
" Arnold, apakah kamu tidak menengok daddy?" tanya tuan Lee penuh harap.
" Arnold sibuk dad," jawab tuan Arnold dengan nada malas.
" Daddy, sakit Arnold," ucap tuan Lee
" Kalau besok tidak sibuk Arnold akan datang," ucap tuan Arnold.
" Sungguh Arnold?" tanya tuan Lee sambil tersenyum bahagia
" Tapi Arnold tidak janji dad dan maaf dad, Arnold lagi sibuk," jawab tuan Arnold.
Tut Tut Tut
Sambungan komunikasi langsung diputuskan secara sepihak oleh tuan Arnold sedangkan asisten Rey hanya bisa diam karena dirinya tahu kalau tuan Arnold sangat kecewa dengan tuan Lee.
Tidak berapa lama ponsel milik tuan Arnold berdering sekali tanda ada pesan masuk membuat tuan Arnold membuka pesan tersebut dengan malas namun matanya langsung membulat sempurna sambil tersenyum bahagia.
( " Jika suamiku sudah tahu kebenarannya hanya satu yang aku minta, tolong maafkan daddy dan lupakan apa yang telah terjadi. Jika suamiku tidak melakukannya sungguh suamiku telah melukai aku untuk ke tiga kalinya. Yang pertama suamiku telah melukai hatiku bersama wanita lain dan yang ke dua suamiku ingin melenyapkan anak kita yang tidak berdosa. Kalau kita memang ditakdirkan untuk bersatu suatu saat nanti kita pasti akan berkumpul kembali seperti dulu lagi bersama dengan anak kita tapi jika memang kita ditakdirkan untuk tidak bersama aku merelakan dirimu untuk menikah dengan wanita lain sedangkan aku akan hidup bersama anak - anak kita." )
__ADS_1
Tuan Arnold langsung menghubungi nomer tersebut tapi tidak aktif hingga empat kali nomer tersebut tetap tidak aktif membuat tuan Arnold berteriak frustrasi.
" Akhhhhhhhh.....!!!!" teriak tuan Arnold
" Maaf tuan ada apa?" tanya asisten Rey
" Kita ke rumah sakit menemui daddy," pinta tuan Arnold tanpa menjawab pertanyaan asisten Rey,
" Baik tuan," jawab asisten Rey dengan nada bingung.
" Alicia mengirim pesan padaku untuk memintaku agar menemui daddy," ucap tuan Arnold yang mengerti kebingungan asisten Rey.
" Iya Rey tapi sayang ponselnya tidak aktif." jawab tuan Arnold sambil matanya menatap ke arah samping melihat orang lalu lalang dari jendela mobilnya.
" Nanti coba lagi tuan dan kalau nanti tidak bisa juga aku akan meminta bantuan IT untuk melacak GPS nyonya Arnold," ucap asisten Rey..
Tuan Arnold hanya menganggukkan kepalanya dan setelah itu tidak ada lagi yang diobrolkan masing - masing sibuk dengan pikiran masing - masing hingga tidak terasa mereka sudah sampai di rumah sakit.
Tuan Arnold turun dari mobil dan turun dengan angkuh tanpa memperdulikan tatapan lapar dari para gadis dan para wanita menuju ke ruang perawatan dimana tuan Lee sedang berbaring.
__ADS_1
Ceklek
Tuan Arnold membuka pintu ruang perawatan dan melihat tuan Lee terbaring di ranjang sambil tersenyum bahagia karena dirinya sangat senang sekaligus kaget karena tiba - tiba putra kesayangannya datang menjenguknya.
" Arnold, daddy sangat senang kamu datang ke sini," ucap tuan Lee.
" Daddy tahu, ini semua permintaan istriku Alicia," ucap Fico
" Alicia? Sekarang kemana Alicia? daddy ingin meminta maaf sama Alicia," jawab tuan Lee sambil pandangan matanya mengarah ke pintu.
" Alicia hanya mengirim pesan yang isinya memintaku melupakan apa yang dilakukan daddy terhadap Alicia jika tidak Arnold akan melukai Alicia lagi," jawab tuan Arnold yang mengerti arah pandangan tuan Arnold.
" Daddy sangat menyesal telah memisahkan kalian," ucap tuan Lee penuh penyesalan.
" Sudahlah dad, kita hanya berharap Alicia dapat ditemukan," ucap tuan Albert.
" Berarti Alicia belum ditemukan?" tanya tuan Lee
" Belum dad, tadi Arnold berusaha menghubungi Alicia tapi ponselnya tidak aktif," jawab tuan Arnold.
__ADS_1
" Daddy bagaimana sudah mendingan?" tanya tuan Arnold.