
" Calon istriku masak apa?" Tanya Arnold sambil memeluk Alicia dari arah belakang.
" Calon istri?" Tanya ulang Alicia.
" Iya calon istriku, sebentar lagi kita akan menikah. Calon istriku masak apa?" Tanya Arnold mengulangi perkataannya.
" Tebak saja." Ucap Alicia sambil tersenyum bahagia.
" Terima kasih sayang, kamu masak kesukaanku." Ucap Arnold sambil melepaskan pelukannya dan duduk di samping istrinya.
" Tapi masakannya sudah agak dingin aku hangatkan dulu ya." Ucap Alicia sambil berdiri.
Grep
" Tidak usah kita makan saja sekarang kebetulan aku sudah lapar." Ucap Arnold sambil memegang tangan calon istrinya.
" Cuci tangan dulu baru makan." Ucap Alicia.
" Ok." Jawab Arnold singkat
Arnold berdiri dan berjalan ke arah wastafel untuk mencuci tangan setelah selesai Arnold berjalan ke arah meja makan. Mereka makan dalam diam hingga lima belas menit kemudian mereka sudah selesai makan dan minum. Alicia membereskan meja makan kemudian meletakkan semua piring kotor ke dalam wastafel.
" Aku yang nyuci piring." Ucap Arnold sambil berjalan ke arah wastafel.
" Tapi kan kak Arnold lelah, lebih baik kak Arnold mandi biar segar." Ucap Alicia.
Cup
" Calon suamimu ini tidak akan pernah lelah." Ucap Arnold.
" Robot saja bisa rusak apa lagi manusia, mandilah." Ucap Alicia sambil mendorong perlahan tubuh Arnold.
Cup
" Baiklah, tapi setelah mencuci piring sayangku ke kamarku ya." Pinta Arnold.
" Pasti gituan." Gerutu Alicia.
" Gituan apa?" Tanya Arnold pura - pura tidak tahu.
" Ini." Ucap Alicia sambil menyentuh tombak pusaka milik Arnold.
Grep.
" Jangan di sentuh nanti minta jatah." Ucap Arnold sambil menahan tangan Alicia.
" Kak Arnold." Panggil Alicia sambil menarik tangannya kemudian membalikkan badannya untuk mencuci piring.
" Ya." Jawab Arnold singkat.
" Apakah kak Arnold tidak bosan melakukan itu?" Tanya Alicia
" Tentu saja tidak." Jawab Arnold sambil membalikkan badannya dan berjalan menaiki anak tangga.
__ADS_1
" Ingat aku tunggu di kamar." Ucap Arnold.
" Iya." Jawab Alicia singkat.
Alicia mencuci piring, gelas dan sendok setelah selesai Alicia berjalan menaiki anak tangga dan berjalan ke kamar Arnold.
Ceklek
Alicia membuka pintu kamar Arnold namun Alicia tidak melihat Arnold, Alicia masuk ke dalam kamar Arnold dan menutup pintu kamar Arnold. Alicia mendengar suara gemericik air di kamar mandi dan Alicia tahu kalau Arnold sedang mandi. Alicia berjalan ke arah balkon dan membuka pintu balkon, Alicia bersandar di tembok pembatas balkon sambil menatap ke arah langit memandangi bintang - bintang.
Grep
" Lagi mikirin apa?" Tanya Arnold sambil memeluk Alicia dari belakang.
" Tidak ada, aku hanya menatap langit memandangi bintang - bintang yang bertaburan." Ucap Alicia sambil menahan geli ketika Arnold menciumi leher Alicia.
" Sayang geli." Ucap Alicia
" Kita belum main di sini." Ucap Arnold sambil mengangkat dres milik Alicia ke atas.
" Nanti ada yang lihat bagaimana?" Tanya Alicia sambil menutup mulutnya agar tidak mengeluarkan suara merdu.
" Tidak ada orang yang melihat kita karena balkon ini di lapisi kaca yang tidak bisa di lihat dari orang." Ucap Arnold sambil menurunkan segi tiga bermuda milik Alicia kemudian menarik handuk yang menutupi tombak sakti miliknya.
Jleb
" Ahhhh..." ucap Alicia mengeluarkan suara merdunya.
Alicia menuruti permintaan Arnold hingga lima belas menit kemudian Arnold melepaskan tombak saktinya dan membalikkan tubuh Alicia agar menghadap dirinya.
Jleb
" Ahhhh..." ucap Alicia mengeluarkan suara merdunya kembali.
" Sayang punyamu benar - benar enak aku jadi ketagihan." Ucap Arnold sambil menggoyang - goyangkan pinggulnya.
Setelah lima belas menit bermain Arnold menggendong Alicia mirip koala tanpa melepaskan tombak saktinya dan berjalan ke arah ranjang. Arnold membaringkan tubuhnya dan membiarkan Alicia berada di atas.
