
Rey pun pergi dari ruangan tersebut untuk menjemput Alicia pulang ke mansion sedangkan dokter yang memeriksa nyonya Lee dan Arnold pulang ke rumahnya.
" Mommy, kita tidur di kamar sebelah yuk." ajak tuan Lee
" Tidak dad, mommy ingin tidur bersama Arnold," tolak nyonya Lee.
" Kalau begitu daddy juga akan tidur di sini," ucap tuan Lee
" Terserah daddy," jawab nyonya Lee
Arnold hanya diam tanpa mengucapkan sepatah kata karena dalam pikirannya ingin segera bertemu dengan Alicia secepat mungkin.
xxxxxxxxxxxxxxxxx
Di tempat yang berbeda dokter Ririn dan Alicia sudah selesai makan dan minum, awalnya Alicia tidak ingin makan namun berkat bujuk rayu dokter Ririn akhirnya Alicia mau makan.
" Alicia selama kamu hamil apakah pernah mengalami ngidam ataupun mual - mual seperti wanita hamil pada umumnya?" tanya dokter Ririn sambil membuka kulit jeruk.
" Tidak pernah hanya saja aku ingin dekat dengan suamiku dan mencium aroma tubuhnya." ucap Alicia dengan wajah sendu.
Alicia dan dokter Ririn tidak tahu kalau ngidam dan muntah - muntah hanya di alami oleh tuan Lee dan Arnold selama dua bulan karena author sengaja menghukum mereka berdua yang telah berani melukai Alicia yang sangat dalam. Author tidak perduli kalau tuan Lee memaki author karena menyiksanya dengan cara memasak dan memakan yang paling di bencinya di tambah siksaan lainnya.
" Kemungkinan anakmu sangat merindukan bapaknya," ucap dokter Ririn sambil menggengam tangan Alicia.
" Tapi sayang, daddynya tidak mengakui anak - anak yang aku kandung bahkan ingin menggugurkannya," ucap Alicia sambil tersenyum menahan rasa sakit pada hatinya.
Luka yang tidak berdarah yang diberikan oleh Arnold terlalu dalam buat Alicia, tamparan, tuduhan selingkuh, menggugurkan kandungannya dan di tambah Arnold sudah menemukan penggantinya.
" Kamu yang sabar ya," ucap dokter Ririn sambil memberikan jeruk ke Alicia yang sudah di kupas kemudian memberikannya ke Alicia.
Alicia hanya menganggukan kepalanya sambil menerima jeruk pemberian dokter Ririn kemudian memakannya, Alicia sebenarnya tidak berselera untuk makan tapi demi anak - anak yang masih dalam kandungan membuat Alicia memaksakan diri untuk makan sedangkan dokter Ririn mengambil jeruk dan mengupasnya untuk dirinya sendiri.
" Kamu jadi menghubungi suamimu?" tanya dokter Ririn.
" Tidak kak," jawab Alicia.
" Kenapa?" tanya dokter Ririn.
" Suamiku sudah menemukan penggantiku jadi aku tidak ingin mengganggu hubungan suamiku dan wanita itu, biarkan aku mengalah asalkan suamiku bahagia," ucap Alicia sambil menahan rasa sesak ketika mengatakan hal tersebut.
" Aku ingin istirahat kak," sambung Alicia ketika jeruknya sudah habis di makan olehnya.
__ADS_1
" Kakak juga ingin istirahat dan besok pagi kita pergi meninggalkan kota ini," ucap dokter Ririn.
" Iya kak," jawab Alicia.
Mereka pun berjalan menaiki anak tangga menuju ke kamar mereka masing - masing untuk beristirahat, Alicia masuk ke dalam kamarnya kemudian berjalan ke arah kamar mandi untuk mencuci muka dan dilanjutkan dengan menyikat giginya.
Setelah selesai Alicia berjalan ke arah balkon kemudian duduk di sofa yang berada di balkon sambil menatap ke arah langit pikirannya berkelana dan tidak henti - hentinya air matanya keluar.
" Ibu, nenek kenapa meninggalkan aku sendirian? ayah kandungku membenciku dan tidak menginginkan aku begitu pula dengan suami yang sangat aku cintai sangat membenciku dan tidak menginginkan anak - anakku," ucap Alicia.
Alicia menangis dan menangis untuk menghilangkan rasa sesak di hatinya setelah puas menangis Alicia berdiri dan berjalan ke arah pagar pembatas balkon kemudian menyandarkan tubuhnya pada pagar pembatas balkon tersebut.
" Lebih baik aku pergi dari mansion ini karena aku tidak ingin menjadi beban kak Ririn terlebih karir kak Ririn sangat bagus di rumah sakit, aku tidak boleh egois," ucap Alicia tiba - tiba ingin pergi dari mansion tersebut.
Alicia tidak ingin egois karena itu Alicia pergi dari mansion milik orang tua dokter Ririn tanpa membawa apapun hanya pakaian yang melekat di badannya dan tas kecil miliknya.
