
" Lebih baik aku tidur karena dengan tidur bisa menghilangkan rasa sesak di hatiku." Ucap Alicia sambil berbaring.
Tidak membutuhkan waktu lama dirinya sudah tertidur dengan pulas bersamaan pintu kamarnya terbuka, Arnold masuk ke dalam kamar Alicia dan menutupnya dengan rapat kemudian berbaring di samping ranjang Alicia sambil memeluknya dari arah samping. Arnold yang juga sangat lelah tidak membutuhkan waktu lama sudah tertidur dengan pulas dan tanpa sadar Alicia membalikkan badannya membalas pelukan Arnold.
Siang menjelang sore perlahan Arnold membuka matanya sambil tersenyum menatap wajah cantik Alicia yang masih setia memejamkan matanya sambil memeluk dirinya.
' Aku tidak bisa membohongi diriku sendiri kalau aku sangat mencintai Alicia dan aku harap Alicia tidak mengkhianatiku seperti Anabel karena jika itu terjadi aku akan membunuhmu walau aku sangat mencintaimu tapi aku paling membenci dengan kata pengkhianat." Ucap Arnold dalam hati.
Perlahan Alicia menggeliatkan tubuhnya hingga selimut yang menutupi tubuh polosnya terlihat dua gunung kembar himalaya membuat adik kecil milik Arnold kembali menegang. Arnold yang sudah ketagihan dengan tubuh Alicia menarik selimut Alicia kemudian menaiki tubuh Alicia.
" Sayang." Panggil Alicia sambil membuka matanya menatap wajah tampan Arnold yang berada di atasnya.
" Hmmm." Jawab Arnold berupa deheman kemudian memasukkan mulutnya ke salah satu pucuk himalaya.
" Kan tadi sudah." Ucap Alicia sambil membelai rambut Arnold sambil menahan suaranya agar tidak keluar karena dirinya masih malu.
" Aku sudah kecanduan sayang, lagi ya." Pinta Arnold.
Alicia menganggukkan kepalanya membuat Arnold tersenyum bahagia, Arnold melakukan pemanasan terlebih dahulu membuat Alicia tidak kuat dan akhirnya mengeluarkan suara merdu tanda Alicia mengalami orgas*e pertama membuat Arnold sangat bahagia hingga akhirnya Arnold menancapkan tombak pusakanya ke dalam tubuh privasi milik Alicia hingga setengah jam kemudian tombak pusakanya mengeluarkan muntahannya.
Singkat cerita kini mereka sudah selesai mandi dan memakai pakaian santai dan duduk di kursi makan karena perut mereka sangat lapar karena habis melakukan kegiatan olah raga di ranjang.
" Maaf, aku sebenarnya ingin memasak tapi tubuhku sangat lelah." Ucap Alicia merasa bersalah karena yang pertama Arnold memasak tapi sekarang Arnold yang memesan makanan karena Arnold juga merasakan tubuhnya lelah.
" Jangan dipikirkan, oh ya kakak akan mendaftarkan pernikahan kita agar kita melakukannya tidak merasa bersalah dan mengenai resepsi pernikahan kita terserah padamu mau konsep apa." Ucap Arnold.
' Maaf Alicia, aku tidak bisa menikah plus acara resepsi sekaligus karena daddy belum merestui hubungan kita, aku melakukan ini agar kamu selamanya terikat denganku tapi aku akan berusaha agar daddy merestui hubungan kita dan percayalah walau kita menikah tanpa pesta aku akan menjadi suami yang baik.' Ucap Arnold dalam hati.
" Kalau mengenai mendaftarkan pernikahan kita aku setuju tapi mengenai resepsi pernikahan kita aku ingin mendapatkan restu orang tua kak Arnold." Ucap Alicia.
' Maaf paman, kami sudah melangkah jauh dan kami tidak ingin menambah dosa. Tapi paman tenang saja kami akan melakukan resepsi jika paman merestui hubungan kami.' Ucap Alicia dalam hati.
" Baiklah kalau itu maumu." Ucap Arnold.
Alicia hanya tersenyum kemudian mereka makan tanpa ada yang bicara sedikitpun hingga lima belas menit kemudian mereka sudah selesai makan dan minum.
" Kamu sangat lelah, istirahatlah."Ucap Arnold.
" Kak Arnold mau kemana?" Tanya Alicia
__ADS_1
" Mau ke kampus, panggilah namaku dengan sebutan sayang karena kakak senang mendengarnya." Ucap Arnold sambil merapikan rambut Alicia.
