
" Tidur jangan terlalu malam," ucap suaminya sambil berjalan ke arah ranjang.
" Iya dad, oh ya dad tadi aku mendengar cerita kalau keluarganya dan suaminya Alicia tidak menginginkan kehadirannya hingga neneknya meninggal tapi kenapa perasaanku sangat sakit?" tanya mommy Cindy sambil mere mas dadanya yang tiba - tiba terasa sakit.
Suaminya hendak berbaring namun ketika melihat istrinya sedang mere mas dadanya langsung turun dari ranjang kemudian berjalan dengan langkah cepat menuju ke arah istrinya.
" Ada apa mom? mana yang sakit?" tanya suaminya.
" Dadaku terasa nyeri dad dan jujur dad dari kemarin aku teringat dengan orang tuaku karena itu bolehkah aku minta satu hal?" tanya mommy Cindy.
Arnold langsung berlutut sambil memeluk surat itu dan menangis dirinya tidak perduli dikatakan anak kecil sedangkan tuan Lee sangat terkejut dengan apa yang ditulis oleh Alicia. Hatinya terasa sangat sakit ketika mengetahui ternyata Alicia tidak seburuk yang dikatakannya, dirinya sangat menyesal karena memisahkan Alicia dengan putranya membuat dadanya sangat sakit.
Bruk
" Daddy!!!" Teriak mereka serempak.
Tuan Lee ambruk dan tidak sadarkan diri membuat Arnold dan Rey membawa tuan Lee ke rumah sakit bersama nyonya Lee.
Rey mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi dan tidak memperdulikan suara klakson yang saling bersahutan karena Rey mendahului mobil karena bagi Rey keselamatan tuan Lee lebih penting.
Singkat cerita kini mereka bertiga berada di ruang UGD menunggu tuan Lee yang masih berada di dalam dengan ditangani oleh dokter sedangkan Arnold mengusap wajahnya dengan kasar kemudian menatap Rey yang masih berdiri dan bersandar di tembok menatap arah pintu UGD.
" Rey, bukankah neneknya Alicia di rawat di sini?" tanya Arnold
" Benar tuan dan kini neneknya sudah meninggal dunia serta sudah di kubur," jawab Rey.
" Aku tahu Rey karena kamu sudah cerita padaku, aku hanya minta kamu temui bagian cctv siapa orang yang telah berani memfitnah istriku dengan memfoto waktu istriku waktu istriku tidak sadarkan diri di rumah sakit," perintah Arnold.
" Baik tuan," jawab Rey
" Jika sudah menemukannya bawa dia ke markas," perintah Arnold dengan nada dingin.
" Baik tuan," jawab Rey.
Rey berjalan ke arah ruang cctv setelah lima menit kemudian Rey sudah keluar dari ruang cctv sambil membawa usb, mata elang Rey melihat dokter Ririn sedang berjalan bersama seorang pria yang juga sama - sama seorang dokter dan mereka berdua sedang mengobrol sambil tertawa bersama. Entah kenapa Rey merasa hatinya terbakar dan tanpa sadar berjalan mendekati mereka berdua.
Grep
" Sayang, kenapa datang ke rumah sakit tidak kabarin aku? akukan bisa menjemputmu." ucap Rey sambil memeluk pinggang dokter Ririn dari arah samping sambil menatap tajam ke arah pria itu yang seakan ingin membunuhnya.
__ADS_1
" Maaf, aku mau melihat pasien lainnya," pamit dokter pria tersebut dengan tubuh gemetar menahan rasa takut akan aura membunuh Rey.
" Ok." jawab dokter Ririn singkat.
Dokter pria itupun pergi meninggalkan mereka berdua sedangkan dokter Ririn berusaha melepaskan tangan Rey yang memeluk pinggangnya.
" Lepas," ucap dokter Ririn dengan nada dingin.
" Tidak dan jangan coba - coba untuk memberontak," Ancam Rey tegas.
Dokter Ririn hanya bisa pasrah dan membiarkan Rey menarik pinggang dokter Ririn dan berjalan ke tempat yang agak sepi hingga akhirnya Rey berhenti begitu pula dengan dokter Ririn.
Rey merapatkan pelukannya hingga tubuh dokter Ririn menempel tubuhnya kemudian mencium bibir dokter Ririn yang sudah menjadi candunya kemudian ********** hingga dokter Ririn menepuk - nepuk bahu Rey kalau dirinya kehabisan nafas barulah Rey melepaskan ciumannya.
