
" Maaf sayang banyak kerjaan menumpuk jadi aku lupa, memang kenapa sayang?" tanya Rey mengikuti permainan sandiwara dokter Ririn.
" Sayang tolong pecat pria itu karena telah berani menghina kekasihku yang sangat tampan ini," ucap dokter Ririn sambil membelai pipi Rey.
' Si*l adik kecilku semakin mengeras gara - gara wanita ini, awas saja aku akan menghukumnya," ucap Rey dalam hati
" Kasihan mantanmu sedang bermimpi," ledek wanita itu
" Benar katamu sayang," ucap pria tersebut.
" Hey kamu itu jangan bermimpi, jelas - jelas pria itu gigolo mana mungkin dia tangan kanan pemilik perusahaan Alexindo Lee Cooperation apalagi kerja di pusat? Asal kamu tahu yang berkerja di pusat adalah orang - orang pilihan, sangat sulit masuk ke perusahaan Alexindo Lee Cooperation," sambung pria itu.
" Salah satunya suamiku yang sangat pintar dan bisa masuk ke perusahaan besar itu walau perusahaan cabang," ucap wanita itu.
Sepasang suami istri tersebut mengoceh tanpa henti walau wajah dan tubuhnya babak belur mereka tidak memperdulikannya membuat dokter Ririn kesal dan bersiap pergi namun di tahan oleh Rey. Rey mengambil ponselnya kemudian menghubungi manager HRD pusat sambungan pertama langsung di angkat oleh manager HRD.
" Hallo tuan," panggil manager HRD dengan nada sopan dan hormat.
" Sayang siapa nama pria brengs*k itu?" tanya Rey tanpa menjawab ucapan manager HRD.
" Vincent Rizky Adriansyah," jawab dokter Ririn.
" Kamu dengar ucapan kekasihku?" tanya Rey sambil melirik sinis ke arah Vincent sedangkan Vincent hanya tertawa bersama istrinya.
" Dengar tuan," jawab manager HRD
" Pecat dia dan jangan di terima di manapun dia berkerja," ucap Rey.
" Baik tuan," jawab manager HRD dengan nada patuh.
Tut Tut Tut
Sambungan komunikasi diputuskan secara sepihak oleh Rey kemudian Rey menyimpan kembali ponselnya ke dalam saku jasnya. Rey yang masih memeluk dokter Ririn membalikkan badannya meninggalkan sepasang suami istri tersebut.
" Sayang, lebih baik kita pergi tidak usah mengurusi sampah seperti mereka," ucap Rey
" Benar katamu sayang, lebih baik kita pergi dari sini dari pada mendengarkan sesuatu yang tidak berguna," ucap dokter Ririn.
" Hei tunggu!!!" teriak Vincent.
Dokter Ririn menghentikan langkahnya kemudian membalikkan badannya lalu matanya menatap tajam ke arah berdua begitu pula dengan Rey.
__ADS_1
" Ada apa?" tanya dokter Ririn dengan nada dingin.
" Apakah kamu pernah melakukan hubungan suami istri?" tanya Vincent penasaran.
" Tentu saja dan sekarang kami ingin melakukan lagi karena aku sangat puas dengan permainan kekasihku," ucap dokter Ririn berbohong.
Rey sangat terkejut dengan ucapan dokter Ririn tapi wajahnya langsung berubah seperti biasa sedangkan Vincent tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh dokter Ririn.
" Aku tidak percaya dengan apa yang kamu katakan karena dulu aku memintamu tapi kamu selalu menolaknya," ucap Vincent.
" Mau bukti?" tanya dokter Ririn
" Cium," ucap Vincent singkat.
" Cium?" tanya ulang dokter Ririn
" Ya cium, aku yakin kamu tadi berbohong karena aku tahu kamu itu tidak pernah mau berciuman apalagi melakukan hubungan suami istri," ucap Vincent sambil tersenyum devil.
Dokter Ririn melepaskan pelukannya begitu pula dengan Rey, dokter Ririn membalikan badannya agar bisa menatap wajah tampan Rey kemudian mengalungkan ke dua tangannya ke leher Rey.
Dokter Ririn menatap mata Rey dengan tatapan sendu seakan meminta kerja samanya sedangkan Rey yang mengerti arti tatapan mata dokter Ririn mengangkat tangannya kemudian menyelipkan ke leher belakang dokter Ririn kemudian menundukkan wajahnya karena Rey lebih tinggi dari pada dokter Ririn.
