Mengubah Takdir : Dendam Sang Mafia

Mengubah Takdir : Dendam Sang Mafia
Isabel


__ADS_3

Tuan Lee berusaha menahan amarahnya hingga beberapa saat kemudian tuan Lee menghembuskan  nafasnya dengan perlahan setelah selesai tuan Lee membawa mangga tersebut ke arah wastafel.


" Kamu serius daddy makan mangga mentah ini?" Tanya tuan Lee sambil meletakkan mangga di keranjang buah.


" Serius dad." Jawab Arnold tanpa dosa.


" Apakah kamu tahu mangga ini sangat asam?" Tanya tuan Lee.


" Aku tahu dad tapi aku ingin daddy memakan mangga itu." Ucap Arnold dengan nada santai.


Tuan Lee menghembuskan nafasnya dengan kasar kemudian memotong - motong mangga tersebut menjadi kecil dan mulai memakannya namun baru saja masuk ke dalam mulutnya, tuan Lee meringis karena mangga nya sangat asam.


" Asem banget." Ucap tuan Lee.


" Habiskan dad." Pinta Arnold tanpa dosa.


" Kamu bantuin daddy." Pinta tuan Lee.


" Tidak dad, Arnold ingin daddy yang menghabiskan." Tolak Arnold.


Tuan Lee menghembuskan nafasnya dengan berat kemudian memasukkan sepotong demi sepotong sambil menahan rasa asam namun tuan Lee tidak sanggup lagi memakan mangga asam.


" Daddy tidak tahan asem banget." Ucap tuan Lee setelah selesai meminum air putih menghilangkan asem.


" Baru juga makan 6 potong." Protes Arnold.

__ADS_1


" Tapi daddy benar - benar tidak kuat Arnold." Ucap tuan Lee.


" Sudahlah dad, daddy memang tidak sayang padaku." Ucap Arnold dengan wajah di tekuk kemudian berbaring di ranjang dan membelakangi tuan Lee.


Tuan Lee menghembuskan nafasnya dengan berat kemudian menepuk bahu Arnold agar Arnold membalikkan badannya.


" Arnold, bagaimana kalau yang makan mangga para karyawan kantor?' Tanya tuan Lee penuh harap agar Arnold menyetujui usulannya.


" Tidak mau, jika daddy tidak mau makan maka Arnold tidak akan mau makan selamanya." Ancam Arnold.


" Baiklah, daddy akan makan." Ucap tuan Lee pasrah.


Tuan Lee mulai memasukkan beberapa mangga sambil menahan rasa asam sedangkan Arnold langsung membalikkan badannya dan melihat tuan Lee sedang memakan mangga sambil menahan rasa asam hingga setengah jam kemudian siksaan itu berakhir tuan Lee langsung meminum air mineral hingga satu botol habis tanya sisa.


" Daddy sudah makan mangga muda sekarang kamu tidak marah kan sama daddy?" Tanya tuan Lee.


" Sekarang kita lanjutkan lagi pekerjaan yang tadi sempat tertunda." Ucap tuan Lee.


" Baik dad." Jawab Arnold patuh.


Mereka pun  keluar dari ruangan pribadi milik tuan Lee menuju ke ruang kerja, mereka melanjutkan pekerjaan kembali hingga terdengar suara pintu di ketuk oleh seseorang sebanyak tiga kali.


" Masuk." Jawab tuan Lee


Ceklek

__ADS_1


Pintu ruangan terbuka tampak Alex membuka pintu dengan lebar dan masuklah gadis yang cantik berjalan ke arah tuan Lee dan Arnold sambil tersenyum manis ke Arnold membuat tuan Lee dan  Arnold berdiri.


" Hallo paman, kak Arnold." Sapa gadis cantik tersebut.


" Hallo Isabel, tambah cantik saja." Jawab tuan Lee.


" Terima kasih paman." Jawab Isabel sambil duduk di samping Arnold membuat tuan Lee dan Arnold ikut duduk.


" Kapan datang?" Tanya Arnold.


" Hari ini baru datang dan langsung ke sini." Ucap Isabel


" Bagaimana nanti malam kita makan malam di restoran seafood langganan mommynya Arnold." Usul tuan Lee.


" Boleh paman, jam berapa?" Tanya Isabel penuh semangat.


" Jam 7 malam nanti biar Arnold yang menjemputmu." Ucap tuan Lee.


" Kalau kak Arnold tidak sibuk boleh saja menjemput ku." Ucap Isabel sambil menatap Arnold dari arah samping.


" Bagaimana Arnold, kamu maukan menjemput Isabel?" Tanya tuan Lee penuh harap.


xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx


Apa jawaban Arnold tunggu di bab selanjutnya ya. Terima kasih.

__ADS_1


Ayo donk vote, like, komentar dan hadiahnya biar author semangat menulisnya.


Terima kasih atas vote, like, komentar dan hadiahnya


__ADS_2