
"Begitu pula dengan diriku tidak sabar ingin menikah dengan kak Rey," ucap dokter Ririn sambil tersenyum.
"Sekarang kita keluar dan aku akan mengenalkan dirimu dengan bos ku tuan Arnold," ucap asisten Rey.
"Oke," jawab dokter Ririn singkat.
Dokter Ririn menganggukkan kepalanya kemudian mereka keluar dari kamar asisten Rey bertepatan dengan tuan Arnold membuka pintu kamarnya.
Tuan Arnold menatap asisten Rey dan dokter Ririn secara bergantian dengan pandangan curiga karena tidak biasanya asisten Rey yang terkenal anti terhadap wanita sekarang bersama wanita di kamar yang sama membuat dokter Ririn melepaskan pelukannya dan bersembunyi di punggung asisten Rey.
"Selamat pagi tuan," sapa asisten Rey.
"Pagi, dia siapa?"tanya tuan Arnold dengan menggunakan dagunya.
" Kenalkan tuan, namanya Ririn calon istriku," ucap asisten Rey sambil jalan ke arah samping agar tuan Arnold dapat melihat dokter Ririn.
"Selamat pagi," sapa dokter Ririn sambil memainkan tangannya.
Tuan Arnold hanya menganggukkan kepalanya tanpa membalas uluran tangan sedangkan dokter Ririn menurunkan tangan karena tidak mendapatkan balasan uluran tangan oleh tuan Arnold.
__ADS_1
Tuan Arnold hanya menatap asisten Rey seolah meminta penjelasan dan asisten Rey mengerti hanya memberikan kode dan tuan Arnold hanya menganggukkan kepalanya tanda mengerti.
"Maaf tuan hari ini kita sarapan setelah kita kembali ke kota," ucap asisten Rey melaporkan.
"Oke," jawab tuan Arnold singkat.
Mereka pun berjalan ke arah lift kemudian asisten Rey menekan tombol satu dan tidak membutuhkan waktu lama pintu lift terbuka dan mereka masuk ke dalam lift tanpa mengeluarkan suara.
Hingga terdengar suara tanda lift terbuka dan mereka pun keluar dari kotak persegi tersebut menuju ke arah lobi di mana sebagian digunakan untuk restoran. Mereka memesan makanan setelah selesai memesan makanan Arnold dan asisten Rey berbicara tentang bisnis sambil menunggu makanan mereka tiba.
Enam Tahun Kemudian
Sedangkan untuk asisten Rey mereka sudah resmi menikah dan keluar dari pekerjaan sebagai asisten Arnold karena ayahnya Ririn memintanya untuk membantu dirinya untuk menggantikan dirinya sebagai pemilik perusahaan.
Arnold pun mendukung asisten Rey untuk berkembang dan asisten Rey menawarkan adik kandungnya untuk pengganti dirinya sebagai asisten tuan Arnold dan tuan Arnold pun setuju.
Selain sebagai CEO, tuan Arnold juga sebagai ketua mafia dan semua musuh - musuhnya takut karena tuan Arnold terkenal dengan kekejamannya. Semua musuh di kehidupan yang akan datang ma ti mengenaskan karena tuan Arnold tahu merekalah yang melakukan kerja sama dengan keluarga Anabel untuk menyerang mansion.
Tuan Arnold bersama asisten Roy adik kandung asisten Rey kini berada di parkiran mobil bandara. Tuan Arnold yang ingin turun dari mobil tiba-tiba ponselnya berdering hal itu membuat tuan Arnold membatalkan niatnya untuk turun dan melihat siapa yang menghubungi dirinya.
__ADS_1
"Tumben mommy telepon," ucap tuan Arnold sambil menggeser tombol berwarna hijau.
Tuan Arnold melihat sebentar dengan nyonya Lee hingga empat menit kemudian tuan Arnold memasukkan ponselnya ke dalam saku jasnya bersamaan kedatangan anak kecil - laki masuk ke dalam mobil Arnold.
"Paman, nungguin mommy lama jadi Ronald nyari mobil paman eh ketemu," ucap Ronald kecil sambil duduk di samping tuan Arnold.
Tuan Arnold sangat terkejut ada anak kecil tiba-tiba masuk ke dalam mobilnya membuat tuan Arnold mengarahkan pandangannya ke arah samping bawah dan melihat kecil yang sangat mirip dengannya.
Tuan Arnold merasakan seperti ada ikatan hubungan darah membuat tuan Arnold menatap Ronald kecil tanpa berkedip. Ronald kecil yang merasa diperhatikan membuat Ronald kecil mengangkat kepalanya dan melihat pria dewasa yang menatapnya dengan tatapan yang sulit dipahami.
"Maaf paman, Ronald salah masuk mobil," ucap Ronald sambil bersiap turun dari mobil.
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
🌹
Terima kasih sudah mampir di ceritaku.
Sambil menunggu lanjutannya, ini ada karya ku di jamin pasti ok punya.... bisa mampir dan nikmati untuk para pembaca novel setiaku dengan judul :
__ADS_1