Menikah Dengan Suami Mama

Menikah Dengan Suami Mama
29. A'a Tega!


__ADS_3

"Hoooo. Mmmmm, masa sih Kin, Aku hamil!" seru Allana.


"Hooh Kin! kamu koq bisa langsung nebak Allana hamil?" sambung Yusra dengan pertanyaan.


"Koq masa Lan," ucap Kinanti. "Ya, Aku lihat Kak Tari, waktu hamil, seperti itu gelagatnya. Sebelum dia minta mangga muda, Awalnya dia juga merasa mual, pusing, muntah, namun setelah itu kembali membaik. Keesokan harinya begitu lagi, sampai hampir satu bulan dan setelah melakukan pemeriksaan, yang di fikir awalnya hanya maag, ternyata hamil." Tutur Kinanti.


"Uuumm, unnnchh! serius nih Aku hamil? Papa ku, pasti bahagia sekali kalau terbukti Aku hamil." Ujar bahagia Allana sembari mengelus perut datar nya.


"Ya jangan ambil kesimpulan dulu dong, harus ada bukti, kalau kamu hamil." Ujar Yusra.


"Bagaimana, kalau kita test kehamilan! Aku enggak faham sih, mungkin Mama ku bisa bantu." Ucap Kinanti.


"Oh ok. Ya sudah! nanti, sepulang kuliah, kamu antar Aku yah. Minta tolong sama Tante, buat bantuin Aku, caranya test kehamilan, bagaimana?" Pinta Allana.


"Ok!" jawab Kinanti.


"Memang nya, Kamu sudah siap Lan, kalau terbukti hamil?" tanya Yusra.


"Insya Allah siap! Aku ingin sekali membahagiakan Papa ku, sebagaimana ia telah membahagiakan Aku selama ini." Jawab Allana dengan mantap.


"Tapi kan, kamu masih kuliah?" tanya Kinanti.


"Hehehe, Ini sebuah resiko dari pilihan yang ku ambil. Manusia dapat memilih, kemana tujuan arah hidup nya." Jawab Allana.


"Namun .... Takdir Tuhan lah yang akan menjawab dari setiap tujuan. Maka dari itu, hidup ini intinya Siap! jodoh, rezeky dan Kematian. Pasti akan menghampiri dan kita harus selalu siap, apapun yang Tuhan tentukan." Ujar Allana kembali. Kedua sahabatnya menyimak.


"Jika dari awal aku tidak menginginkan ini, maka aku dapat mencegahnya. Tapi, Aku tidak ingin melakukannya. Aku ingin jalani hidupku berjalan alami, tanpa harus ku buat-buat ataupun ku cegah." Allana kembali berbicara yang membuat dua sahabat nya terkagum.


"Lana, koq kamu makin pintar." Ucap Yusra. Allana hanya tersenyum.


"Kepergian Mama, banyak mengajarkan Aku arti hidup. Bahwa semua yang ada di dunia ini adalah milik Tuhan. Kita tidak dapat menggenggam nya dengan erat, juga tidak dapat melepas begitu saja, tanpa Tuhan inginkan." Tutur Allana kembali.


Kinanti dan Yusra saling pandang. Yusra pun merasa kagum terhadap kata-kata Allana. "Waw! Lana bijak betul kata-kata nya."


"Iya Lan, Masya Allah. aku terharu." Ujar Kinanti.


"Ah! hihi, jadi malu, mungkin pengalaman hidup yang mengajarkan aku jadi begini." Ucap Allana yang juga tidak yakin dengan apa yang ia baru saja ucapkan.


"Eh tapi, betul loh! terdengar kata-kata orang dewasa," ucap Yusra.


"Mungkin, karena Aku menikah dengan Om, Om. Jadi terbawa dewasa sebelum waktunya. Hehe" Allana mengekeh.


Kedua sahabatnya nya pun ikut mengekeh. "Oke deh Lana sayang. Semoga kamu hamil betulan ya Lan." Ucap Kinanti.


"Ummm, sebentar lagi, Aku mau punya keponakan." Timpal Yusra.


"Ikh keponakan Aku!" protes Kinanti.


"Aku!"


"Aku!"


"Aku, tahu!"


"Aku, ikh!"


"Yusra, Kinan. Kalian apa-apaan sih? belum tentu juga, Aku hamil." Pekik Alana agar mereka berdua berhenti berdebat.


"Hihi. Maaf, hamil dong Lan." Ucap Kinanti penuh harap.


"Iya Lan, hamil yah! nanti keponakan Aku cewek, tiap pagi, mau aku ajak jalan sama Ayank Heru." Ujar Yusra.


