
“aku pastikan sampai mati pun Rara akan tetap menjadi istri ku satu-satunya, sekarang dan selamanya!!!” monolog Rendy
🌸🌸🌸
Semilir angin, menerbangkan rambut lurus sebahu yang dibiarkan terurai. Dunia seakan mengerti perasaan gadis yang saat ini berdiri dibalkon kamar, menumpu kan kedua tangannya pada pembatas balkon. Matahari yang bersinar cerah, angin berhembus tenang seolah membantu menenangkan pikiran dan kicau burung yang merdu membantu gadis itu melupakan segala masalah nya.
“Tiada hidup tanpa masalah dan ujian baik tua muda, kaya miskin. Semua pasti akan mendapatkan nya, tinggal bagaimana cara kita menyelesaikan semuanya dengan pikiran tenang dan pertimbangan yang matang, agar kelak tak jadi penyesalan”
Suara yang kembali terngiang di telinga Rara sejak tadi. Yah gadis dibalkon itu Rara. Rara memejamkan matanya perlahan, menghirup udara secara perlahan lalu menghembuskan nya. Senyum indah kembali terukir di wajahnya.
“oke, aku terlalu emosi. Sekarang aku harus apa dan merencanakan apa??” pikir Rara, masuk kedalam kemudian berbaring ditengah-tengah ranjang
Sekarang Rara sedang bingung mencari solusi permasalahan nya dengan Rendy, sekarang Rensy sangat mengutuk laki-laki pembuat masalah itu yang sayangnya suaminya.
“dimana-mana orang gak mau punya masalah ini malah dibuat masalah nya, dasar mikir nya Cuma yang enak doang gak mikir masalah nya entar. Isshh dasar Rendy brengsek, pasti masa depannya mendung gak cerah kaya sinar matahari” ucap Rara penuh dramatis sambil menatap langit-langit kamarnya atau lebih tepatnya kamarnya dan Rendy. Lama-kelamaan kantuk mulai menjemput Rara.
🌸🌸🌸
Matahari tenggelam di balik gunung, indah nya langit senja mulai tergantikan oleh gelap nya malam. Bintang-bintang dan bulan menampakkan diri mereka, untuk melengkapi malam yang sepi.
Tapi tak berlaku untuk rumah mewah dan besar ini atau sering disebut mansion. Malam ini lebih mengerikan dari malam biasanya, hanya sinar lampu yang menandakan adanya penghuni di rumah itu, para pelayan sudah kembali ke paviliun belakang setelah menyelesaikan tugas mereka begitu juga dengan bi eni setelah orang kepercayaan keluarga ini, karena sejak 3 hari yang lalu Rara mengambil alih tugas memasak.
Di lantai atas....
__ADS_1
“Ra...Rara...buka pintunya...aku mau mandi....” suara lembut dari balik pintu kamar sambil mengetuk pintunya
“Ra...Rara....kamu baik-baik aja kan, Ra..Rara kamu denger aku gak...buka pintu nya Ra...” suara yang semula lembut berubah panik, ketukan berubah jadi gedoran. Bagaimana tidak setelah hampir 1 jam berdiri sambil memanggil sang istri tapi pintu tak kunjung terbuka dan tak mendengar suara sang istri.
“haha...rasain kamu... berdiri aja trus di depan pintu hahaha...ampe subuh juga gakpapa..” Rara berucap tanpa dosa, tapi Rendy tak mendengar nya. Tentu aja, kamarnya aja kedap suara jadi walau Rara berteriak sekalipun suda nya gak kedengaran. Dengan santai Rara melangkah masuk ke kamar mandi, mengabaikan Rendy yang terus memanggil nya di balik pintu kamar.
“Huuh... nyamannya..” ucap Rara berendam di bathtub, dengan perlahan mata Rara terpejam dan masuk ke alam mimpinya. Ini adalah salah satu kebiasaan buruk Rara, tertidur di bathtub. Padahal sejak 4 bulan menikah dengan Rendy, Rara sudah tak pernah melakukan nya karena selalu sadar dia sudah tak sendiri. Dan hari ini kebiasaannya itu kembali.
🌸🌸🌸
Sedangkan di luar kamar...
“Rara kamu kenapa?? Buka pintunya Ra...!!! Rara buka pintunya sekarang!!! Aku gak main-main ya Ra,buka sekarang atau aku hamilin sekarang juga!!! Rara... Vionara Ayunda Admaja!!” teriak Rendy sejak tadi dengan khawatir, sedangkan orang yang di khawatir sudah tidur pulas di bathtub.
“Astaga...ngapain sih dari tadi aku teriak-teriak?? Kamar ini kan ada kunci cadangan nya..” gumam Rendy mengusap wajahnya dengan kasar.
“Rara...kamu dimana??..” u Rendy memeriksa semua penjuru kamar tali tak menemukan Rara
“Huup..mungkin Rara mandi..” Ucap Rendy menatap pintu kamar mandi dengan tajam, kemudian duduk di sofa tanpa mengalihkan tatapannya.
10 menit....
“ckk..!!! Awas aja Ra, kamu akan dapat hukum setimpal” ucap Rendy dengan seringai iblis
__ADS_1
15 menit.....
“Tuh anak ngapain sih???” ucap Rendy mulai tidak sabar untuk mendobrak pintu kamar mandi
25 menit......
“Gak, ini gak bisa di biarin... kalau Rara yang gak keluar biar aku yang masuk!!” ucap Rendy menghampiri pintu kamar mandi, Rendy menekan handle pintu itu kebawah.
“kok gak dikunci” Rendh menaikkan sebelah alisnya, bingung
Dan setelah terbuka, dia melihat pemandangan langka didepan nya. Rara tertidur pulas di bathtub.
Rendy melangkah mendekati Rara, dia bisa melihat dengan jelas bibir pink itu sudah berubah kebiruan karena dingin.
“Dasar bodoh!!! “ umpat Rendy,kemudian perlahan mengangkat Rara dari bathtub
Rendy menelan ludah kasar, saat memakai Rara mantel mandi “ ****..!!! Rara..Rara ceroboh banget sih” ucap Rendy selesai memakai kan Rara mantel mandi, dan Rara tak terusik sedikit pun. Dengan perlahan Rendy menurunkan Rara di ranjang. Cukup lama Rendy memandang wajah Rara kemudian....
“Cup” Rendy mencium kening Rara sambil mengusap puncak kepalanya
“Cupp” Rendy kembali mencium Rara tapi bukan di kening melainkan bibirnya
Melihat Rara yang masih tak terusik, Rendy menyeringai. Entah apa yang ada dipikirannya, hanya dia dan tuhan yang tahu.
__ADS_1
**sampai jumpa di episode berikutnya 🌸
silahkan like and vote jika suka dan silakan ketik komentar kamu kalau merasa ada yang kurang di karya author atau sesuatu yang harus diperbaiki🌸**