Menikah Dengan Suami Mama

Menikah Dengan Suami Mama
23. Love you too, A'a!


__ADS_3

Keesokan harinya.


Damar setia menemani Allana di rumah sakit, ia tidak mau meninggalkan nya barang semenit pun. Hingga Damar memutuskan cuti dadakan.


"Sore ini sudah boleh pulang sayang." ucap Damar. Allana nampak sudah jauh lebih segar, air infus nya pun hanya tinggal sepersekian persen dari delapan puluh persenan yang telah masuk ke dalam tubuh Allana.


"Lama sekali A, bukan nya tadi pagi, Lana sudah boleh pulang siang ini yah?" tanya Allana sembari menangkup wajah tampan Damar yang duduk di hadapan nya.


"Menurut mereka ia. Akan tetapi dokter yang merawat kamu, sedang ada urusan mendesak, ia baru akan datang, sore ini." jawab Damar.


"Kenapa? Neng bosan?" tanya Damar. Allana hanya menggelengkan kepalanya cepat.


"Lalu....,?" Damar menggoda Allana dengan berbisik tepat di telinga Allana, meniup serta sedikit menjilat nya.


"A'a, ugh!" Allana menutup mulut nya, ia refleks menggeliat dan sedikit mengerang karena ulah Damar.


"A'a! gak seperti itu lagi, di sini ada pasien lain. Kalau mendengar suara Lana bagaimana?" protes Allana dengan juga berbisik.


Damar tersenyum nakal. Menatap wajah Allana dengan intens dan menggoda "Biarkan saja, nanti mereka ikut berteriak berjamaah, kan mereka juga bersama pasangan nya." Bisik Damar mengekeh.


"Ikh nakal!" ucap Allana dengan menjawir pelan telinga Damar.


"A'a suka nakalin kamu!" Damar kembali mengekeh. "Kamu juga suka kan A'a nakalin?" tanya Damar, dengan senyuman mesum nya. Allana pun mengangguk dan tersenyum kikuk.


Damar naik ke tempat tidur, ia memposisikan tubuhnya di belakang Allana. Kini Allana sudah ia bawa bersandar pada dada bidang nya, dengan posisi menyamping, seakan Allana sedang di dalam pangkuan nya.


Beruntung tempat tidur Allana, berada di sisi dinding utama dekat pintu masuk, hingga ia aman berduaan jika tirai di tutup dan akan mudah melihat kedatangan dokter dari celah tirai yang menghadap pintu masuk.


Dari pagi, sejak Allana bangun dan meminta di bantu untuk shalat subuh, Damar memanfaatkan moment tersebut dengan bermesraan bersama Allana, selepas subuh ia mengaji bersama, lalu setelah shalat Duha. Damar dengan aksinya banyak menggoda dan merayu yang sedikit di bumbui gombal hingga Allana tersipu.


"Neng! maafkan A'a! Minggu lalu itu, Neng salah faham. Neng hanya mendengar sebagian dari pembicara A'a dengan teman-teman A'a." Ujar Damar dengan menatap wajah Allana sendu.


"Hemm. A, sudah lah! yang harus nya minta maaf itu Lana, karena Lana sempat salah faham. Lana telah memaafkan A'a dan Lana sudah tahu juga koq, kebenaran nya!" jawab Allana dengan tersenyum serta mengelus lembut wajah mulus nan maskulin nya Damar.


"Loh koq?" tanya Damar, bermaksud bertanya. Mengapa Allana tahu hal itu.

__ADS_1


"A'a bertemu Yusra, Kinan kak Heru, Kak Irfan, Kak Jovan, bahkan menemui Leo kan? ketika mencari ku?" tanya Allana dengan polos nya.


Ingin rasanya Damar menyelami Allana lebih dalam melihat mata indah nya mengerjap berkali-kali dengan lucu di tambah senyuman yang selalu membuat Damar ingin memulai hasrat kelelakian nya dari bibir tipis nan sexy itu.


"Koq Neng tahu?" tanya Damar setelah menguasai dirinya dari inti syahwat nya yang mulai bertalu ceria.


"Tahu lah, orang hampir tiap malam mereka ke kedai untuk menemani Lana dan mereka telah menceritakan segala nya, apa yang A'a ceritakan kepada mereka. Maaf!" jawab jujur Allana dengan nyengir kuda dan meminta maaf.


"Jadi...., Aaarrggghh! ternyata mereka dan kamu....,Oh my God! aku di bodohi orang-orang yang nampak polos itu! awas saja! akan ku buat perhitungan dengan mereka. Dan kamu....," Damar menatap tajam Allana dengan smirk mengerikan di bibir nya.