"Gak! harus cowok! nanti aku yang akan ajak jalan, sama Beib Irfan." Pekik Kinanti.


"Gak boleh! harus cowok!"


"Cewek!"


"Cowok!"

__ADS_1


"Stoooopp! ya ampun, kalian nih. Aku juga belum di nyatakan hamil. koq kalian malah berebut jenis kelamin debay sih! malu tuh di lihatin mahasiswa lain." Sergah Allana melerai mereka berdua.


"Hihi. Maaf, kami terlalu anutias." ujar Yusra.


"Hu'uh! maaf Lan, kami sayang kamu. Jadi seneng sekali kalau ternyata kamu hamil," ucap Kinanti.


"Uuunnchh, terima kasih aku juga sayang kali, tapi Please jangan buat aku pusing." Pinta Allana dengan memohon.


"Tentu Lana sayang. Pelukan!"


Akhirnya mereka berpelukan, itulah cara mereka meng ekspresikan, kasih sayang antara sahabat.


***


Hampir sore hari. Kini Allana, Yusra dan Kinanti. Sudah berada di rumah Kinanti.


Mereka sedang minta tolong kepada Mamanya Kinanti. Cek untuk mengetahui, Allana hamil atau tidak!


"Baik! sudah kamu belikan, yang tadi Tante pesan?" tanya Mama nya Kinanti.


"Sudah Tan." jawab Allana.


"kami beli sepuluh Mah!" ucap Kinanti.


"Masya Allah. Banyak betul!" balas Mama nya Kinanti.


"Hihi." Seringai Kinanti.


"Baiklah! sekarang Lana pipis yah dan tolong, pipisnya tampung di tempat ini. Setelah selesai Tante tunggu di sini. Bawa ke sini." Pinta Mama nya Kinanti.


"Baiklah Tan. Sebentar yah, Lana pipis dulu." Pamit Allana.


Setelah di anggukan kepala, oleh Mamanya Kinanti dan kedua sahabatnya. Allana pun beranjak ke kamar mandi. Ia hendak menampung air urine nya.


Allana merasa, ini solusi terbaik. Ia tidak mau memberitahukan Damar terlebih dahulu. Jika betul hamil, ia ingin menjadikan ini sebagai kejutan untuk Damar.


"Sudah tante!"


"Mari Nak! begini caranya. Alat tespek ini di celupkan, Lalu kita tunggu beberapa detik." Allana memberikan penampungan air urin itu. lalu Mamanya Kinanti mempraktekkan cara menggunakan alat tespek kehamilan.


Mama Kinanti memang sudah seperti orang tua bagi Allana. Begitu pun dengan orang tua Yusra. Terlebih semenjak


Mamanya Allana meninggal. Maka, kedua orang tua sahabatnya, sudah seperti orangtuanya sendiri.


Mereka menunggu hasil test dengan harap-harap cemas. Hingga setelah sekitar tiga menit menunggu. Nampak lah garis garis itu muncul di bagian tengah test pack.


"Alhamdulillah. Garis dua Nak!"


ucap Mama Kinanti dengan sumringah.


"Arti nya apa Tan?" tanya Allana karena tidak faham.


"Arti nya .... Lana Hamil." Ujar Mama nya Kinanti.


"Hoooo. Ha-hamil Tan?" tanya Allana terbata karena belum yakin.


"Iya sayang." Jawab Mama nya Kinanti.


"Mama, A'a Lana hamil! hiks .... hiks .... hiks!" gumam Allana. Air matanya meluncur begitu saja.


Entahlah. Rasanya sedih namun juga bahagia. "A'a Lana hamil." Ucap Allana kembali sembari menangis dalam senyuman, tatapan nya tidak lepas dari tiga alat testpek, dengan hasil sama.


"Lanaaaaa..... kamu hamil!" teriak kegirangan dari Yusra dan Kinanti.


"Iya Kin, Yus! Alhamdulillah." Mereka berpelukan dengan menangis. Karena bagi mereka, tangisan dan tawa adalah hal yang menular.


"Koq malah nangis." Ledek Kinanti.


"Ahahahaha. Hooh nih." Akhirnya mereka tertawa dan berjingkrak bersama, Euforia dari ketiganya.

__ADS_1


"Hai! tidak boleh loncat- loncat seperti itu." Mama nya Kinanti menegur mereka.


"Ya Allah. Maaf Mah. Kami terlalu bahagia!" seru Kinanti.


"Iya Tante. Lana lupa!" Allana pun memeluk Mama Kinanti.


