
Alicia membalas pelukan dokter Ririn dengan berlinang air mata membuat dokter Ririn menepuk punggung Alicia agar rasa sesaknya berkurang.
" Maaf nyonya, nenek nyonya mau di bawa pulang atau bagaimana?" Tanya dokter Ririn sambil mendorong perlahan tubuh Alicia.
" Langsung di makamkan saja dok." Ucap Alicia dengan wajah linglung nya.
" Keluarga atau sanak saudara yang bisa dihubungi? Tanya dokter Ririn.
" Ada ayahku tapi ayahku sangat membenciku karena lebih sayang dan perduli dengan istri barunya dan anak tirinya." Ucap Alicia dengan menatap dokter Ririn dengan tatapan sendu.
" Nyonya bisa bangun dan berjalan?" tanya dokter Ririn.
" Bisa dok," jawab Alicia
" Syukurlah dan kebetulan sore ini aku bebas, aku akan membantumu mengurus pemakaman nenek nyonya." Ucap dokter Ririn.
" Terima kasih dok dan aku minta panggil aku dengan sebutan Alicia." Ucap Alicia.
" Baiklah Alicia dan kamu juga panggil aku dengan sebutan kakak karena sepertinya aku lebih tua darimu." Ucap Ririn.
" Baik kak." Jawab Alicia
Alicia turun dari brankar dengan di bantu oleh dokter Ririn dan Alicia mengurus bagian administrasi dengan di bantu dokter Ririn setelah selesai mereka mengurus pemakaman nenek Alicia. Singkat cerita kini Alicia memeluk nisan neneknya sambil terisak membuat dokter Ririn hanya bisa mengusap punggung Alicia dengan air mata tidak berhenti keluar karena melihat kesedihan Alicia.
" Hiks... Hiks... Hiks... Nenek, sekarang aku tinggal sama siapa? Kak Arnold membenciku dan mengusirku karena menuduh kalau aku selingkuh. Hiks... Hiks... Hiks... Aku tidak tahu siapa yang mengirim foto - fotoku dan memfitnahku dengan keji." Ucap Alicia sambil terisak.
" Alicia, tinggallah denganku." Ucap dokter Ririn yang merasa iba dengan Alicia.
" Aku tidak ingin merepotkan kakak." Ucap Alicia.
" Kamu sudah aku anggap sebagai adikku jadi kakak tidak merasa repot kalau adik kakak tinggal bersamaku terlebih kakak tinggal sendirian." ucap dokter Ririn.
" Maaf, apakah kakak sudah menikah? Maaf kak bukan maksud apa - apa hanya saja jika kakak sudah menikah aku tidak enak dengan suami kakak." Ucap Alicia.
__ADS_1
" Kakak belum menikah." Ucap dokter Ririn.
" Maaf kak." Ucap Alicia tidak enak hati.
" Santai saja, kita pulang sekarang yuk? Nanti kakak akan ceritakan kenapa kakak belum berfikir untuk menikah." Ucap dokter Ririn.
" Baik kak." Jawab Alicia.
Alicia mencium papan nisan neneknya kemudian berusaha berdiri karena ke dua kakinya kesemutan hal itu membuat dokter Ririn membantunya berdiri, mereka pergi meninggalkan area pemakaman menuju ke rumah dokter Ririn.
" Dulu kakak punya kekasih dan enam hari lagi kami akan menikah." Ucap dokter Ririn sambil mengendarai mobil dengan kecepatan sedang.
Alicia hanya diam sambil menunggu cerita selanjutnya sedangkan dokter Ririn menghembuskan nafasnya dengan perlahan untuk menghilangkan rasa sesak di hatinya. Walau sudah empat tahun yang lalu tapi rasa sakit itu masih ada.
" Di rumah sakit tempat kakak berkerja mengadakan seminar di hotel xxxx, kakak datang bersama teman - teman dokter lainnya namun ketika seminar sudah selesai kakak keluar dari ruangan tersebut namun baru sampai di depan pintu tanpa sengaja kakak melihat kekasih kakak berpelukan mesra dengan wanita. Kakak bersembunyi dari balik pintu kemudian mereka berjalan ke arah kamar yang mereka pesan sambil berciuman." Ucap dokter Ririn sambil menepikan mobilnya di jalan.
