Mengubah Takdir : Dendam Sang Mafia

Mengubah Takdir : Dendam Sang Mafia
Kematian Anabel dan Beni


__ADS_3

Tuan Lee menembak kening Anabel dan langsung ma ti di tempat sedangkan untuk Beni, tangan Beni terluka terkena tembakkan dari tuan Arnold hingga pistol yang dipegangnya terlepas dari genggamannya.


" Aku tidak menyangka ternyata kamu masih hidup," ucap tuan Arnold sambil menatapnya dengan sinis.


" Aku sangat membencimu, gara - gara ulah mu aku kehilangan orang - orang yang aku sayang," ucap Beni sambil menatap tuan Arnold dengan penuh kebencian.


Alicia yang melihat Anabel sudah meninggal dan Beni terluka karena luka tembak membuat Alicia berjalan ke arah putranya untuk membuka ikatan ke dua tangan dan ke dua kakinya namun baru saja sampai di depan putranya salah seorang penjahat datang dari jendela dan mengarahkan pistolnya ke kening Alicia memuat tuan Arnold berjalan ke arah Alicia sedangkan Alicia menangkap tangan pria tersebut kemudian menariknya hingga terjatuh.


Dor


" Akhhhhh," teriak tuan Arnold.


Dor


" Akhhhhh," teriak Beni


Bruk


Beni yang melihat tuan Arnold lengah dengan cepat mengambil pistol yang sudah terjatuh kemudian menembak tuan Arnold membuat tuan Arnold berteriak kesakitan karena punggungnya terkena luka tembak hal itu membuat tuan Lee marah dan langsung menembak Beni hingga Beni ambruk dan ma ti di tempat sedangkan Alicia yang melihat suaminya terkena luka tembak mengarahkan pistolnya ke arah dada pria tersebut kemudian menekan pelatuknya.


Dor


" Akhhhhh," teriak pria tersebut ketika peluru tersebut tembus ke arah jantungnya.


Bruk


Pria  tersebut langsung ambruk dan tidak bangun lagi kemudian Alicia memeluk tuan Arnold sedangkan tuan Lee bersama anak buahnya membebaskan Roni dan adik tirinya Alicia.


" Kak Arnold," panggil Alicia sambil menahan air matanya agar tidak keluar.


" Alicia, maukah kamu kembali padaku?" tanya tuan Arnold sambil membalas pelukan Alicia.


" Aku..." ucap Alicia menggantungkan kalimatnya.


" Aku tahu kamu pasti tidak mau memaafkan aku, anak kita dan adik tirimu sudah bebas kamu pergilah jangan perdulikan aku," jawab tuan Arnold dengan nada lirih.

__ADS_1


" Tidak, kak Arnold harus di obati dulu," ucap Alicia


" Tidak usah, biarkan kak Arnold terluka seperti ini sebagai tebus rasa bersalahku, mungkin dengan kematian ku ini bisa mengurangi kebencian mu padaku," ucap tuan Arnold dengan mata berkaca-kaca.


Alicia terdiam, dirinya di lema di satu sisi dirinya tidak sanggup kehilangan orang yang dicintai tapi di sisi lain Alicia sangat kecewa dengan tuan Arnold atas perlakuannya selama bertahun - tahun.


Tubuh tuan Arnold melemah membuat Alicia keberatan menahan tubuh tuan Arnold, Alicia yang tidak tega akhirnya menyerah dan berusaha berdamai dengan masa lalunya.


" Baiklah aku akan memberikan kesempatan kedua dan kita memulai dari awal," ucap Alicia.


" Terima kasih," jawab tuan Arnold sambil memejamkan matanya.


" Kak Arnold." panggil Alicia


Hening


" Kak Arnold." panggil Alicia ulang


" Daddy," panggil Alicia


Singkat cerita kini mereka sudah sampai di rumah sakit, mereka menunggu di ruang operasi hingga sepuluh menit kemudian orang tua Alicia datang menemui Alicia dan adik tirinya Alicia serta ke dua cucu kembarnya.


