
xxxxx Adegan Mengandung Kekerasan Jangan Di Tiru Jika Tidak Suka Mohon Di Skip xxxx
" Kalian berlima hukum ke dua wanita ular itu, terserah apa yang kalian lakukan aku tidak perduli," perintah tuan Arnold dengan nada dingin.
" Baik tuan," Jawab mereka serempak.
" Sayang, aku mohon jangan lakukan itu padaku... Hiks... Hiks... Apa salahku?" tanya Anabel.
" Kesalahan kalian adalah menyakiti orang yang aku cintai," ucap tuan Arnold sambil menatap ke tiganya dengan tatapan membunuh.
" Lakukan sekarang!!!" perintah tuan Arnold.
" Baik tuan," jawab ke lima nya dengan serempak.
Sretttt Sretttt
" Sayang aku mohon jangan lakukan ini padaku, apa salahku?" tanya Anabel
Sretttt Sretttt
" Nak Arnold, apa salah tante padamu?" tanya ibunya Anabel.
__ADS_1
Dua orang menarik pakaian ibu kandung Anabel sekaligus ibu tiri Alicia sedangkan tiga orang menarik pakaian milik Anabel hingga tubuh mereka polos tanpa sehelai benangpun sedangkan ke dua wanita itu berusaha memberontak tapi tidak bisa malah pergelangan ke dua tangan dan ke dua kakinya menjadi merah karena ikatannya terlalu kuat.
" Kesalahan kalian berdua adalah kalian menyiksa Alicia jadi nikmatilah hukuman kalian," jawab tuan Arnold.
Jleb Jleb
" Akhhhhhhhhhhh..... Sakit!!!" teriak ibunya Anabel ketika dua pria memasukkan tombak saktinya dari depan dan belakang.
Setelah selesai ke dua pria itu melepaskan satu persatu pakaiannya hingga polos tanpa sehelai benangpun kemudian tanpa pemanasan terlebih dahulu memasukkan tombak saktinya ke arah goa yang di penuhi rumput berwarna hitam sedangkan pria satunya memasukkan tombak saktinya dari arah belakang.
Walau sering melakukan bersama mantan suami pertamanya dan suami ke duanya sekaligus ayah kandung Alicia tapi karena tidak ada pemanasan terlebih dahulu membuat ibunya Anabel berteriak kesakitan. Ke dua pria itu tidak mempedulikannya sedangkan ayah kandung Alicia memaki ke dua anak buah tuan Arnold.
Plak
Plak
" Diam kamu pria tua!!! Lihat saja apa yang dilakukan oleh ke dua temanku," ucap pria ke dua yang tadi menarik pakaian milik Anabel kemudian menampar pipi kiri hingga sudut bibirnya mengeluarkan darah segar.
Bugh
" Sekali lagi mengeluarkan suara maka kami tidak segan - segan memukulmu," ancam pria ke tiga kemudian memukul wajah pria tersebut.
__ADS_1
Pria paruh baya itupun membuang salivanya dengan bercampur darah akibat pukulan ke tiga pria tersebut sedangkan ke tiga pria itu berjalan ke arah Anabel sambil melepaskan satu persatu pakaiannya hingga polos tanpa sehelai benangpun sedangkan Anabel menelan salivanya dengan susah payah kemudian menatap wajah Arnold dengan tatapan memohon.
" Sayang, aku masih menjaga kehormatan ku jadi aku mohon padamu agar sayangku pria pertama yang menyentuhku bukan mereka bertiga dan aku akan melakukan apapun keinginanmu," mohon Anabel.
" Cih, aku tidak sudi menyentuh tubuhmu, kalian bertiga lakukan cepat!!!" perintah tuan Arnold.
" Baik tuan," jawab mereka bertiga serempak.
" Lepaskan ikatannya dan lakukan bersama - sama sampai kalian bertiga benar - benar puas," ucap tuan Arnold tanpa punya perasaan empati sedikitpun.
" Baik tuan," jawab mereka bertiga serempak lagi.
Mereka bertiga melepaskan ikatan ke dua tangan dan ke dua kakinya kemudian pria pertama memegang ke dua tangan Anabel sedangkan pria ke dua memegang ke dua kaki Anabel dan langsung membaringkannya di lantai.
Pria ke tiga menaiki tubuh Anabel sambil memasukkan tombak saktinya ke dalam goa milik Anabel dan dengan mudah tombak saktinya masuk ke dalam goa milik Anabel tapi karena belum ada pemanasan membuat Anabel berteriak kesakitan.
" Akhhhhhhhh.... Sakit... Aku mohon lepaskan." mohon Anabel sambil berusaha berontak.
Karena ke dua tangan tangan dan ke dua kakinya masing - masing di pegang oleh dua pria tersebut membuat Anabel hanya bisa menggeliatkan tubuhnya ke sana ke mari seperti cacing kepanasan sedangkan tuan Arnold hanya menatapnya dengan tatapan datar dan menikmati kesakitan yang di alami oleh Anabel.
Plak
__ADS_1
" Berisik, punyamu dah doll jadi jangan berisik," ucap pria tersebut kemudian menampar pipi Anabel.
" Cihhhhh... Dasar penipu... Bilangnya masih menjaga kehormatan tapi ternyata..." ucap tua Arnold menggantungkan kalimatnya.