Menikah Karena Dijodohkan

Menikah Karena Dijodohkan
10


__ADS_3

setelah mengakhiri panggilan aku berbaring di kasur dan tertidur.


Pov end


jam dinding menunjukkan pukul 01.26 sore.rara terbangun ,lalu beranjak ke kamar mandi dan berganti pakaian,Rara memakai kemeja berwarna peach,celana jeans,flat shoes berwarna putih dan tas selempang warna hitam,dengan rambut yang dikuncir kuda.Rara pergi ke cafe tempat dia dan Dea janjian.Rara memesan makanan terlebih dahulu sambil menunggu Dea datang.


15 menit kemudian....


"sorry,Ra gue telat" ucap Dea Rara dan Dea terbiasa berbicara non formal kecuali dikantor dan bertemu dengan klien.


"gakpapa ,gue juga baru nyampe" ucap Rara


"Lo mau pesan apa" sambungnya


"orange jus aja" ucap Dea


"jadi gimana keadaan diperusahaan selama gue di Amerika" tanya Rara


"keadaannya perusahaan stabil kok cuma ada sedikit kendala,kalau kita mengadakan rapat bersama semua pemegang saham,pasti ada aja yang nanya kenapa CEO nya gak pernah hadir dalam rapat tersebut itu aja sih" jelas Dea


"oke ,kalau itu masalahnya segera Lo buat jadwal pertemuan gue sama semua pemegang saham " ucap Rara


"oke ,bentar gue cek jadwal dulu" ucap Dea


"mungkin lusa bisa" sambung Dea setelah mengotak atik tablet nya

__ADS_1


"gue akan berusaha luangin waktu ,mungkin lusa itu setelah gue fitting baju pengantin baru kita rapat" final Rara


"serius Lo mau nikah!!! sama siapa? kok gue gak dikenalin sama calon suami nya" ucap Dea


"gimana mau ngenalin,gue aja baru tadi kenal sama calon suami gue" ucap Rara


"hahh maksudnya gimana tuh masa iya baru kenal beberapa jam langsung ngajak nikah" Dea mengerutkan keningnya,menatap Rara,Rara menghela nafas berat


"gue dijodohin sama anak sahabat Daddy gue" ucap Rara


"gila!!!! zaman sekarang masih aja ada yang ngejodohin anaknya" ucap Dea tak percaya


"yah , begitulah faktanya gue dijodohin" ucap Rara


setelah berbincang-bincang dengan Dea ,Rara pulang dengan wajah lega karena perusahaan nya baik baik saja.


skip 2 hari kemudian......


hari ini Rara fitting baju pengantin bersama Rendy dibutik langganan mommy dan mami.mommy dan mami , sengaja berangkat lebih dulu ke butik agar Rendy dan Rara bisa berduaan dan saling mengenal.namun apa yang diinginkan mommy dan mami itu sepertinya tidak terjadi.rara yang tak suka keheningan berusaha mencairkan suasana.


"Ren Lo jadi CEO sejak kapan?" ucap Rara


"berisik" ucap Rendy singkat


"Lo suka makan apa?" ucap Rara tak mengindahkan ucapan Rendy

__ADS_1


"diam" ucap Rendy


"Lo punya berapa banyak mantan?" ucap Rara dengan keras kepala dia tetap memberikan pertanyaan ,namun kali ini Rendy tidak mengucapkan apapun tapi memberi tatapan tajam.


"mungkin Rendy gak punya mantan" gumam Rara lirih,tapi bukan Rara namanya jika takut hanya dengan diberikan tatapan tajam dia malah menjadi jadi,Rara memberi Rendy berbagai pertanyaan sampai Rendy merasa jengah mendengar pertanyaan Rara. Rendy menepikan mobilnya dan menatap Rara sinis,yang ditatap malah tersenyum manis.


"kenapa berhenti Ren,kan belum nyampe" tanya Rara dengan wajah tak berdosa


"kalau Lo masih aja mempertanyakan hal-hal yang gak penting mending Lo turun sekarang juga" ucap Rendy mulai emosi


"emang hal seperti apa yang menurut Rendy penting" tanya Rara dengan santai


"Lo diam atau turun disini" Rendy mengancam Rara


"ya jangan diturunin disini lah Ren ,kan belum nyampe butik" ucap Rara


"sekali lagi Lo ngomong gue turuni Lo" ucap Rendy ,Rara langsung terdiam mendengar ucapan Rendy. Rendy melanjutkan perjalanan menuju ke butik.


",ni orang susah banget diajak ngomong,gak capek apa diam Mulu kaya orang sariawan" batin Rara


"dasar cewek berisik bikin kepala gue pusing aja dengan pertanyaan gak bermutu dia" batin Rendy


Rara merasa mulutnya sangat gatal ingin berbicara,tapi dia tidak mau jika disuruh turun ditengah jalan.rara berusaha untuk diam tapi tidak bisa.


jangan lupa like and coment + vote ya readers 🙂

__ADS_1


__ADS_2