
" Aku mau keluar," jawab dokter Ririn sambil berusaha bangun dari tubuh asisten Rey namun tangan asisten Rey memeluk pinggang dokter Ririn.
" Kamu yang memintaku untuk memuaskan mu, apakah kamu tidak mau bertanggung jawab?" tanya asisten Rey sambil membalikkan badannya.
Kini tubuh dokter Ririn berada di bawah membuat dokter Ririn berusaha mendorong tubuh asisten Rey tapi tenaganya kalah jauh tapi dokter Ririn berusaha terus untuk mendorong tubuh asisten Rey.
" Seharusnya aku yang meminta tanggung jawab karena aku kehilangan harta yang selama ini aku jaga," ucap dokter Ririn dengan mata memerah menahan agar air matanya tidak keluar.
" Bagaimana denganku? Aku juga kehilangan yang selama ini aku jaga." ucap asisten Rey tidak mau kalah.
" Kalau pria tidak ada yang tahu sudah pernah melakukan apa belum sedangkan wanita, pasti akan ketahuan kalau sudah pernah melakukannya," ucap dokter Ririn sambil berusaha menggeliatkan tubuhnya agar terbebas dari kukungan asisten Rey tanpa menyadari kalau itu bisa membangunkan yang sedang tertidur.
" Memang benar tapi aku ingin memberikan perjaka ku untuk istriku," ucap asisten Rey.
__ADS_1
Tanpa menunggu ucapan dokter Ririn, asisten Rey mengecup leher yang sudah banyak tanda kepemilikan kemudian beralih memasukkan mulutnya ke salah satu pucuk gunung kembar milik dokter Ririn membuat dokter Ririn meremas sprei dan menahan suaranya agar tidak mengeluarkan suara merdunya membuat asisten Rey tersenyum menyeringai.
Tangan kanannya tidak tinggal diam memainkan salah satu pucuk gunung himalaya yang satunya membuat dokter Ririn mengejan bersamaan dirinya mengeluarkan suara merdunya tanda dokter Ririn mencapai pelepasan untuk pertama kali.
Jleb
" Akhhh..." teriak dokter Ririn
Setelah mendapatkan pelepasan asisten Rey memasukkan tombak saktinya ke dalam goa yang paling terdalam dan masih sempit walau semalam beberapa kali dimasukkan oleh asisten Rey.
Setelah beberapa saat asisten Rey menarik tombak saktinya kemudian menggulingkan tubuhnya ke arah samping dan memeluk tubuh polos dokter Ririn.
" Aku akan bertanggung dan secepatnya kita akan menikah," ucap asisten Rey.
__ADS_1
" Apakah kak Rey mencintaiku? Aku tidak mau kita menikah karena kak Rey ingin bertanggung jawab," ucap dokter Ririn tanpa membalas pelukannya.
" Sejak pertemuan pertama aku sudah jatuh cinta padamu di tambah pertama kali aku merasakan ciuman pertama dari seorang gadis yang membuatku selalu memikirkannya dan ingin mengatakan kalau aku mencintaimu tapi aku tidak ada keberanian untuk mengatakannya biarlah aku simpan perasaan itu sampai sekarang hingga kita dipertemukan kembali secara tidak terduga yaitu kita melakukan seperti ini. Mungkin ini sudah takdir kalau kita tidak akan terpisahkan dan menikah dengan orang yang aku cintai," ucap asisten Rey.
" Kenapa kak Rey tidak berani mengatakannya?" tanya dokter Ririn
" Kamu dari keluarga kaya raya sedangkan aku dari keluarga miskin," ucap asisten Rey dengan mata berkaca - kaca.
Grep
" Aku dan keluargaku tidak pernah membedakan status dan jujur sejak ciuman pertama kita aku selalu memikirkan kak Rey dan ingin menghubungi kak Rey untuk mengatakan kalau aku mencintai kak Rey tapi aku tidak tahu nomer ponsel kak Rey," ucap dokter Ririn sambil membalas pelukan asisten Rey.
" Aku tidak perduli jika ternyata jawabannya kak Rey tidak mencintaiku karena yang terpenting aku sudah mengatakan yang sebenarnya," ucap dokter Ririn dengan wajah memerah menahan rasa malu.
__ADS_1
Asisten Rey mengangkat dagu dokter Ririn dan tidak ada kebohongan di matanya membuat asisten Rey Tersenyum bahagia.
" Berarti kamu juga mencintaiku?" tanya asisten Rey tidak percaya.