Mengubah Takdir : Dendam Sang Mafia

Mengubah Takdir : Dendam Sang Mafia
Sudah Mendingan


__ADS_3

" Sudah mendingan," jawab tuan Lee.


" Mommy kemana dad?" tanya tuan Arnold.


" Mommy pergi ke kantin," jawab tuan Lee.


Tuan Arnold terdiam sambil duduk di sofa hingga tidak berapa lama pintu ruangan tersebut di buka dan tampak nyonya Lee membuka pintu ruang perawatan dan masuk ke dalam sambil tersenyum bahagia karena putra semata wayangnya datang menengok tuan Lee.


" Kapan datang Arnold?" tanya nyonya Lee.


" Barusan mom," jawab tuan Arnold.


Nyonya Lee hanya menganggukkan kepalanya dan merekapun mengobrol bersama hingga dua jam lamanya tuan Arnold berpamitan dan berjanji besok akan datang berkunjung.


Satu Minggu Kemudian


Tidak terasa waktu terus berlalu dan kesehatan tuan Lee berangsur membaik berkat kedatangan putra semata wayangnya dan sudah kembali ke mansion miliknya.

__ADS_1


Sesuai perkataan asisten Rey kalau hari ini ada acara ulang tahun rekan bisnisnya di kota P di hotel De La Costa, singkat cerita kini mereka sudah sampai di hotel De La Costa dan mengikuti acara ulang tahun rekan bisnisnya hingga hampir dua jam lamanya mereka keluar dari pesta tersebut dan kembali ke kamarnya masing - masing.


Asisten Rey masuk ke dalam kamarnya sambil melepaskan satu persatu pakaiannya untuk membersihkan diri, sudah menjadi kebiasaan asisten Rey setiap ada acara pesta dirinya langsung mandi terlebih ketika waktu pesta ulang tahun ada seorang gadis yang sengaja menabraknya sambil membawa gelas yang berisi anggur membuat pakaian asisten Rey basah. Gadis itu ingin mengajaknya berkenalan tapi asisten Rey tidak memperdulikannya dengan cara pergi meninggalkan dirinya.


Ceklek


Asisten keluar dari kamar mandi dengan menggunakan handuk yang menutupi perut hingga ke dua pahanya, tubuhnya terasa sangat segar hingga dirinya mengeringkan rambutnya yang basah dengan menggunakan handuk kecil tiba - tiba dirinya dikejutkan kedatangan seorang gadis yang selama ini selalu dirindukan masuk ke dalam kamarnya.


Asisten Rey tidak berani mendekatinya mengingat gadis tersebut adalah anak dari orang kaya sedangkan dirinya adalah pria dari desa yang beruntung bisa berkerja dengan keluarga tuan Lee.


" Ririn," panggil asisten Rey dengan nada terkejut


Grep


" Kak Rey tolong aku," mohon dokter Ririn sambil memeluk pinggang asisten Rey.


" Ririn apa yang kamu lakukan? Lepas." ucap asisten Rey sambil berusaha melepaskan ke dua tangan dokter Ririn.

__ADS_1


Bagaimana pun dirinya adalah pria normal dan dirinya tidak ingin merusak dokter Ririn tapi dokter Ririn memeluknya dengan erat sambil menjilat leher asisten Rey membuat asisten Rey memejamkan matanya menikmati apa yang dilakukan dokter Ririn.


Dokter Ririn melepaskan lilitan handuk asisten Rey kemudian menarik handuk tersebut hingga terlihat jelas tombak saktinya yang sudah sangat menegang dan siap untuk masuk ke dalam goa sempit milik dokter Ririn.


" Apa yang kamu lakukan?" tanya asisten Rey sambil menahan handuk yang sudah terlepas di tangan dokter Ririn.


" Kak Rey aku sangat tersiksa tolong aku," mohon dokter Ririn sambil menatap asisten Rey dengan tatapan memohon.


Asisten Rey menggenggam ke dua tangannya dengan erat karena dirinya tahu kenapa dokter Ririn melakukan hal tersebut membuat asisten Rey menahan amarahnya.


" Si*l, ternyata ada yang menjebak dirimu," ucap asisten Rey yang bisa menebak apa yang terjadi.


" Kak Rey, aku mohon puaskan aku," mohon dokter Ririn.


Setelah mengatakan demikian dokter Ririn menggesek - gesekkan bagian privasinya ke tombak sakti milik asisten Rey membuat asisten Rey tidak bisa menahannya.


" Maaf aku tidak bisa menahannya lagi," bisik asisten Rey.

__ADS_1


__ADS_2