Menikah Dengan Suami Mama

Menikah Dengan Suami Mama
26. Rencana Tuhan Itu Indah.


__ADS_3

Dua hari kemudian,


Allana dan Damar baru saja sampai di sebuah hotel. Kini mereka berada di Singapura untuk berbulan madu.


"A'a ... Wah! Indah sekali pemandangan nya." Pekik sumringah Allana begitu ia sampai hotel.


"Iya Neng. A'a sengaja mengambil kamar dengan View icon tengah kota Singapura, Neng suka?" tanya Damar.


"Suka sekali! makin love sama A'a," sembari memeluk dan mengecup Damar.


Kebahagiaan tidak terhingga untuk mereka berdua. Damar memeluk Allana dari belakang.


"Neng lapar?" tanya Damar masih dengan memeluk Allana, menikmati keindahan Singapura.


"Tidak A! kalau dengan A'a, Lana cukup di peluk. Lapar nya langsung hilang."Jawab Allana.


"Ekhem!" Damar berdehem dengan menekan kan suaranya.


Allana tertawa kecil mendengar suami nya berdehem begitu, Ia faham karena Damar tahu ucapan nya hanya kelakaran dan gombalan semata dan mana mungkin dengan hanya di peluk bisa kenyang.


Damar pun ikut tertawa. "Mulai pintar berkelakar yah!" ucap Damar dengan menyesapi pelipis Allana.


"Hihi! kan A'a yang mengajari Lana." ucap Allana.


"Enak saja! yang mengajarkan A'a banyak hal itu, justru kamu Neng." Ujar Damar.


"Ah! masa? Lana ingat ingat lagi yah!" ledek Allana.


"Ahahah! sudah lah,mari makan! untuk saat ini Neng boleh pilih tempat nya. Nanti malam A'a yang akan tentukan tempat nya, makan malam romantis Neng!" bisik Damar di akhir kalimat.


"Makan malam romantis?" tanya Allana.


"Hu'uh," balas Damar singkat.


"Makanan nya bisa di kirim ke kamar A? Lana ingin makan di kamar saja," ucap Allana.


"Loh, mengapa tidak di luar saja sayang?" Damar merasa heran mengapa Allana yang awalnya nampak antusias ingin keliling Singapura, namun kali ini ia malah malas untuk keluar.

__ADS_1


"A'aaaa, sayang! Lana harus mempersiapkan diri, agar tidak lelah," ujar Allana.


"Lokh! memang nya Neng mau ngapain, orang cuma makan masa lelah! kalau Neng merasa capek berjalan, nanti A'a gendong." Rayu Damar.


"Bukan itu A'a! tapi nanti malam, Setelah makan malam romantis, pasti A'a minta hal yang lebih romantis dari yang romantis." Allana tersenyum malu-malu.


"Hehe! Neng, Neng! fikiran kamu tuh suka parno bin nakal," ucap Damar dengan mengekeh.


"Um A'a! Lana kan malu, A'a juga sekarang makin nakal, kalau Lana sedang bubu, suka tiba tiba kehilangan pakaian." Allana memajukan bibir nya dan terlihat lucu.


Cup!


Damar merasa gemas. Ia kecup bibir majunya Allana.


"Ssstt! jangan buka aib atuh Neng! hehe malu sama cicak yang sedang nangkring." Ucap Damar malu dan salah tingkah


Setelah melakukan resepsi pernikahan, memang Damar kerap kali mencumbu Allana ketika Allana tertidur pulas. Ketika Allana terjaga, Damar sedang berada di atas tubuh nya.


Pertama kali nya Damar melakukan itu, Allana hingga komat Kamit membaca Ayat-ayat pendek yang ia hafal. Allana takut itu bukan Damar. Allana berfikir ada mahluk halus merasuki tubuh Damar.


Mendengar Allana komat Kamit, Damar tertawa lepas karena merasa lucu. Namun setelah nya Allana merasa ketagihan dengan belaian lembut Damar.


"Baiklah kalau begitu, mari A! Neng ingin makan seafood."