Alicia membelai punggung dokter Ririn untuk mengurangi rasa sesak di hatinya sambil menunggu cerita selanjutnya.
" Kamu tahu apa yang di katakan oleh kekasihku? Salah dia bukan kekasihku tapi pria brengsek itu julukan yang tepat untuknya." Ucap dokter Ririn sambil mengusap air matanya yang sebentar lagi akan keluar.
" Hatiku sangat hancur ketika mendengar hal itu hingga mereka masuk ke dalam kamar hotel." Ucap dokter Ririn.
Grep
Alicia menarik tangan dokter Ririn kemudian memeluknya dan dokter Ririn pun membalas pelukannya, Alicia menepuk punggung dokter Ririn berulang - ulang ketika dokter Ririn menangis.
" Besoknya aku datang ke rumah keluarga pria brengsek itu untuk mengatakan kalau pernikahan kami batal bersama tanteku karena ke dua orang tuaku tinggal di luar negri dan dua hari lagi akan pulang." Ucap dokter Ririn sambil melepaskan pelukannya begitu pula dengan Alicia.
" Tapi ketika kami sampai di rumah keluarganya aku melihat pria brengsek itu memeluk wanita yang sama waktu mereka berada di hotel. Mereka sangat terkejut terlebih pria brengsek itu langsung melepaskan pelukannya. Aku langsung mengatakan kalau pernikahannya batal sambil melepaskan cincin pertunangan kami kemudian aku melemparkan ke wajahnya. Keluarganya sangat marah karena undangannya sudah di sebar tapi aku tidak perduli karena aku tidak mau menikah dengan pria brengsek itu." Ucap dokter Ririn.
" Aku dan tanteku langsung pergi meninggalkan tempat itu dan sejak saat itu hatiku tertutup untuk pria lain sampai dengan sekarang." Ucap dokter Ririn mengakhiri ceritanya.
" Bagaimana denganmu?" tanya dokter Ririn.
__ADS_1
" Kakak ingat waktu aku pingsan dan ada seorang pria yang menggendongku?" tanya Alicia tanpa menjawab pertanyaan dokter Ririn.
" Ya kakak ingat." Jawab dokter Ririn karena pada saat itu dokter Ririn kebetulan berada di ruang ugd.
" Ketika aku pingsan pria itu memelukku dan ada orang yang memotretnya kemudian orang itu mengirim ke suamiku," ucap Alicia.
" Lalu suamimu percaya dengan foto itu?" tebak dokter Ririn.
" Iya benar dan bukan itu saja ada dua kiriman foto lagi aku berpelukan dengan dua pria lain sedangkan aku sama sekali tidak mengenal ke dua pria itu," ucap Alicia.
" Kamu tidak menjelaskan?" tanya dokter Ririn.
" Ketika aku ingin menjelaskan dia..." Ucap Alicia menggantungkan kalimatnya.
" Suamimu menamparmu," tebak dokter Ririn.
" Ya benar, dari mana kakak tahu?" tanya Alicia dengan nada bingung.
" Bekas tamparannya tercetak jelas di pipimu," Jawab dokter Ririn.
" Benar kak, suamiku menamparku," ucap Alicia.
" Apakah kamu tidak kasih tahu kalau kamu hamil?" tanya dokter Ririn
" Kok kakak tahu kalau aku hamil?" tanya Alicia dengan nada bingung.
" Tentu saja tahu waktu kamu pingsan kan aku minta tolong perawat untuk membawamu ke ugd dan kakak memeriksa mu." Ucap dokter Ririn menjelaskan kenapa dirinya tahu.
" Suamiku tidak mengakui kalau anak yang aku kandung adalah anaknya dan menuduhku kalau anak ini adalah anak dari hasil aku berselingkuh bahkan memberiku obat penggugur kandungan tapi aku berusaha agar obat itu tidak masuk ke dalam tenggorokanku. Oh ya bagaimana dengan anakku? Apakah anakku baik - baik saja?" Tanya Alicia dengan nada kuatir.
xxxxxxxxxxxxxx
Apa jawaban dokter Ririn? di tunggu bab selanjutnya ya.
__ADS_1
Ayo donk vote, like, komentar dan hadiahnya biar author semangat menulisnya.
Terima kasih atas vote, like, komentar dan hadiahnya.