"Harus ingat ya sayang. Mulai sekarang, harus lebih hati-hati, karena ada janin di dalam perut kamu. Makan perlu di atur, harus minum vitamin. Sebaiknya, kamu beri tahu suamimu secepatnya. Karena kamu harus memeriksa nya ke dokter kandungan, agar lebih jelas, saat ini sudah berapa bulan dan keadaan nya bagaimana." Saran dari Mama nya Kinanti.


"Baiklah Tante. Kalau begitu, Lana langsung ke kantor Papa Damar saja. Karena hari ini katanya ia lembur. Lana sudah tidak sabar menyampaikan kabar baik ini." Allana pun melepaskan pelukan nya.


"Silakan Nak! hati-hati di jalan." Ucap Mama nya Kinanti.


"Insya Allah. Terima kasih banyak Tante. Kin, Yus." Ucap Allana.


"Tidak perlu sungkan, Tante adalah Ibu mu juga." tukas Mama nya Kinanti.


"Iya Lan. Kayak sama siapa aja." Imbuh Kinanti.


"Ya sudah, kalau begitu, baik nya, kamu segera pergi untuk menemui Om Damar. Nanti keburu malam. Mau Aku temani?" tanya Yusra.


"Seperti nya tidak perlu. Baiklah Aku pergi." Pamit Allana.


Mereka pun bercipika cipiki sebagai ritual perpisahan sementara.


"Assalamu'alaikum!"


"Wa'alaikum salam!"


Setelah berucap salam. Allana bergegas keluar dan menuju mobil nya. Kini Allana sudah siap melaju.


"Nak! sehat yah! Kita akan menemui Papa, untuk menyampaikan kabar gembira ini. Bismillah!" Bisik Allana bertujuan pada perut nya yang masih nampak rata.


***


Dua puluh lima menit, Allana sudah berada di dalam pusat perbelanjaan tempat Damar bekerja. Tinggal satu lantai lagi, maka Allana akan bertemu dengan Damar.


Senyum kebahagiaan tidak lepas dari bibirnya dengan terus mengelus perlahan perut langsing nya.


Allana baru saja keluar dari lift, ia bergegas menuju kantor Damar. Beberapa orang bawahan Damar yang mengenal nya saling menyapa.


Senyum sumringah Allana, nampak mengembang. Tatkala ia lihat Damar baru saja keluar dari ruangan nya.


Namun senyum sumringah Allana memudar seketika. seorang Anak kecil sekitar usia lima tahun, berlari melewati nya dan menuju ke arah Damar.


"Yayah!" teriak Anak tersebut.


"Sayang. Tunggu! jangan lari, nanti jatuh, Ayah juga tidak akan ke mana-mana." Pekik seorang perempuan yang usianya sekitar dua puluh lima tahun. Melewati Allana begitu saja.


"Ayah?" gumam Allana dengan bertanya tanya dalam hatinya.


Allana terkejut dan menghentikan langkahnya. Untuk sesaat ia tertegun di balik tumbuhan bunga besar di dalam pot. Ketika Anak tersebut dan yang ia perkirakan Ibu nya hampir menyenggol Allana.


Allana segera menepi. Ia ingat ada janin yang harus ia jaga. Kini Allana lebih terkejut lagi, menyaksikan, interaksi Damar dengan Anak dan Ibu nya.


"Hai jagoan. Ayah rindu." Damar menggendong Anak tersebut di susul dengan sang Ibu menyalami Damar dengan mengecup tangan kanan Damar.


Setelah nya dengan menggedong Anak laki-laki tersebut, dan Damar merangkul bahu si perempuan, mereka masuk ke dalam kantor Damar.


Allana geleng-geleng kepala, ia tidak percaya dengan penglihatan nya baru saja. Air matanya luruh seketika.


"A'a jahat! A'a tega! apakah itu Anak A'a dengan perempuan itu?" gumam Allana. Hatinya terasa hancur.


"Nak! maaf. Seperti nya Papa sudah memiliki Anak lain. Yang tidak Mama ketahui."


Allana mengurungkan niatnya untuk bertemu Damar. Ia segera kembali ke dalam mobil nya. Allana menangis sejadi jadinya setelah di dalam mobil.


Bersambung....


POV Author : Kira-kira siapa Anak itu? apa betul putranya Damar?,🤔 ikuti saja Next nya ya. Masih akan ada kejutan lain. Mungkin part selanjut nya, akan sedikit butuh tisu, Readers gemez kuh, 🤗

__ADS_1


__ADS_2