Dua jam kemudian pintu operasi terbuka tampak dokter berjalan ke arah mereka membuat Alicia dan yang lainnya ikut berjalan ke arah dokter.


" Bagaimana keadaan suamiku dok?" tanya Alicia dengan nada kuatir.


" Pelurunya sudah di ambil dan sebentar lagi akan dipindahkan ke ruang perawatan," ucap dokter tersebut.


" Terima kasih dok," jawab Alicia tersenyum bahagia.


" Sama - sama nyonya," jawab dokter tersebut.


Tidak berapa lama dua perawat mendorong brangkar di mana tuan Lee sedang berbaring dengan mata terpejam menuju ke ruang perawatan.


Singkat cerita kini mereka di ruang perawatan dan tidak berapa lama tuan Arnold perlahan membuka matanya dan melihat wajah cantik istrinya yang selalu dirindukan. Tuan Arnold sangat bahagia istrinya mau memaafkan kesalahan yang pernah diperbuatnya di masa lalunya dan dirinya berjanji untuk tidak menyakiti hati istrinya terlebih kini mereka sudah mempunyai anak kembar.

__ADS_1


Dua Bulan Kemudian


Tidak terasa waktu terus berlalu dan kini sudah dua bulan tuan Arnold dan Alicia hidup bahagia bersama ke dua anak kembarnya tanpa ada musuh yang mengganggu hubungan mereka. Tuan Arnold juga berhenti menjadi ketua mafia dan tinggal di luar negri karena tuan Albert membuka perusahaan baru di negara S.


Tuan Arnold dan Alicia tidur sambil berpelukan dan tiba - tiba perutnya terasa mual membuat Alicia memaksakan untuk membuka matanya kemudian melepaskan pelukannya dan menarik tangan tuan Arnold dengan kasar ke arah samping sambil berlari ke arah kamar mandi sedangkan tuan Arnold yang tertidur dengan pulas terpaksa memaksakan untuk membuka matanya.


" Hoek...... Hoek..."


Tuan Arnold berjalan dengan langkah cepat menuju ke kamar mandi dengan tubuh masih polos tanpa sehelai benangpun begitu pula dengan Alicia.


" Stop.. jangan mendekat," ucap Alicia


" Memang kenapa sayang?" tanya tuan Arnold sambil melangkahkan ke dua kakinya ke arah istrinya.


" Ini sangat menjijikkan jadi aku minta jangan mendekat," ucap Alicia


" Hoek...... Hoek..."


Tuan Arnold memijat tengkuk istrinya setelah beberapa saat tuan Arnold membersihkan mulut istrinya dengan menggunakan tangan kanannya tanpa rasa jijik sedikitpun dengan di campur air bersih.


" Sayangku tidak jijik?" tanya Alicia sambil berdiri dengan di bantu tuan Arnold.


" Kenapa jijik? Jika seandainya kamu lumpuh jujur aku akan membersihkan kotoran mu dan aku tidak akan pernah jijik dan mengeluh," jawab tuan Arnold.


Grep


" Terima kasih sayang, aku semakin mencintaimu," ucap Alicia.


" Aku juga sangat mencintaimu," jawab tuan Arnold sambil membalas pelukan istrinya.


" Kita mandi bersama setelah itu kita pergi ke dokter karena wajahmu sangat pucat," ucap tuan Arnold dengan nada kuatir.


" Mungkin kurang istirahat sayang dan apalagi suamiku bukankah hari ini berkerja?" tanya Alicia


" Maaf sayang sejak kita menikah aku sering memintamu untuk melakukan hubungan suami istri terlebih sayangku tahu selama bertahun - tahun adik keris ku sudah lama tidak di asah dan untuk hari ini aku libur kerja dulu," ucap tuan Arnold merasa sangat bersalah karena tidak bisa menahan ha srat nya yang sangat tinggi karena itulah hari ini dirinya libur berkerja untuk memanjakan istrinya.

__ADS_1


__ADS_2