Menikah Dengan Suami Mama

Menikah Dengan Suami Mama
27. Makan Malam Romantis.


__ADS_3

"Neng! Maafkan A'a yang mungkin sudah menyakiti mu tanpa sengaja. A'a cinta sekali pada mu Neng." Ujar Damar dengan mata yang berkaca-kaca.


"A'a bicara apa sih? Lana tidak merasa A'a menyakiti Lana. A'a sudah menjaga Neng dan juga menyayangi Neng dengan tulus. A'a adalah suami yang begitu sempurna untuk Lana. Terima kasih A'a sayang." Allana memutar balik tubuh nya. Kini tubuh Allana dan Damar saling berhadapan.


Allana menatap sendu wajah Damar. Kini tatapan nya bertemu dengan tatapan maskulin Damar yang penuh arti. 'Cinta' terpancar dengan jelas dari sorot mata Damar.


"Terima kasih kembali Neng. Tuhan itu Maha Baik. Selain Ia menitipkan dirimu untuk Aku jaga, Ia pun menjaga hatimu. Agar Ku miliki, bertujuan untuk mengisi relung hatiku yang selama ini kosong. A'a Love you Neng." Cup! Damar mengecup kening Allana.


"Neng, Love you A'a juga!" Balas Allana dengan malu-malu, setelah nya ia menenggelamkan wajahnya pada dada bidang nya Damar.


Damar mengekeh, mendapatkan kelucuan sikap sang Istri. "Mari berangkat, nanti ke buru malam. Tempat itu A'a booking hingga pukul sepuluh saja. Setelah pukul itu, kita akan menyusuri keindahan kota Singapur." Tandas Damar.


"Kalau begitu, cepat A. Nanti makan malam nya tidak puas kalau hanya sebentar." Ajak Allana dengan tergesa.


"Jangan tergesa juga Neng! jalan perlahan, nanti kalau kita jatuh, bagaimana?"


"Hehe! maaf A'a sayang. Neng terlalu antusias."


Allana dan Damar pun segera menuju ke sebuah restoran yang telah di booking Damar. Mobil Alphard putih, telah menanti mereka di lobby hotel. Fasilitas hotel yang Damar sewa selama di Singapura lengkap bersama sang sopir.


Allana begitu bahagia. Tangan keduanya saling bertaut, seperti nya tidak ada yang hendak melepas nya di antara mereka. Senyum kebahagiaan pun tidak pudar dari kedua nya.


Setelah sepuluh menit perjalanan. Kini Allana dan Damar telah sampai di sebuah restoran yang terbilang mewah dan berbagai menu dari berbagai macam negara tersedia di restoran tersebut.


"Silakan duduk princess!" Damar menarik kursi yang tersedia untuk Allana.


"Terima kasih, my prince." Balas Allana. Tatapan dan senyuman manis ia persembahkan untuk Damar.


Kedua nya sudah duduk dengan baik di bangku masing-masing. Cara duduk mereka pun Nampak anggun untuk Allana dan nampak gagah bagi Damar.


"Neng dansa yuk!" ajak Damar dengan senyum kikuk. Malu, seperti nya.


"Hehe! harus gitu A? Lana tidak bisa dansa." Jawab jujur Allana dengan berbisik.


"A'a, yang akan membimbing Neng! bagaimana?" tanya Damar.

__ADS_1


"Baiklah! sebentar saja ya, sembari menunggu makanan tiba." Allana menyanggupi ajakan Damar.


"Tentu." Damar sudah berdiri dan mengulurkan sebelah tangan nya. Allana menyambut uluran tangan Damar. Mereka pun menuju lantai dansa.


Instrumen Beautiful white, milik Shane Filan. Mengiringi langkah apik mereka. "Aw! A'a maaf!" pekik Allana. Heels nya menginjak ujung sepatu Damar.


"Heee, tidak apa-apa sayang. Neng ikuti gerakan A'a ya! perlahan koq. Ini gerakan dasar yang akan mudah diingat dan diikuti." Pinta Damar.


Allana mengangguk dengan tersenyum. Kepala nya ia sandarkan di antara bahu dan dada Damar, dan lengan nya merangkul leher Damar.


Allana malu dengan beberapa orang Intsrumental dan juga beberapa pelayan yang berdiri di ujung meja makan.


"Yeaaayy A'a! Neng bisa!" pekik Allana namun pelan. Ketika dirinya sudah dapat dengan lihai mengimbangi gerakan Damar.


"Kalau begitu. Tegakkan tubuh mu, mari berdansa dengan semestinya." Pinta Damar. Allana pun menuruti dengan rasa percaya diri.


Keduanya larut dengan berbagai macam instrumen bernuansa romantis. Hingga Damar lupa situasi. Ia mengecup bibir Allana dengan lembut dan di saksikan oleh beberapa orang di ruangan tersebut.


