
"Lo enak aja bilang gitu karena Lo gak tau seberapa berharganya gelang itu bagi gue ,bagi lo itu mungkin cuma benda yang gak berarti tapi bagi gue itu sangat berharga" ucap Rara dengan mata berkaca-kaca menahan tangisan
"ck! iya gue cariin" ucap Rendy pasrah lalu menyelam kedalam kolam mencari gelang tersebut. air kolam itu hanya setinggi dada Rara.
"nih gelangnya" ucap Rendy menghampiri Rara yang duduk ditepi kolam
"thanks" ucap Rara mengambil gelang yang dipegang Rendy
"Ra ,itu gelang siapa " ucap Rendy
"ya punya gue lah" ucap Rara
"tapi nama yang digelang itu Dave A. bukan Vionara atau Rara dan itu jelas nama laki laki bukan perempuan" ucap Rendy
Rara terdiam tak menjawab ucapan Rendy
"apa gelang itu punya pacar Lo" Rendy tak bisa menahan untuk tak bertanya itu meski dia merasa sakit
"bukan,lebih baik Lo gak perlu nanya tentang ini lagi" ucap Rara ketus
tapi ucapan Rara itu malah membuat Rendy menjadi makin penasaran tentang gelang itu
"siapa pemilik gelang itu?"
__ADS_1
"apa laki laki itu pacar Rara ?"
"mengapa Rara sangat takut kehilangan gelang itu?"
dan Banyak lagi pertanyaan dibenak Rendy.
siang digantikan malam yang indah. matahari tenggelam di balik gunung digantikan oleh bulan yang muncul bersinar terang di langit . seolah menjadi saksi bisu seorang Rendy yang sedang melamun dibalkon kamar memandang langit yang penuh hiasan ribuan bintang.
"woyyy..... kenapa Lo kok ngelamun" ucap rara menepuk pundak Rendy
"diam deh Ra" ucap Rendy
Rendy adalah orang yang menyukai ketenangan dan Rara adalah orang yang hobi membuat keributan,karena menurut Rara itu semua bisa menjadi hiburan .
Rendy diam tak menanggapi ucapan Rara , menganggap ucapan itu seolah angin lalu.
"dasar manusia es gak bisa apa sekali aja belajar jadi orang yang seru buat diajak ngobrol " gerutu Rara
Rendy tetap diam menatap bintang yang bertaburan di langit.
"Ren" panggil rara
"yaelah fokus banget Lo lagi hitung bintang yang ada di langit ya" tapi seolah Rara berucap dengan sebuah patung yang tak bisa menjawab berbagai ucapannya.mungkin patung berjalan itu bisa menjadi julukan baru untuk Rendy.
__ADS_1
"kalau bener Lo lagi hitung tu bintang berarti fiks Lo sedang jatuh cinta sama seseorang sampai sampai ngebuat Lo bingung sama perasaan Lo dan lebih milih memandang bintang yang jumlahnya tak dapat dipastikan" ucap Rara seakan dia sedang mengenang sesuatu dan ucapan Rara itu sukses membuat Rendy menatap Rara dengan tatapan yang sulit diartikan.
"kenapa Lo ngomong gitu?" hanya satu pertanyaan itu yang bisa lolos dari bibir Rendy ,walau sebentar masih tersimpan banyak pertanyaan dibenak untuk Rara.
"karena gue pernah merasakan hal yang sama tetapi terlambat,dan saran gue buat Lo kalau Lo yakin sama perasaan Lo kejar lah orang itu sebelum semuanya terlambat lalu berubah menjadi sebuah penyesalan yang besar,kejar dia selagi ada kesempatan,kejar dia selagi dia masih bernafas ,kejar dia selagi masih ada harapan,karena gue gak mau apa yang terjadi sama gue itu juga terjadi sama orang lain cukup gue merasakan penyesalan yang tak berujung dan membuat hidup gue berubah" ucap Rara sedih seolah dia membuka kembali luka lama yang sudah tetutup rapat.
Rendy yang menangkap suatu kesedihan bisa menyimpulkan bahwa Rara pernah merasakan itu semua.
Rendy tersenyum getir mendengar ucapan Rara.
"seandainya Lo tau kalau orang yang membuat gue jatuh cinta itu Lo gimana respon Lo,gue gak yakin apa gue bisa menarik kembali Lo dari lembah penyesalan yang Lo rasakan walau gue gak tau penyesalan apa itu,tapi gue akan berusaha mbamtu Lo keluar dari lembah penyesalan itu karna gue sadar Lo satu satunya orang yang berhasil mencuri perhatian gue untuk pertama kalinya" batin Rendy
"gue janji akan mengejar dia sesulit apapun rintangannya akan gue lewati karena gue cinta dia" ucap Rendy
"gue akan perjuangin cinta gue ke elo Ra " batin Rendy
"gitu donk dan jangan sampai membuat kepercayaan seseorang menghilang hanya karna ego Lo" ucap Rara
"sok bijak Lo" ucap Rendy
**jangan lupa like, vote and coment ya readers 🙂
sampai jumpa di episode berikutnya 🌸**
__ADS_1