" Maaf belum terbiasa." Ucap Alicia
Arnold hanya tersenyum kemudian mengambil dompetnya di saku celana panjangnya dan memberikan kartu kredit hitam tanpa batas dan kartu debit kemudian diberikan ke Alicia.
" Pakailah kartu ini untuk membeli apa yang kamu butuhkan." Ucap Arnold.
" Aku sudah ada semuanya jadi tidak memperlukan ke dua kartu itu apalagi aku juga masih punya tabungan." Ucap Alicia.
" Tabungan milikmu kamu simpanlah dan mulai sekarang dan seterusnya aku yang akan membiayai semua keperluanmu." Ucap Arnold.
" Kenapa membiayai semua keperluanku?" Tanya Alicia dengan nada bingung.
" Karena sebentar lagi aku akan menjadi suamimu." Ucap Arnold.
Grep
" Hiks... Hiks..." Isak Alicia sambil memeluk Arnold.
" Kenapa menangis? Apakah kamu tidak ingin menikah denganku?" Tanya Arnold sambil mendorong perlahan Alicia kemudian menghapus air mata Alicia dengan menggunakan ke dua jarinya.
Grep
cup
" Aku juga sangat bahagia dan sekarang aku berangkat kuliah dulu kemudian mengecup kening Alicia kemudian membalikkan badannya begitu pula dengan Alicia.
" Hati - hati." Jawab Alicia.
" Oh ya aku nanti ke rumah sakit menemui nenekku." Ucap Alicia.
" Besok saja, oh ya nenekmu sudah ada perawat yang menunggunya jadi sayangku tidak usah kuatir lagi." Ucap Arnold sambil menggengam tangan Alicia.
" Terima kasih sayang." Jawab Alicia sambil membalas genggaman tangan Arnold.
Arnold tersenyum kemudian mereka berjalan sampai di depan pintu apartemen, Arnold melepaskan genggamannya begitu pula dengan Alicia. Alicia menatap kepergian Arnold hingga tidak terlihat barulah Alicia menutup pintu apartemen dan istirahat di kamarnya karena tubuhnya lemas setelah habis di gempur oleh Arnold.
" Aku tidak menyangka kak Arnold bisa semesum itu dan tenaganya sangat kuat sekali." Ucap Alicia sambil menarik seprainya yang terdapat noda darah miliknya yang belum sempat di ganti dan menggantinya dengan yang baru.
__ADS_1
" Akhirnya sudah selesai mengganti seprai nanti aku nyucinya besok saja, badanku sangat lemas dan lelah ingin tidur dulu." Ucap Alicia sambil berbaring di ranjang.
Tidak membutuhkan waktu lama Alicia tertidur dengan pulas hingga jam tujuh malam Alicia membuka matanya sambil menggeliatkan tubuhnya kemudian perlahan membuka matanya.
" Jam berapa ini kenapa sudah gelap." Ucap Alicia sambil meraba ke arah meja dekat ranjang kemudian menemukan ponselnya dan melihat sudah jam berapa.
" Apa?? Aku tidur pulas banget dan tidak terasa sudah jam 7 malam, aku mau mencuci muka dan masak untuk makan malam." Ucap Alica
Satu jam kemudian Alicia sudah selesai memasak dan juga sudah mandi, kini Alicia duduk di kursi makan sambil menunggu Arnold pulang dari kampus setelah satu jam lebih Arnold datang dan memeluk Alicia.
Grep.
" Calon istriku masak apa?" Tanya Arnold sambil memeluk Alicia dari arah belakang.
" Calon istri?" Tanya ulang Alicia.
" Iya calon istriku, sebentar lagi kita akan menikah. Calon istriku masak apa?" Tanya Arnold mengulangi perkataannya.
" Tebak saja." Ucap Alicia sambil tersenyum bahagia.
" Terima kasih sayang, kamu masak kesukaanku." Ucap Arnold sambil melepaskan pelukannya dan duduk di samping calon istrinya.
" Tapi masakannya sudah agak dingin aku hangatkan dulu ya." Ucap Alicia sambil berdiri.
Grep
" Tidak usah kita makan saja sekarang kebetulan aku sudah lapar." Ucap Arnold sambil memegang tangan calon istrinya.
" Cuci tangan dulu baru makan." Ucap Alicia.
" Ok." Jawab Arnold singkat.
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
Bab selanjutnya menyusul menceritakan tentang acara reuni dan rencana Arnold mempermalukan Anabel
Ayo donk vote, like, komentar dan hadiahnya biar author semangat menulisnya.
Terima kasih atas vote, like, komentar dan hadiahnya
__ADS_1