Mengubah Takdir : Dendam Sang Mafia

Mengubah Takdir : Dendam Sang Mafia
Aku ingin menemui nenekku


__ADS_3

Sopir itupun memutari mobilnya dan membuka pintu pengemudi dan duduk di kursi pengemudi, sopir itupun mengendarai mobil dengan kecepatan sedang menuju ke mansion milik Arnold.


' Kenapa perasaanku tidak enak ya?' Tanya Alicia dalam hati.


Dua puluh menit kemudian mobil yang ditumpangi Alicia sudah sampai di mansion, matanya membulat sempurna karena melihat mobil milik suaminya sudah berada di garasi. Tanpa menunggu sopir membukakan pintu Alicia buru - buru membuka pintu mobil dan turun dengan tergesa - gesa hingga akhirnya Alicia berada di depan pintu kamarnya.


ceklek


Alicia membuka pintu kamar dan melihat suaminya sedang berdiri sambil menatap ke arah balkon, Alicia berjalan ke arah suaminya yang masih setia berdiri tanpa membalikkan badannya.


Grep


" Sayang, kapan datangnya?" Tanya Alicia sambil memeluk suaminya dari arah belakang.


Arnold melepaskan ke dua tangan Alicia dengan kasar kemudian membalikkan badannya sambil menatap tajam ke arah Alicia.


" Jangan sekali - kali wanita murahan sepertimu menyentuh tubuhku!!!" Bentak Arnold


Plak


Arnold menampar pipi Alicia dengan kencang membuat wajah Alicia berpaling ke arah samping dan sudut bibirnya mengeluarkan darah segar sedangkan Alicia sangat terkejut sambil memegangi pipinya yang sangat sakit.


" Kenapa terkejut? Karena aku sudah tahu kalau kamu selingkuh dengan pria lain." Ucap Arnold sambil menatap sinis ke arah Alicia.


" Maksud kak Arnold apa? Aku tidak mengerti." Ucap Alicia.


Alicia hatinya sangat sakit ketika suami yang dicintainya menuduhnya selingkuh hanya air mata yang keluar tanda dirinya sangat terluka dengan perkataan suaminya sedangkan Arnold tanpa menjawab ucapan Alicia hanya memberikan ponselnya ke Alicia. Alicia yang bingung menerima pemberian ponsel suaminya dan melihat dirinya berpelukan dengan 3 pria yang berbeda membuat matanya membulat sempurna.


" Kalau pria pertama ini memang aku akui kami berpelukan tapi itu ...." Ucapan Alicia terpotong oleh Arnold.

__ADS_1


" Kamu tahu, aku paling benci namanya pengkhianat tapi kamu..." Ucap Arnold menggantungkan kalimatnya sambil mengangkat tangannya bersiap menampar Alicia.


" Tampar lah dan sakiti aku sepuas kak Arnold tapi jujur aku tidak pernah mengkhianati kak Arnold." Ucap Alicia sambil merentangkan ke dua tangannya ke arah samping seakan pasrah apa yang terjadi dengan dirinya.


" Jika kak Arnold memang menginginkan kematian ku aku rela." Sambung Alicia sambil menatap wajah tampan suaminya dengan berlinang air mata.


" Baiklah jika kamu menginginkan kematianmu aku akan menembak mu karena aku sangat membenci dengan kata pengkhianat." Ucap Arnold sambil mengeluarkan pistolnya dan diarahkan ke kening istrinya.


" Apa permintaan terakhirmu?" Tanya Arnold.


" Ijinkan aku melahirkan anakmu." Ucap Alicia sambil menatap suaminya dengan sendu.


" Pffftttt... Hahahaha... Kamu hamil anakku? Aku tidak percaya kalau anak yang kamu kandung adalah anakku. Pasti anak itu anak dari hasil hubungan gelap mu dengan kekasihmu." Ucap Arnold tertawa hambar sambil merutuki kebodohannya karena mencintai orang yang salah untuk ke dua kalinya.


" Percaya atau tidak terserah kak Arnold karena aku tidak bisa memaksa kak Arnold mengakuinya." Ucap Alicia.


" Gugurkan anak itu!!" Perintah Arnold sambil menarik pelatuknya ke kening Alicia.


Arnold yang gelap mata membatalkan menembak Alicia dan meletakkan pistolnya ke atas meja kemudian mengambil botol obat penggugur kandungan yang baru dibelinya dan berjalan ke arah Alicia membuat Alicia berjalan mundur, Arnold membuka tutup botol dan mengeluarkan dua butir obat sambil berjalan ke arah Alicia kemudian mencengkram rahang Alicia membuat Alicia hanya bisa mengeluarkan air mata sambil menggeleng - geleng kan kepalanya.


