Menikah Dengan Suami Mama

Menikah Dengan Suami Mama
9. Sekarang Kita Pacaran.


__ADS_3

Warning! Part ini mengandung unsur 18+ mohon bijak dalam membaca. Terima kasih!


"Pacar? Lana yakin?" Damar malah balik bertanya, ia takut Allana hanya terbawa suasana saja.


"Yakin Pah! siapa yang tidak mau punya pacar kayak Papa, udah baik, tinggi, atletis, tampan lagi." Puji Allana. Lagi-lagi Damar mengekeh mendengar pujian dari Allana.


"Papa takut kamu hanya terlena semata sayang!" ucap lembut Damar menatap Allana. Jari jemari Damar menarik pelan anak rambut yang menari-nari pada wajah Allana karena terhembus angin dari kipas angin.


"Tidak Pah! Lana yakin ini murni keinginan hati Lana." Allana menjawab dengan Jujur.


"Baik! Papa juga .... mana bisa menolak di tembak cewek cantik, imut dan bawel gemesin seperti ini. Cemburuan lagi!" kekeh Damar.


"Iihh Papa! itu sih nama nya ngeledek Lana! jawab yang betul Pah." Allana merajuk. Damar menghela nafas halus lalu ia mengangguk dan tersenyum.


Allana menirukan anggukan Damar. "Maksudnya I-iya Pah?" tanya Allana kemudian.


"Iya, Papa mau jadi pacar Lana. Sekarang kita pacaran." ucap lembut Damar.


"Betul Pah?" pertanyaan sumringah Allana. Damar kembali menganggukan kepala nya dengan tersenyum manis untuk meyakinkan Allana.


"Yeaaayyy akhir nya Lana punya pacar!" Damar tertegun melihat antusiasme Allana. Tanpa sadar dengan luka nya, Allana berdiri serta jingkrak-jingkrak di atas sofa. Damar menyeringai lucu dengan cool nya melihat kelakuan Allanan.


Sebetulnya Damar pun merasakan hati yang berbunga-bunga seperti Allana. Namun mana mungkin ia akan mengikuti jejak Allana dengan berjingkrak ria ala ABG. Selain ia pria Dewasa, Damar orang yang cenderung kalem dan pendiam.


"Aduh! sakit .... sakit .... sakit!" pekik Allana sembari meringis memegangi sebelah kaki, saat luka nya tergores kembali sandaran sofa.


"Sayang! tuh kan, pasti lupa dengan luka nya deh! berdarah lagi sayang. Mari Papa bersihkan darah nya." ucap Damar.


"Hehe .... iya Pah! Lana lupa dengan luka nya Lana. Habis senang sih, sekarang Lana memiliki pacar. Orang nya ganteng lagi." Puji Allana sembari kembali duduk dan meringis.


"Sudah, jangan puji Papa lagi. Nanti Papa terbang nih!" canda Damar sembari tersenyum dengan sebuah ledekan.


"Ya jangan. Nanti Lana tidak punya pacar lagi kalau Papa terbang," ujar Allana menganggap serius candaan Damar.


Damar kembali mengobati luka Allana. "Ya tidak dong sayang! kan Papa terbang nya ke hati kamu." Damar menggombali Allana.

__ADS_1


"Uuuummm ternyata Papa pandai nge gombal." ledek Allana dengan mengelus pipi Damar. Kemudian mereka tertawa kecil. "Heessttt perih Pah!" Allana kembali meringis saat Damar membubuhkan obat cair pada luka Allana.


"Tahan sayang, sedikit lagi selesai. Damar meniup-niup luka yang telah di obati. "Pah, menghilangkan rasa sakit nya, bisa tidak dengan cara yang tadi lagi?"


Damar mendongak dan menatap wajah Allana. "Yakin?" tanya Damar. "Iya." Allana mengangguk cepat.


"Ok! dengan senang hati," ucap Damar. Kemudian Damar kembali duduk di sisi sofa dan mulai memajukan wajahnya mendekati bibir Allana.


"Stop!" Allana terpekik menghentikan Damar. "Loh sayang?" Damar menatap Allana tidak mengerti.


"Tidak di sini Pah!"


"Lalu?"


"Di sana."


Allana menunjuk ke arah kamar nya, Damar kini faham. "Baiklah kalau itu mau mu! mari." Allana senang bukan kepalang mendapatkan respon bagus dari Damar.


Damar memangku Allana di depan tubuh nya mirip anak koala. "Putri Papa koq jadi mesum begini sih," ledek Damar.


"Takut apa sayang?" tanya Damar yang kini sudah membuka pintu kamar Allana. "Takut untuk pacaran. Kata Mama, pacaran itu dosa dan Lana takut melakukan hal di luar nalar, nanti kalau hamil di luar nikah bagaimana! Mama selalu menjaga Lana agar tidak dekat dengan laki-laki, maka dari itu, bobo aja Lana selalu berdua Mama.. Takut Lana minggat untuk bertemu laki-laki katanya." Allana mengekeh, masih memeluk erat leher Damar.


"Bagus dong, Mama posesif begitu, Alhamdulillah! bukti nya Lana masih dapat menjaga diri untuk tidak di jamahan laki-laki," ucap Damar.