Allana berjalan menuju meja kecil dan mengambil tas selempang nya.


"Mari Neng, gak ganti pakaian dulu kan?" tanya Damar dengan meraih tangan Allana.


"Tidak A!"


Akhirnya mereka pun keluar dari kamar untuk makan siang. Damar menemani Allana dengan sabar. Apa yang Allana inginkan, Damar berusaha membelikan dan memberikan nya.


Setelah makan siang, mereka kembali ke kamar. Niat nya untuk istirahat, namun dengan suasana yang mendukung, mereka juga masih termasuk pengantin baru. Maka kegiatan mencari pahala siang dalam rumah tangga pun, tidak terelakkan lagi.


Siang itu, Damar serta Allana kembali membaur melebur merajut asmara nan indah saling melengkapi satu sama lain menyatu dalam rasa cinta.


**

__ADS_1


Malam hari, setelah Shalat Isya.


Allana sudah selesai di makeup oleh para perias yang Damar sewa. Kini setelah para perias itu sudah meninggalkan kamar hotel Allana dan Damar. Maka saatnya Allana ganti baju dengan gaun yang telah di persiapkan oleh Damar.


"A'a! tolong Neng! ini gaun nya


susah di resleting." Panggil Allana agak keras dari arah kamar mandi.


"Iya Neng!" jawab Damar dengan suaranya yang juga di keraskan. Damar sudah siap dengan stelan cardigan nya, mendengar Allana memanggil nya, ia segera menghampiri Allana.


"Susah apanya Neng?" tanya Damar setelah berada dekat dengan Allana.


"Ini A! gaun nya tidak dapat Neng resleting, karena tidak terjangkau." Balas Allana.


"Mari A'a bantu." Damar membantu Allana merapatkan gaun nya dengan menutup resleting yang sudah terpasang rapi.


"Neng! kamu cantik sekali," puji Damar dengan memeluk tubuh Allana dari belakang. Menatap senyum Allana dari cermin yang memantulkan bayangan mereka berdua.


"A'a juga tampan." Puji kembali Allana. Keduanya hanya saling pandang melalui cermin tersebut.


"Tuhan maha Adil. Ia mengatur hidup ku dengan segala rencana nya, Setelah membawa ku terombang- ambing dalam lautan kehidupan. Maka Ia buat aku berlabuh dengan seorang perempuan yang memiliki kelembutan hati, walaupun dari segi usia masihlah sangat muda." Ujar Damar.


"Ternyata, betul kata Ibu." ucap Damar kembali.


"Betul apa?" tanya Allana.


"Kata Ibu, Jodoh tidak perlu di cari dan di rencanakan. Kalau Ingin berakhir bahagia, maka biarlah campur tangan Tuhan


yang menentukan hatimu akan berlabuh di mana dan pada siapa? ikuti saja alur nya. Tentu dengan kekuatan doa yang harus selalu di panjatkan dalam denting sunyi nya malam."


"Akhirnya, tanpa Aku rencanakan. Tuhan menitipkan kamu lewat Ibu mu. Dan kini Tuhan menyematkan perasaan cinta di relung hatiku." Damar mengecupi tengkuk Allana.


"Masya Allah A'a. Rencana Tuhan itu indah! bukti nya Lana begitu di jaga oleh Nya, melalui Mama yang over protective untuk masalah pergaulan dan pacar pacaran. Kini Lana mengerti. Pacaran setelah menikah itu ternyata lebih indah dan menyenangkan. Allana juga terhindar dari dosa pacaran." Ujar Allana dengan tersenyum menatap Damar masih dari pantulan cermin.


"Neng, karena perniakahan ini. A'a sudah menyita masa remaja kamu yah?" tanya Damar dengan tiba-tiba.


A'a koq bicara begitu? Lana tidak merasa seperti itu. Lana bahagia menikah dengan A'a, toh A'a tidak merampas dan menyita kebebasan Lana koq." Jawab Allana begitu bijaksana.

__ADS_1


Bersambung ....


__ADS_2