Mengubah Takdir : Dendam Sang Mafia

Mengubah Takdir : Dendam Sang Mafia
Maafkan Kami


__ADS_3

" Ya," jawab Alicia singkat.


" Maafkan kami," ucap tuan Lee dan nyonya Lee serempak sambil mengangkat ke dua tangannya sebagai tanda ingin di peluk.


Grep


Alicia langsung berjalan ke arah ke dua mertuanya kemudian memeluknya membuat nyonya Lee dan tuan Lee sangat bahagia dan membalas pelukan Alicia setelah beberapa saat mereka melepaskan pelukannya.


" Tante," panggil Alicia


" Panggil mommy," pinta nyonya Lee


" Panggil juga daddy," sambung tuan Lee.


" Tante eh mommy boleh Alicia meminta bantuan?" tanya Alicia penuh harap.


" Bantuan apa?" tanya nyonya Lee dengan wajah bingung.


" Tolong jaga putra kami yang berada di dalam mobil karena aku dan kak Arnold ingin menyelamatkan putra kami satunya," jawab Alicia


" Tentu saja mommy bersedia, kalian pergilah dan selamatkan cucu mommy dan daddy," ucap nyonya Lee sambil membuka pintu mobil karena dirinya tidak sabar melihat cucunya.


" Ronald, ini oma kamu sama oma dulu ya." pinta Alicia


" Mommy mau kemana?" tanya Ronald kecil

__ADS_1


" Mommy ingin menyelamatkan adik kembar mu," ucap Alicia


" Baik mom," jawab Ronald kecil patuh


Alicia, tuan Lee dan tuan Arnold berjalan ke arah gudang tua dekat pinggiran hutan bersama anak buah tuan Lee dan Arnold,


Tiba - tiba Alicia menghentikan langkahnya membuat tuan Lee dan tuan Arnold ikut menghentikan langkahnya kemudian menatap ke arah Alicia.


" Orang itu menangkap adik tiri ku dan juga putraku Roni jadi biarkan aku yang masuk ke dalam gudang tua itu," ucap Alicia


" Kamu salah putra kami, aku tidak setuju karena aku tidak ingin kamu terluka," tolak tuan Arnold.


" Bukankah waktu itu kak Arnold tidak mengakui kalau aku mengandung putra kak Arnold bahkan kak Arnold memaksaku untuk meminum obat penggugur kandungan bahkan mengusirku," sindir Alicia


" Alicia aku tahu aku salah dan aku minta maaf dengan apa yang aku lakukan," ucap tuan Arnold dengan wajah sendu dirinya merasa sangat bersalah mengingat kejadian beberapa tahun yang lalu.


" Tapi dad..." ucapan tuan Arnold terpotong oleh tuan Lee.


" Arnold, orang itu mengenal Alicia jadi kita bisa menangkapnya secara diam - diam," ucap tuan Lee


" Baiklah," jawab tuan Arnold walau dalam hatinya dirinya sangat takut terjadi dengan Alicia.


Alicia berjalan namun baru beberapa langkah keningnya di todong oleh seseorang yang berpakaian serba hitam membuat Alicia mengangkat ke dua tangannya membuat tuan Arnold ingin menolong Alicia tapi di tahan oleh tuan Lee yang sedang bersembunyi di rimbunan pohon.


" Kamu siapa? Kenapa menangkap putraku dan adikku? Aku tidak pernah mempunyai musuh jadi aku rasa kamu salah menangkap," ucap Alicia

__ADS_1


" Berisik, jalan!!!" perintah pria tersebut.


Alicia dengan patuh berjalan dan masuk ke dalam gudang tua hingga Alicia melihat putra kesayangannya dan adik tirinya tidak sadarkan diri dan mereka sedang duduk dengan ke dua tangan dan ke dua kakinya terikat hingga matanya membulat sempurna ketika melihat seorang wanita yang sangat di kenalnya sekaligus yang sangat dibencinya.


" Anabel?" tanya Alicia


" Apa kabar kakak tersayang," panggil Anabel sambil tersenyum menyeringai


" Kamu masih ingat aku?" tanya Beni


Alicia menatap ke arah Beni yang separuh wajahnya cacat membuat Alicia berusaha mengingatnya.


" Beni, kenapa wajahmu seperti ini?" tanya Alicia


" Ini karena ulah suamimu seluruh keluargaku ma ti tanpa sisa dan aku bersyukur aku bisa selamat dari kecelakaan mobil walau sebagian wajahku cacat," ucap Beni


" Bukan itu saja gara - gara ulah suamimu ke dua orang tuaku dan adik kembarku juga ikut ma ti karena itulah aku bersembunyi dan berencana untuk mem bu nuh dirimu dan juga putra kalian," sambung Anabel sambil menatap Alicia dengan penuh kebencian.


" Kalau adik tirimu kami terpaksa menangkapnya karena menghalangi rencana kami," sambung Beni sambil mengarahkan pistolnya ke kening Alicia.


" Kamu boleh menembak ku tapi aku mohon bebaskan putraku karena putraku tidak bersalah," mohon Alicia.


" Tidak akan, kalian semua harus ma ti," jawab Beni tanpa punya rasa empati sedikitpun sambil menarik pelatuknya.


Dor                                             Dor

__ADS_1


" Akhhhhhhhhhhh..." teriak Alicia, Anabel dan Beni serempak


Bruk


__ADS_2