" Manis," ucap Rey sambil menjilat bibirnya sambil tersenyum menatap dokter Ririn sambil men lap bibir dokter Ririn yang basah bekas saliva Rey.
bugh
" Ciumanku kamu curi lagi," pekik dokter Ririn sambil memukul bahu Rey.
" Pukul lah karena aku tidak merasakan sakit sedikitpun," Goda Rey sambil tersenyum.
Grep
" Jangan sentuh itu kalau kamu tidak mau aku makan," ancam Rey sambil menahan tangan dokter Ririn.
" Lepaskan tanganku, aku ingin pulang," ucap dokter Ririn tanpa menjawab ucapan Rey.
" Baik aku akan lepaskan tapi hanya dengan satu syarat jangan pernah dekati pria lain selain aku," ucap Rey posesif.
" Kenapa aku menuruti keinginan kak Rey? Memang kak Rey kekasihku?" tanya dokter Ririn.
" Ya benar, mulai sekarang dan seterusnya kamu adalah kekasihku dan tidak akan aku ijinkan kamu mendekati pria lain," ucap Rey.
" Tapi aku tidak mau menjadi kekasih kak Rey jadi buang jauh - jauh kalau kita adalah pasangan kekasih karena bagiku pria itu sama hanya suka mempermainkan wanita." ucap dokter Ririn dengan nada dingin walau dalam hatinya entah kenapa sangat sakit ketika mengatakan hal itu.
" Tidak semua pria menyakiti wanita," ucap Rey.
" Memang tidak semua tapi maaf untuk saat ini aku ingin sendiri dan anggap saja kita tidak saling kenal." ucap dokter Ririn sambil menarik tangannya kemudian dokter Ririn membalikkan badannya dan berjalan meninggalkan Rey sendirian.
__ADS_1
" Akan aku pastikan kalau aku bukan pria seperti mantan pria brengs*k itu," ucap Rey sambil menatap punggung dokter Ririn meninggalkan dirinya.
Dokter Ririn tidak menjawab ucapan Rey sedangkan Rey mengambil ponselnya untuk menghubungi seseorang setelah selesai Rey menyimpan kembali ponselnya di saku jasnya kemudian melangkahkan kakinya ke arah ruang UGD untuk menemui Arnold.
Rey melihat pintu ruangan UGD terbuka dan melihat tuan Arnold terbaring di brangkar dengan wajah pucat nya di dorong oleh dua perawat menuju ruang perawatan.
" Bagaimana?" tanya Arnold dengan nada dingin.
" Pelakunya adalah salah satu perawat yang merawat nenek Alicia dan aku sudah memerintahkan anak buah kita untuk menangkapnya dan langsung di bawa ke markas." Jawab Rey.
" Mommy aku dan Rey mau pergi nanti aku ke sini menemani mommy dan daddy," ucap Rey.
" Pergilah dan hati - hati," jawab nyonya Lee.
Arnold dan Rey pergi meninggalkan rumah sakit sedangkan nyonya Rey berjalan ke arah ruang perawatan dimana suaminya sedang di rawat.
Nyonya Lee masuk ke dalam ruang perawatan dan melihat suaminya perlahan membuka matanya dan menatap wajah istrinya dengan tatapan sendu membuat nyonya Lee mendekati suaminya kemudian menggenggam tangannya yang tidak ada selang infus.
" Apakah sekarang suamiku sudah menyesal?" tanya nyonya Lee
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
Apa yang akan dikatakan tuan Lee ? Tunggu di bab selanjutnya ya
Ayo donk vote, like, komentar dan hadiahnya biar author semangat menulisnya.
Author mengucapkan terima kasih banyak atas vote, like, komentar dan hadiahnya, maafkan author kalau ada komentar yang tidak di balas yang pasti author membaca semua komentar kalian. Semoga Tuhan membalas kebaikan kalian semua dalam memberikan author vote, like, komentar dan hadiahnya.
Dari Author,
Yayuk Triatmaja
🌹
Terima kasih sudah mampir di ceritaku.
Oh iya, ini ada karya teman ku di jamin pasti ok punya.... bisa mampir dan nikmati untuk para pembaca novel setiaku dengan judul :
__ADS_1
Terima kasih banyak buat para pembaca setiaku. 🌹🌹🌹🌹😘😘😘😘🌹🌹🌹🌹