" Aku sangat membenci yang namanya pengkhianat karena itu aku ingin anak yang kamu kandung ma*i, jikalau kamu ma*i aku tidak perduli." Ucap Arnold sambil memasukkan dua butir obat penggugur kandungan ke dalam mulut Alicia kemudian menutupnya dengan menggunakan tangan satunya sedangkan Alicia menahan dua pil tersebut agar tidak masuk ke dalam tenggorakan.


" Kamu tahu obat apa yang aku beli? Obat itu adalah obat penggugur kandungan karena aku sudah tahu kalau kamu hamil dengan pria lain." Ucap Arnold dengan tatapan membunuhnya.


Alicia hanya bisa menggelengkan kepalanya dan mengeluarkan air mata setelah agak lama Arnold melepaskan Alicia dan pergi begitu saja dari kamarnya sedangkan Alicia hanya menatapnya dengan tatapan sendu dan air mata tidak berhenti keluar.


' Sayang aku pernah bilang, aku akan pergi jika kamu menginginkan aku pergi dari kehidupanmu karena itu aku akan pergi dari kehidupanmu terlebih kamu tidak menginginkan anak kita. Sayang maafkan papimu yang tidak menginginkan kehadiranmu.' Ucap Alicia dalam hati sambil mengelus perut Alicia yang masih rata.


Setelah berkata demikian Alicia langsung berlari dan membuang dua butir obat yang tadi di tahannya kemudian dengan sengaja jari telunjuk Alicia dimasukkan ke dalam mulutnya agar dirinya muntah, Alicia lakukan itu takutnya obat yang tadi ditahannya ada sebagian masuk mengingat obat itu berbentuk tablet.

__ADS_1


" Sayang maafkan papi mu dan ijinkan mami yang akan merawatmu kita akan hidup berdua tanpa ada papi." Ucap Alicia sambil mengelus perutnya yang masih rata.


Alicia membawa tas kecil tanpa membawa pakaian karena semua pakaian yang dibelinya adalah uang suaminya, dirinya hanya membawa pakaian yang melekat dibadannya. Alicia hanya membawa atm miliknya sedangkan dua kartu yang terdiri kartu kredit tanpa batas dan kartu debit di simpan di dalam lemari.


Alicia menulis secarik kertas kemudian melepaskan cincin pernikahan dan dimasukkan ke dalam kertas dan menyimpannya di atas dua kartu tersebut kemudian menatap sekeliling kamarnya untuk terakhir kalinya. Lima menit kemudian Alicia berjalan meninggalkan kamarnya dan menuruni anak tangga hingga ke lantai satu.


" Mau kemana kamu? Oh aku tahu kamu pasti ingin bertemu dengan kekasihmu dan mengatakan kalau anak kalian sudah mati." Ucap Arnold dari arah belakang.


" Aku ingin menemui nenekku, nenekku masuk ke rumah sakit." Ucap Alicia sambil berjalan meninggalkan Arnold.


" Satu langkah lagi kamu berjalan maka selamanya kamu tidak aku ijinkan masuk ke mansion ini." Ancam Arnold.


Alicia membalikkan badannya kemudian tersenyum walau hatinya sangat sakit sedangkan Arnold memalingkan wajahnya sungguh hatinya juga sangat sakit ketika mengatakan itu ke istri yang sangat dicintainya.


" Orang yang sangat berarti dalam hidupku hanya tiga yaitu suamiku, nenekku dan anak yang aku kandung yang tidak diakui oleh ayah kandungnya bahkan ingin menghilangkan nyawa darah dagingnya. Maaf aku akan tetap pergi karena hanya nenek yang tulus menyayangiku dari aku kecil hingga sekarang, terserah kak Arnold percaya padaku atau tidak." Ucap Alicia sambil membalikkan badannya.


" Alicia sekali lagi aku katakan satu langkah lagi jangan harap kamu kembali ke mansion ini." Ancam Arnold lagi.


xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx


Apa jawaban Alicia? di tunggu bab selanjutnya ya.


Ayo donk vote, like, komentar dan hadiahnya biar author semangat menulisnya.


Terima kasih atas vote, like, komentar dan hadiahnya.


🌹


Terima kasih sudah mampir di ceritaku.

__ADS_1


Oh iya, ini ada karya teman ku di jamin pasti ok punya.... bisa mampir dan nikmati untuk para pembaca novel setiaku dengan judul :



__ADS_2