
Mommy Cindy menghembuskan nafasnya secara perlahan kemudian menggelengkan kepalanya tanda tidak setuju membuat Angel menghembuskan nafasnya dengan perlahan juga.
" Aku mohon, jika seandainya aku meninggal waktu aku melahirkan aku mohon menikahlah dengan suamiku dan merawat putra kami," mohon Angel.
" Baiklah," jawab mommy Cindy pasrah
" Terima kasih, aku percayakan anakku padamu," ucap Angel.
" Sstttttt, sudah jangan bicara seperti itu," pinta mommy Cindy.
Angel terdiam begitu pula dengan mommy Cindy dan tidak berapa lama pesanan mereka datang dan merekapun memakan pesanan mereka.
Hari berlalu dengan cepatnya dan kini usia kandungan Angel menginjak 4 bulan, Angel selama ini tidak mengatakan ke suaminya karena dirinya hamil terlebih selama tiga bulan suaminya pergi ke luar kota karena perjalanan bisnis karena itulah dirinya merasa aman.
Hingga suatu hari suami Angel pulang dari luar kota dan berjalan menaiki anak tangga dan melihat mommy Cindy sedang menuruni anak tangga.
" Istriku ada di kamar?" tanya daddy Axel basa basi.
" Ada kak," jawab mommy Cindy.
__ADS_1
" Oh ya ini oleh - oleh untukmu," ucap daddy Axel sambil memberikan paper bag ke mommy Cindy.
" Terima kasih kak," jawab mommy Cindy.
Daddy Axel hanya menganggukkan kepalanya kemudian melanjutkan melangkahkan kakinya menaiki anak tangga satu demi satu menuju ke arah kamarnya.
Ceklek
Daddy Axel membuka pintu kamarnya perlahan dan melihat sekeliling kamarnya sepi membuat daddy Axel masuk ke dalam kamarnya.
Daddy Axel mendengar suara gemericik air membuat daddy Axel tersenyum menyeringai. Daddy Axel meletakkan tas kerjanya dan paper bag di sofa kemudian menarik dasinya yang terasa mencekik dan melepaskannya dengan cepat kemudian berlanjut melepaskan jas, kemeja, celana panjangnya dan yang terakhir celana boxer nya.
Kini daddy Axel polos tanpa sehelai benang pun kemudian berjalan ke arah kamar mandi kemudian membuka pintu kamar mandi dengan perlahan.
" Sayang kapan datang?" tanya Angel
" Barusan aku datang, sudah lama keris sakti ku tidak di asah," bisik daddy Axel.
" Suamiku semakin lama semakin mesum," ucap istrinya.
__ADS_1
" Mesum sama istri sendiri," bisik suaminya sambil memainkan dua gunung himalaya milik istrinya.
" Perasaan tiga bulan tidak ku sentuh dua gunung kembar istriku tambah besar saja," sambung suaminya.
Angel hanya tersenyum sambil menikmati sentuhan suaminya hingga mengeluarkan suara merdu membuat suaminya tersenyum kemudian dengan perlahan daddy Axel menyatukan tubuhnya dan mereka pun melakukan kegiatan hubungan suami istri hingga tidak berapa lama keluarlah lahar dari tombak sakti miliknya.
Daddy Axel menarik tombak saktinya kemudian mereka pun mandi bersama setelah selesai daddy Axel memakaikan jubah handuk namun ketika Angel membalikkan badannya mata daddy Axel membulat sempurna melihat perut istrinya mulai membuncit.
" Sayang, perutmu kok agak buncit? Apakah kamu hamil?" tanya daddy Axel sambil memakaikan jubah handuk ke istrinya.
" Benar sayang, aku hamil," jawab Angel sambil membelai perutnya.
" Sayang, daddy kan sudah bilang kalau daddy tidak setuju kamu hamil? Apa terakhir kita melakukan hubungan suami istri sayangku berhenti minum penunda hamil?" tanya daddy Axel sambil berjalan ke luar dari kamar mandi dengan diikuti oleh istrinya.
" Maaf sayang, sebenarnya sebulan sebelum kepergian mu keluar kota aku sudah berhenti minum obat," jawab Angel jujur sambil duduk di sisi ranjang.
" Sayang, kenapa sayangku nekat melakukan ini? Sayangku kan tahu jika sayangku hamil dan melahirkan maka sayangku akan..." ucap daddy Axel menggantungkan kalimatnya sambil berlutut di depan istrinya sambil menggenggam ke dua tangan istrinya.
" Aku tahu sayang tapi jujur aku ingin merasakan hamil dan mempunyai anak darimu, jika seandainya aku meninggal ketika melahirkan anak kita aku ingin sayangku menikah lagi," ucap Angel sambil menarik suaminya agar duduk di sampingnya.
__ADS_1
" Aku hanya menikah sekali seumur hidupku dan kamulah istri yang paling aku cintai jadi mana mungkin hatiku bisa mendua," ucap suaminya.
" Sayang, coba sentuh perutku," pinta istrinya ketika merasa janinnya bergerak - gerak.