"A'a. Malu di lihat para pemain musik dan pelayanan restoran." Protes Allana di sela sela buaian bibir Damar.


"Astaghfirullah. Maaf Neng! A'a lupa sikon. Saking terbawa suasana." Bisik Damar.


"Baiklah! seperti nya makanan telah tersedia Neng. Lebih baik kita makan." Usul Damar.


"Mari A. Lana juga sudah lapar." Damar dan Allana menuju kembali ke meja yang mereka tinggalkan. Kini meja tersebut sudah penuh dengan berbagai macam hidangan.


Makan malam romantis pun tercipta, dengan diiringi musik,remang bias lampu yang tidak begitu berbinar, pendar cahaya lilin dan berbagai bunga segar sebagai pelengkap keromantisan malam itu.


***


Karena malam ini hujan deras mengguyur kota Singapura. Maka setelah makan malam romantis. Yang awalnya mereka hendak jalan-jalan pun akhirnya urung. Allana dan Damar memilih kembali ke dalam kamar hotel.


"Neng, ganti pakaian dulu."


"Mari A! oh yah A'a berniat merampok harta Karun Neng atau tidak?" tanya polos Allana. Mereka sudah berada di koridor menuju kamar mandi untuk berganti pakaian.

__ADS_1


"Rampok?" tanya Damar dengan mengerutkan dahi pertanda tidak mengerti.


"Iya! ngerampok tubuh Lana A'a!" ucap santai Allana dengan menjatuhkan gaun nya. Kini tubuh nya hanya menyisakan hotpants dan bra cup tanpa tali.


Allana melenggang cuek menuju wastafel untuk mencuci wajah dan tangan nya.


"Ahahahah!" Damar malah tertawa. "Neng, Neng! kamu selalu dapat membuat A'a seakan bodoh mendadak." Ucap Damar di sela tawa nya.


"Ikh A'a. Itu kode, masa tidak mengerti, Dasar om om!" Allana pura pura marah.


Damar pun melakukan hal yang sama. Ia menuju wastafel untuk mencuci wajah, hanya dengan mengenakan underwear dengan cueknya. Karena mereka sudah tidak saling jaim lagi sejak masing-masing menyatakan cinta nya.


"Mengerti Neng! dasar ABG. Memang nya Neng sudah siap, jika A'a rampok hingga esok pagi?" tanya Damar dengan senyuman menggoda.


"Jangankan hingga esok. Sampai lusa pagi pun. Lana siap. Pertanyaan nya A'a nya sanggup atau tidak?" tanya Allana dengan meledek Damar.


"Wei, meragukan kemampuan A'a yah! sini, langsung start di sini saja, agar kamu tahu kemampuan suami mu." Ujar Damar dengan menarik tubuh Allana, mengecup bibir nya perlahan hingga berakhir l*m*t*n panas dari kedua nya.


Tidak dapat di jabarkan lagi. Dari kelakuan suami Istri beda usia tersebut. Hingga mereka kelelahan dalam merampok tubuh Allana dengan berbagai gaya dan penelusuran cumbuan tak henti-hentinya.


Wajar bagi mereka yang sedang di mabuk asmara. Berawal dari rasa penasaran berbagai macam imajinasi mereka praktekan.


Larut dalam syahdunya hening malam, yang di hiasi serpihan air hujan di luar sana. Namun tidak serta merta membekukan hasrat dan permainan panas mereka berdua, ketika malam makin merangkak menuju pagi. Maka acara rampok merampok pun makin menggila dari kedua nya.


***


Sepuluh hari perjalanan bulan madu Allana dan Damar terlewati dengan kebahagiaan.


Kini saatnya Damar dan Allana kembali ke Jakarta, ke rumah mereka, untuk menata hari selanjutnya. Allana dengan perkuliahan nya dan Damar dengan pekerjaan nya.


Hampir dua bulan dari sejak acara resepsi hingga bulan madu. telah mereka lewati. Hari berlalu, bulan berganti, waktu pun memudar mengikis usia dan Hanya cinta mereka yang tidak ikut pudar. Cinta nya Damar dan Allana makin erat saja. Rumah tangga yang saling melengkapi dan menghargai. Saling mengasihi dan menyayangi.


Namun Allana belum juga hamil. Mungkin hanyalah itu yang kurang. Akan tetapi Damar dan Allana tidak mengambil pusing akan hal itu. Mereka lebih memilih Tuhan yang bekerja untuk memberikan mereka rezeky seorang Anak.


Hingga suatu siang. Kebahagiaan mereka kembali goyah karena sebuah ujian hidup. Allana mendapatkan kabar buruk di balik kabar bahagia yang ia ingin sampaikan kepada Damar.

__ADS_1


Author Pov: Ujian apakah? kabar buruk apakah? kabar baik apakah? stay with Author please! till the End. Ok Readers gemez kesayangan 🤗.


Bersambung ...


__ADS_2