah anaknya.
" Arnold tidak yakin mom." ucap Arnold berusaha menepis rasa bersalah.
" Jika memang bukan, kenapa kamu dan daddy mu sama - sama muntah dan kamu ngidam?' tanya nyonya Lee.
" Mungkin hanya kebetulan mom," jawab Arnold berusaha untuk menyangkal.
" Arnold bingung mom," ucap Arnold.
" Apa yang membuatmu bingung?" tanya nyonya Lee.
" Di satu sisi Arnold tidak percaya kalau Alicia seperti Anabel yang tega mengkhianati Arnold tapi di sisi lain ketika daddy mengatakan itu membuat Arnold bimbang antar percaya atau tidak," ucap Arnold.
" Sekarang mommy minta tanyakan pada hati nurani kamu apakah Alicia sifatnya seperti Anabel atau bukan," ucap nyonya Lee.
" Iya mom," jawab Arnold.
" Mommy akan menemani daddy masak," ucap nyonya Lee sambil berjalan meninggalkan Arnold sendirian.
Arnold berjalan ke arah balkon sambil menatap langit dan melihat bintang - bintang berkelap-kelip hingga tidak berapa lama kemudian ponsel milik Arnold berdering membuat Arnold membalikkan badannya dan berjalan ke arah meja dekat ranjang.
Arnold melihat di ponselnya orang kepercayaannya yang bernama Rey menghubungi dirinya. Arnold mengambil ponselnya kemudian menggeser tombol berwarna hijau dan menempelkannya di telinganya.
" Ada apa Rey?" tanya Arnold tanpa basa basi.
" Tuan ada berita buruk dan saya harap jantung tuan kuat mendengar berita buruk ini." ucap Rey dengan suara tercekat.
__ADS_1
" Katakan ada apa?" tanya Arnold penasaran.
" Berita pertama nenek Alicia meninggal dunia dan sudah dikuburkan oleh nyonya Alicia bersama dokter Ririn, berita ke dua orang yang menyumbangkan darah nyonya besar adalah nyonya Alicia dan berita ke tiga foto nyonya Alicia berpelukan dengan pria lain memang benar tapi..." ucap Rey menggantungkan kalimatnya.
" Tapi apa Rey?" tanya Arnold penasaran dengan jantung semakin berdebar kencang.
" Tapi pria itu menolong nyonya Alicia ketika nyonya Alicia tidak sadarkan diri di rumah sakit dan ada seseorang yang memotretnya. Pria itu menolongnya dan membawanya ke ruang ugd dan kata dokter nyonya Alicia hamil karena itulah nyonya Alicia tidak sadarkan diri," ucap Rey.
duar
duar
Bagai petir di siang hari itu yang digambarkan dalam diri Arnold membuat Arnold ambruk dan berlutut di lantai tidak berapa lama air matanya keluar, air mata penyesalan mengingat ketika dirinya menampar istrinya dan menuduhnya selingkuh.
" Berarti istriku hamil dan anak yang di kandung istriku adalah anakku?" tanya Arnold seakan tak percaya apa yang didengarnya.
" Benar tuan," Jawab Rey.
" Apakah kamu tahu di mana istriku berada?" tanya Arnold.
" Nyonya Alicia tinggal bersama dokter Ririn," jawab Rey
" Kamu antarkan aku ke rumah dokter Ririn, aku akan menjemput istriku dan mengantarnya pulang," ucap Arnold.
" Baik tuan," jawab Rey
Tut Tut Tut
" Hiks.... Hiks... Hiks... Maafkan aku Alicia... Kesalahanku sangat fatal... maafkan papi yang tidak berfikir panjang kalau kamu adalah anak papi," ucap Arnold sambil menangis terisak menyesali perbuatannya karena melakukan kesalahan fatal.
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
Apa yang terjadi selanjutnya? Apakah mereka akan di pertemukan kembali? Tunggu bab selanjutnya ya.
Ayo donk vote, like, komentar dan hadiahnya biar author semangat menulisnya.
Author mengucapkan terima kasih banyak atas vote, like, komentar dan hadiahnya, maafkan author kalau ada komentar yang tidak di balas yang pasti author membaca semua komentar kalian dan author sangat berterima kasih yang tak terhingga hingga karya saya masuk ke karya digemari oleh masyarakat. Semoga Tuhan membalas kebaikan kalian semua dalam memberikan author vote, like, komentar dan hadiahnya.
Dari author Yayuk Triatmaja
🌹
Terima kasih sudah mampir di ceritaku.
Oh iya, ini ada karya teman ku di jamin pasti ok punya.... bisa mampir dan nikmati untuk para pembaca novel setiaku dengan judul :
__ADS_1
🌹🌹🌹 Terima kasih banyak yang sudah mampir ke ceritaku.