"Sayang! ma'afkan Lana. Jangan marah,please!" permohonan Allana dengan tidak henti-hentinya mengelus pipi dan mengecupi hidung Damar, agar Damar luluh.


Akhirnya Damar sedikit luluh. "Hemmm, baiklah! Aku telah memaafkan mu. Namun akan tetap ada hukuman untuk mu, setelah pulang dari sini!" ucap Damar pelan, tetap dengan nada ancaman dan senyum di ujung bibir.


"Aku mau tetap pulang ke kedai!" ujar Allana.


"Sayang! kamu sudah memaafkan A'a atau belum?" tanya Damar.


"Sudah A'a sayang! bahkan dari sebelum A'a memintanya. cup!" Allana mengecup pipi Damar.


"Terima kasih Neng! namun apa alasan nya, jika kamu tahu, A'a mencari kamu dan sudah tahu isi percakapan A'a dengan teman-teman nya A'a, serta telah memaafkan A'a, tapi kamu malah lebih memilih bertahan di kedai dan bubu sendiri?" tanya Damar penuh selidik.


"La-lana takut!"


"Takut? maksudnya, takut akan hal apa? A'a tidak akan marah Neng!" ujar Damar.


"Lana takut dengan perasaan Lana. Ternyata Lana....,"


"Ternyata, apa Neng?" tanya Damar dengan tidak sabar.


"Ternyata...., La....,La-na! mencintai A'a!" ucap lirih Allana dengan langsung menundukan kepala nya.


Damar menelaah kata-kata terakhir Allana, walaupun terdengar pelan, namun nyata, ia masih dapat mendengar nya dengan jelas.


"Sayang! sungguh?" tanya Damar dengan sumringah.

__ADS_1


Kali ini Allana memberanikan diri menatap wajah Damar. "Sungguh! Lana jatuh cinta kepada A'a, entah dari kapan mula nya,yang pasti rasa itu menyiksa Lana dari sejak Lana meninggalkan A'a dan Lana malu untuk mengakui nya. Takut A'a mengejek Lana. Untuk saat ini, terserah A'a, mau mengejek atau apapun. Lana sudah lega karena telah mengungkapkan nya." Ujar jujur Allana.


"Sayang! kamu tahu kan A'a juga mencintai kamu! mana mungkin A'a mengejek pengakuan mu! terima kasih sayang! karena kamu sudah jujur kepada A'a akan perasaan kamu. A'a love you Neng!" ucap Damar dengan perasaan bahagia yang membuncah.


"Lana love you too, A'a!" balas Allana dengan tersenyum malu dan ia langsung menyusupkan wajah nya pada dada damar.


Untuk sesaat mereka hening dan hanya menikmati getaran bahagia di dalam hati masing-masing. Damar tidak henti mengecupi dahi dan mengelus lembut punggung Allana yang masih berada di dalam pelukannya.


"Baiklah! A'a berkemas dulu, Neng istirahat lagi." Pinta Damar, dengan terpaksa, ia turun dari tempat tidur Allana. Kini dirinya dan Allana nampak senyum kikuk. Sumpah, Damar merasa kembali menjadi ABG yang tengah jatuh cinta.


"Neng!"


"A!"


Panggil mereka secara bersamaan. Namun pada akhirnya mereka tersipu malu.


"Neng dulu." Pinta Damar.


"A'a saja!" pinta Allana.


Kecanggungan tengah melanda mereka berdua. Kadang Allana yang tersenyum salah tingkah karena tatapan mereka bertemu. Terkadang Damar yang kikuk, karena di sela pengepakan barang Allana, Damar mencuri pandang dan terpergok Allana.


Perasaan bahagia membuncah di dalam qolbu nya masing-masing. Perkataan yang tidak dapat di ungkap, hanya terlukis dari senyuman indah mereka.


***


Sore hari,


"Loh A'a koq bawa supir segala, dan ini mau ke mana?" tanya Allana ketika sudah keluar dari rumah sakit dan Damar menggunakan supir sewaan, serta jalan mereka menuju jalan tol yang mengarah ke luar kota.


"A'a Ingin memeluk mu terus, maka nya menyewa supir dan kita sedang menuju Bandung." Jawab Damar.


"Ke Bandung?"


"Hu'uh, sudahlah! kamu harus istirahat, jangan sampai letih, karena besok akan menjadi hari yang sibuk untuk kita." ucap Damar.

__ADS_1


"Hari yang sibuk?" gumam hati Allana. Ia yang tidak mengerti akan ucapan Damar, memilih diam dan menikmati pelukan hangat serta belaian lembut jari sang suami pada punggung nya.


Bersambung ....


__ADS_2