
" Apakah suster yakin?" tanya asisten Rey.
" Saya yakin tuan," jawab perawat tersebut.
" Rey," panggil tuan Arnold sambil menatap tajam ke arah asisten Rey.
" Maaf tuan, saya akan hubungi anak buah dulu," ucap asisten Rey.
Asisten menghubungi anak buahnya setelah satu menit berbicara Rey mematikan sambungan teleponnya kemudian menyimpan ponselnya kembali ke dalam saku jasnya.
" Maaf tuan, apakah tuan punya foto nyonya Arnold?" tanya asisten Rey.
Tanpa menjawab pertanyaan asisten Rey, tuan Arnold mengambil ponsel di saku jasnya kemudian mencari foto Alicia yang di simpannya di galeri ponselnya setelah ketemu tuan Arnold memberikan ponselnya ke asisten Rey, asisten Rey menerima ponsel milik Arnold kemudian memberikannya ke perawat.
" Coba lihat foto ini, apakah nyonya Arnold di rawat di rumah sakit ini?" tanya asisten Rey.
Perawat itupun melihat foto tersebut kemudian mengingatnya hingga dua menit kemudian dirinya baru ingat dengan pasien bersama sepasang suami istri dan seorang pemuda tampan.
" Ya tuan saya pernah melihatnya namun nyonya sudah pergi bersama keluarganya tapi maaf tuan namanya bukan nyonya Arnold tapi nyonya Adelicia," jawab perawat tersebut.
" Namanya memang nyonya Adelicia, nyonya Adelicia dan keluarganya pergi kemana?" tanya Rey.
" Maaf tuan, saya tidak tahu," jawab perawat tersebut.
__ADS_1
" Bagaimana dengan anak kami?" tanya Arnold yang sejak tadi hanya mengucapkan satu kata.
" Maaf maksudnya janin nyonya Adelicia? kandungannya baik - baik saja tuan," jawab perawat tersebut.
" Rey, perintahkan semua orang untuk memeriksa semua sarana transportasi baik udara, laut dan darat." perintah tuan Arnold sambil membalikkan badannya.
" Baik tuan," jawab asisten Rey patuh.
Ke dua pria itupun pergi meninggalkan rumah sakit menuju ke arah mansion hingga tuan Arnold ingat akan sesuatu.
" Rey perintahkan orang untuk menangkap ayah kandung istriku beserta istri dan anaknya," ucap tuan Arnold ketika melihat Rey sudah selesai menghubungi anak buahnya.
" Baik tuan," jawab asisten Rey patuh.
" Baik tuan," jawab asisten Rey kembali.
Asisten menghubungi anak buahnya kembali untuk menangkap mereka sedangkan tuan Arnold pikirannya menerawang jauh memikirkan Alicia istri yang sangat dicintainya, berjuta rasa penyesalan karena telah menyakiti perasaan istrinya dan juga menyakiti buah hatinya yang ingin dilenyapkan.
" Kita ke markas saja," ucap Arnold.
" Baik tuan," jawab Rey.
Bodyguard yang merangkap sebagai sopir hanya menganggukkan kepalanya tanpa banyak bicara sedangkan asisten Rey yang duduk di samping pengemudi sibuk menghubungi anak buahnya untuk mencari keberadaan Alicia.
__ADS_1
Hingga setengah jam kemudian mereka sudah sampai di markas, dua pasang suara langkah sepatu pantofel menggema di ruangan tersebut hingga mereka berjalan ke arah ruangan yang sangat luas di mana ayah kandung Alicia, ibu tiri Alicia dan Anabel ke dua tangan dan ke dua kakinya masing - masing diikat dengan menggunakan rantai besi membentuk huruf X.
" Sayang, tolong bebaskan aku," mohon Anabel.
" Aku yang menyuruh mereka menangkap mu," ucap tuan Arnold.
" Maksud kak Arnold?" tanya Anabel.
" Rey, panggil lima orang ke sini!!!" perintah tuan Arnold tanpa menjawab pertanyaan Anabel.
" Baik tuan," jawab asisten Rey patuh.
Rey menepuk tangan sekali kemudian datang seorang pria berwajah seram menemui mereka berdua kemudian Rey menyuruhnya untuk memanggil ke empat temannya untuk datang ke ruangan.
" Ada apa tuan? tanya salah satu anak buah kepercayaannya.
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
🌹
Terima kasih sudah mampir di ceritaku.
Oh iya, ini ada karya teman ku di jamin pasti ok punya.... bisa mampir dan nikmati untuk para pembaca novel setiaku dengan judul :
__ADS_1