" Sayang, kamu yang pimpin ya." Pinta Arnold.
Alicia menganggukkan kepalanya dan mulai menggoyangkan pinggulnya berulang kali hingga Alicia mencapai pelepasan pertama membuat Arnold sangat bahagia.
" Kak Arnold, capek." Ucap Alicia.
Tanpa menjawab Arnold membalikkan badannya dan kini Arnold berada di atas Alicia, hingga setengah jam kemudian tombak sakti milik Arnold mengeluarkan laharnya dan dengan sengaja membiarkan laharnya berlama di dalam privasi milik Alicia agar Alicia segera hamil. Setelah beberapa lama Arnold menarik tombak saktinya kemudian turun dari ranjang dan berjalan ke arah lemari membuat Alicia bingung.
" Kak Arnold mau ngambil apa?" Tanya Alicia penasaran.
" Sebentar." Ucap Arnold sambil mengambil kotak berwarna merah.
" Aku sudah mengurus surat pernikahan kita dan besok kita akan mendapatkan surat nikahnya, ini ada sepasang cincin pernikahan kita dan aku ingin kamu memakainya." Ucap Arnold sambil mengambil cincin ukuran kecil dan disematkan di jari manis Alicia.
Alicia pun mengambil cincin satunya dan disematkan di jari Arnold, mereka berdua tersenyum bahagia walau belum ada restu dari orang tua Arnold dan mereka berharap ke dua orang tuanya setuju dengan pernikahan mereka.
__ADS_1
" I Love You." Ucap Arnold.
" I love You Too." Ucap Alicia
" Kita istirahat besok aku kerja dan kamu nengok nenekmu." Ucap Arnold sambil berbaring di ranjang.
" Ok, oh ya bagaimana kabar mommy?" Tanya Alicia sambil berbaring di ranjang dan memeluk Arnold dan menjadikan dadanya sebagai bantalannya.
" Keadaan mommy semakin membaik dan besok siang mommy sudah boleh pulang." Ucap Arnold sambil membalas pelukan Alicia.
" Syukurlah aku ikut senang." Ucap Alicia.
" Kami sangat berhutang budi dengan orang yang menyumbangkan darah ke mommy." Ucap Arnold.
" Memang siapa yang menyumbang darah mommy?" Tanya Alicia pura - pura tidak tahu.
" Daddy dan aku tidak tahu siapa yang menyumbangkan darah ke mommy padahal kami berencana memberikan imbalan." Ucap Arnold.
" Mungkin dia menolong tanpa meminta imbalan." Ucap Alicia sambil memejamkan matanya.
" Mungkin, tapi jarang ada orang yang melakukan itu tanpa meminta imbalan, siapa tahu nanti kapan - kapan bila bertemu kembali dia meminta imbalan uang." Ucap Albert.
" Kalau seandainya perkiraan kak Arnold salah bagaimana?" Tanya Alicia sambil menguap.
" Perkiraan ku tidak akan pernah salah." Ucap Arnold dengan nada yakin.
Alicia hanya diam tanpa mengeluarkan suara membuat Arnold mengangkat kepalanya dan melihat Alicia sudah tertidur dengan pulas membuat Arnold tersenyum dan mengecup kening Alicia dan tidak membutuhkan waktu lama dirinya sudah tertidur dengan pulas.
Alicia yang mendengar suara dengkuran halus membuat Alicia membuka matanya dan mengangkat kepalanya perlahan kemudian menatap wajah tampan Arnold yang seperti bayi tanpa dosa.
' Maaf sayang, aku bukan wanita seperti itu. Aku sangat tulus menolong ibumu tanpa ada niat untuk meminta imbalan sedikitpun, biarlah ini menjadi rahasiaku." Ucap Alicia dalam hati.
Setelah berbicara Alicia membaringkan kepalanya dan bersandar di dada bidang Arnold dan tidak membutuhkan waktu lama Alicia tertidur dengan pulas bertemu Arnold dalam mimpi.
xxxxxxxxxxxx
Di tempat yang berbeda sepasang suami istri dan seorang gadis tinggal di kontrakan kecil sambil memukuli nyamuk yang hinggap di tubuh mereka.
" Mommy, daddy bagaimana aku bisa tidur kalau banyak nyamuk." ucap gadis itu sambil mengomel.
" Memangnya kamu saja yang tidak bisa tidur, mommy juga sama tahu." Ucap mommynya dengan nada kesal.
" Sudah berisik, daddy juga tidak bisa tidur." Omel daddynya.
" Kamu sangat cantik, mommy tidak mau tahu bagaimana caranya kamu harus cari cowo kaya biar kita tidak susah seperti ini." Ucap mommynya.
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
Siapa mereka? Di tunggu di bab selanjutnya.
Ayo donk vote, like, komentar dan hadiahnya biar author semangat menulisnya.
Terima kasih atas vote, like, komentar dan hadiahnya
__ADS_1