Cup
Rey mengecup bibir dokter Ririn, ciuman pertama dokter Ririn begitu pula dengan Rey, Rey yang baru pertama kali merasakan ciuman bibir langsung menjadi candu. Rey melu mat bibir dokter Ririn kemudian menggigit bibir dokter Ririn agar terbuka setelah terbuka Rey menjulurkan lidahnya ke dalam mulut dokter Ririn untuk bertukar saliva.
Dokter Ririn yang baru pertama kali merasakan di cium seorang pria membuat dokter Ririn menahan nafas hingga lama- lama dokter Ririn menepuk bahu Rey agar melepaskan ciumannya.
Hah.... Hah.... Hah...
Dokter Ririn mengatur nafas sambil memukul bahu Rey sambil menatap tajam sedangkan Rey tersenyum puas, Vincent dan istrinya menatap tidak percaya apa yang mereka lakukan dan tidak berapa lama Vincent tersenyum sinis.
" Untung aku tidak menikah dengan wanita mu..." ucapan Vincent terpotong oleh dering ponselnya membuat Vincent mengambil ponselnya yang disimpannya di saku jasnya.
Vincent melihat siapa yang menghubungi dirinya dan matanya langsung membulat sempurna karena malam - malam manager hrd cabang tempat dirinya berkerja menghubungi dirinya. Vincent dengan ragu - ragu menggeser tombol berwarna hijau ke arah samping kemudian menempelkan ponselnya ke arah telinganya dengan keringat mengucur dari dahinya.
" Hallo tuan," panggil Vincent dengan nada sopan.
" Maaf tuan Vincent mulai sekarang dan seterusnya tuan Vincent tidak berkerja di perusahaan kami," ucap manager hrd.
" Apa??? Kenapa saya di pecat?" tanya Vincent dengan nada terkejut
__ADS_1
" Karena tuan telah berani menyinggung tangan kanan pemilik perusahaan Alexindo Lee Cooperation," ucap manager hrd.
Vincent menatap ke arah Rey sedangkan Rey yang di tatap hanya tersenyum menyeringai sambil memeluk dokter Ririn kemudian membalikkan badannya meninggalkan mereka berdua.
" Tuan tidak bercanda kan?" tanya Vincent tidak percaya.
" Aku sama sekali tidak bercanda dan satu lagi karena tuan sudah menyinggung tangan kanan pemilik perusahaan Alexindo Lee Cooperation maka bersiaplah tidak di terima di manapun tuan berkerja," ucap manager hrd.
" Akhhhhhhhhhhhhh!!!!" teriak Vincent tidak percaya dengan apa yang didengarnya.
tut tut tut
Sambungan komunikasi langsung terputus secara sepihak oleh manager hrd sedangkan istrinya menatap suaminya dengan tatapan tidak percaya dengan apa yang didengarnya kalau sekarang suaminya menganggur.
' Si*l aku tidak bisa belanja barang mewah lagi kalau suamiku tidak berkerja di perusahaan Alexindo Lee Cooperation lebih baik aku minta berpisah dan aku akan merebut kekasih wanita murahan itu karena pria itu tangan kanan pemilik perusahaan Alexindo Lee Cooperation tentunya uangnya lebih banyak dan aku bisa menghambur - hambur kan uang,' ucap wanita itu dalam hati.
" Berarti kamu sudah tidak berkerja lagi?" tanya istrinya.
" Iya dan aku tidak di terima berkerja di manapun," ucap Vincent
" Kalau begitu kita cerai." ucap istrinya
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
Apa jawaban Vincent? Apa misi wanita itu berhasil merebut Rey dari dokter Ririn? Tunggu di bab selanjutnya ya
Ayo donk vote, like, komentar dan hadiahnya biar author semangat menulisnya.
Author mengucapkan terima kasih banyak atas vote, like, komentar dan hadiahnya, maafkan author kalau ada komentar yang tidak di balas yang pasti author membaca semua komentar kalian dan author sangat berterima kasih yang tak terhingga hingga karya saya masuk ke karya digemari oleh masyarakat. Semoga Tuhan membalas kebaikan kalian semua dalam memberikan author vote, like, komentar dan hadiahnya.
Dari author Yayuk Triatmaja
🌹
Terima kasih sudah mampir di ceritaku.
Oh iya, ini ada karya teman ku di jamin pasti ok punya.... bisa mampir dan nikmati untuk para pembaca novel setiaku dengan judul :
Terima kasih banyak buat para pembaca setiaku. 🌹🌹🌹🌹😘😘😘😘🌹🌹🌹🌹
__ADS_1