Mereka telah duduk di tepi tempat tidur Allana, yang hanya cukup untuk satu orang. Allana masih bergelayut manja pada pangkuan Damar.


"Kalau sekarang kita main pacar-pacaran. Mama akan setuju tidak Pah?" tanya polos Allana.


"Hehe .... Insya Allah Mama akan setuju dan merestui kita sayang!"


"Ya sudah tunggu apalagi, mari main kecup-kecupan Pah!" Allana menatap polos Damar dengan lucu nya. Damar malah tertawa gemas.


"Ya Allah sepolos ini kah Lana?" Batin Damar. "Ok. tapi Papa ingin buat perjanjian terlebih dahulu dengan Lana," ucap Damar.


"Apa itu Pah?" tanya Allana dengan menangkup kedua pipi Damar. "Kita hanya akan main kecup-kecupan tidak lebih! Papa tidak mau melakukan hubungan suami Istri sebelum Lana lulus sekolah. Nanti setelah lulus baru akan Papa fikirkan kembali."

__ADS_1


"Memang Papa tidak ingin main gesek-gesekan?" Allana sepertinya berharap lebih.


"Lana! Kamu sepolos apa sih?" Damar mengekeh dan membuat Allana tersipu Malu. Bukan tidak ingin sayang. Tapi Papa tidak mau mengganggu masa akhir sekolah mu, Papa tahu besok masih ada pengambilan nilai olahraga untuk semester akhir kan. Kalau kita main gesek- gesekan sekarang. Jangankan untuk lari sayang, mungkin untuk berjalan saja akan sulit untuk mu." Damar mencoba memberikan gambaran dan pemahaman pada Allana.


"Hiii ngeri juga ya Pah. Lana pernah sih mendengar, katanya orang yang habis malam pertama itu akan terasa sakit. Ok lah Lana akan ikuti kemauan Papa, tapi kalau main buka-buakaan saja tidak mengapa dong!" Allana tersenyum mesum.


"Ahahaha ampuuun deeeh! Lana ternyata kamu tuh gak sepolos yang Papa Kira yah! dasar nakal," tawa Damar pecah dengan menarik gemas hidung Allana.


"Hanya di depan Papa koq, heeee .... karena Lana sering curi-curi menonton drama Korea romantis, ya sedikit banyak, Lana mengerti teori nya."


"Sayang! kamu betul-betul nakal yah!" Damar menjawil dagu Allana.


"Ayuk Pah, main kecup-kecupan. Papa lama nih!" rajuk Allana dengan memajukan bibir nya.


Cup! Damar mengecup bibir yang mengerucut itu, membuat Allana mengubah bibir itu dengan senyuman.


Damar kembali menepikan bibirnya pada Bibir Allana, Setelah nya mereka bergerak aktif dengan penyeimbang bibir masing-masing yang kini sudah bekerja sama saling melengkapi. Rupanya kekakuan Allana sudah dapat ia kuasai. Tidak butuh lama untuk Allana belajar lihai dalam pergerakan bibir nya.


Damar merebahkan Allana di kasur. Damar mengomandoi permainan belajar kecup- kecupan tersebut. Kini tubuh Damar sudah di atas tubuh Allana dan Allana sendiri terlihat menikmati nya hingga Damar makin masuk ke dalam tubuh bagian Dalam Allana.


Kaus mereka sudah sama-sama tanggal. Kini Bagian atas mereka sudah sama-sama tidak bersampul. Walaupun bergairah namun Damar masih sangat sadar untuk tidak menodai Allana hingga lulus nanti. Maka dari itu Damar berusaha mengontrol diri dengan bermain santai dan tidak begitu menuntut.


Berbeda dengan Allana yang justru seperti meminta lebih pada permainan tersebut. Namun Damar tetap menahan nya.


"Pah!" tatapan meminta dari Allana yang membawa tangan Damar menuju inti syahwat nya.


"Tidak sayang! tolong." suara parau dan berat Damar. Ia sedang menekan dalam-dalam keinginan nya.


"Lana ikhlas Pah!" ucapan murni Allana dengan tatapan menggemaskan. "Terima kasih sayang. Tapi Papa tidak sepenuh hati ingin melakukan nya."


"Papa tidak suka Lana?"


"Bukan itu! Papa suka dengan Lana. Namun Papa tidak ingin menyakiti Lana. Papa janji deh setelah Lana lulus, maka kita akan melakukan nya, bahkan Papa akan mengajak Lana berbulan madu." ungkap keseriusan Damar.


"Baiklah, Lana akan menunggu hari itu tiba." Allana tersenyum bahagia. Kini mereka melanjutkan kembali belajar kecup-kecupan nya, Suasana panas siang itu makin panas dengan kelakuan dua insan beda usia yang terbilang jauh, namun halal itu. Damar bermain pada tubuh atas nya Allana, Beberapa cap sudah ia bubuhkan di antara aset kembar Allana hingga Allana pun terdengar mendesah. Namun segala nya terbuyarkan saat bel rumah bunyi berkali-kali dengan nyaring.

__ADS_1


Bersambung ....


__ADS_2