Alicia melihat di bawah balkon sangat sepi dan dekat dengan pohon besar dengan nekat Alicia naik ke pembatas balkon kemudian berjalan perlahan ke arah pohon kemudian memeluknya dengan perlahan Alicia menuruni pohon melalui dahan - dahan pohon.
" Untung dulu waktu kecil suka naik pohon jadi aku tidak takut, anak - anak mommy yang kuat ya kita tidak boleh menyusahkan tante Ririn," ucap Alicia sambil mengusap perutnya yang masih rata.
Setelah berhasil turun Alicia berjalan dengan perlahan menuju jalan setapak hingga tidak berapa lama Alicia melihat pintu besi yang kebetulan tidak terkunci, Alicia keluar dari mansion tersebut dan berjalan tidak tentu arah namun tiba - tiba kepala Alicia terasa sangat pusing hingga sebuah mobil melaju ke arah dirinya.
Ciittttttttttttttttttttt
Mobil itupun mendadak mengerem mobilnya bersamaan Alicia tidak sadarkan diri membuat seorang pria turun dari mobilnya dan berjalan ke arah Alicia.
" Apakah wanita itu masih hidup?" tanya seorang wanita cantik.
" Sebentar nyonya, saya cek dulu," ucap pria tersebut.
Pria itupun mengecek kondisi Alicia setelah beberapa saat dirinya bernafas lega kemudian membalikkan badannya dan berjalan ke arah wanita cantik itu.
" Masih hidup nyonya," jawab pria tersebut.
" Bawa dia ke dalam mobil dan diletakkan di sebelahku," perintah wanita cantik itu.
" Baik nyonya," jawab pria tersebut.
Pria itupun membalikan badannya dan berjalan ke arah Alicia kemudian menggendongnya ala bridal style, pria itupun membawanya masuk ke dalam mobil kemudian memutari mobilnya dan duduk di kursi pengemudi.
" Apa kita pergi ke rumah sakit nyonya?" tanya pria itu.
__ADS_1
" Kita tidak ada waktu, aku sudah di tunggu oleh suami dan putraku jadi lebih baik kita langsung pergi keluar kota. Wanita ini aku akan mencoba menyadarkannya," ucap wanita cantik itu yang duduk di kursi belakang pengemudi.
" Baik nyonya," jawab pria tersebut yang ternyata seorang sopir keluarga.
Sopir itupun mengendarai mobil dengan kecepatan sedang bersamaan kedatangan mobil Rey menuju ke arah mansion milik orang tua Ririn. Rey menghentikan mobilnya dan berjalan ke arah gerbang pagar.
" Maaf, tuan mencari siapa?" tanya salah satu bodyguard.
" Saya ingin bertemu dengan dokter Ririn," ucap Rey.
" Maaf dengan tuan siapa?" tanya penjaga tersebut.
" Rey," jawab Rey singkat.
" Sebentar tuan." jawab penjaga tersebut.
Penjaga itupun menghubungi dokter Ririn di sambungan pertama langsung di angkat, penjaga itupun menceritakan kalau ada yang ingin menemui dokter Ririn setelah selesai berbicara penjaga itupun menutup teleponnya kemudian berjalan ke arah Rey.
" Silahkan masuk tuan." ucap penjaga tersebut dengan nada sopan.
" Terima kasih," jawab Rey
Rey membalikkan tubuhnya kemudian berjalan ke arah mobilnya kemudian mengendarai mobil untuk masuk ke dalam gerbang mansion. Singkat cerita kini Rey dan dokter Ririn duduk saling berhadapan.
" Maaf, tuan siapa ya? kok tahu nama saya?" tanya dokter Ririn.
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
Apa yang terjadi ketika mengetahui kalau Alicia sudah pergi dari mansion? Siapakah wanita itu? Apa yang dilakukan oleh Arnold ketika mengetahui kalau istrinya hilang? Tunggu bab selanjutnya ya.
Ayo donk vote, like, komentar dan hadiahnya biar author semangat menulisnya.
Author mengucapkan terima kasih banyak atas vote, like, komentar dan hadiahnya, maafkan author kalau ada komentar yang tidak di balas yang pasti author membaca semua komentar kalian dan author sangat berterima kasih yang tak terhingga hingga karya saya masuk ke karya digemari oleh masyarakat. Semoga Tuhan membalas kebaikan kalian semua dalam memberikan author vote, like, komentar dan hadiahnya.
Dari author Yayuk Triatmaja
🌹
Terima kasih sudah mampir di ceritaku.
Oh iya, ini ada karya teman ku di jamin pasti ok punya.... bisa mampir dan nikmati untuk para pembaca novel setiaku dengan judul :
__ADS_1
Terima kasih banyak buat para pembaca setiaku. 🌹🌹🌹😘😘🌹🌹🌹