
“heh..aku tak pernah melindungi mereka dan sebenarnya kau yang penakut hanya untuk menemukan hal semudah itu kau tak mampu padahal sudah menurunkan semua anak buah mu yang lemah itu” balas orang yang disiksa dengan keadaan tangan dan kaki terikat pada dua buah tiang , dia hanya berdiri lemah
“Crush..” orang itu kembali mencambuk korbannya, menimbulkan luka yang belum sembuh kembali terbuka lebar serta mengeluarkan cairan berwarna merah yang menempel pada cambuk tersebut
“saat seperti ini saja kau masih bertahan dengan ego rendahan mu itu, lihat lah nanti saat waktunya tiba aku akan menyeret orang-orang pengecut itu dan membunuh mereka satu persatu di depan mata mu!!” dengan sombong orang itu kembali mengayunkan cambuknya. Mendengar erangan memilukan itu merupakan rutinitas nya setiap hari
🌸🌸🌸
Rara mengerjap mata nya beberapa kali menyesuaikan cahaya yang masuk menembus rentina nya. Sambil menggaruk-garuk kepalanya, menoleh kanan kiri . Menatap sekeliling tempat yang asing baginya. Rara memasang pendengaran nya dengan baik, perlahan terdengar derap langkah menuju tempat dimana dia berada.
Seseorang masuk ke dalam ruangan tempat Rara berada “dasar kebo!! Jam segini masih tidur” cibir orang itu dengan suara yang sangat familiar di Telinga Rara, ya siapa lagi kalo bukan Rendy
“Sweetheart.. bangun...” ucap Rendy dengan lembut mengguncang bahu Rara agar si empu bangun
“Heuh....huuh...” lenguh Rara kembali pura-pura tertidur
“Sweetheart bangun...atau mau aku lempar dari balkon” bisik Rendy dengan nada mengancam, dia tahu Rara sedang menipunya dengan pura-pura tidur
“bugh..” tonjokan ringan melayang ke bahu Rendy bukannya kesakitan karena ulah istrinya dia malah tertawa sembari mencubit pipi Rara
“come on....wake up... sweetheart” goda Rendy memangkas jarak antara wajah mereka hingga bisa saling merasakan hembusan nafas hangat mereka
“Berhenti menggodaku Ren...” ucap Rara mendorong pelan wajah Rendy untuk menjauh
“Aku tidak menggoda mu hanya....cup” Rendy mencium kening Rara entah perasaan apa yang dia saluran tapi perlakuan Rendy seolah membangunkan kembali perasaan yang telah lama terkubur di dasar hati Rara kembali naik ke permukaan.
“I loveyou my wife, sweetheart” senyum sejuta pesona Rendy tampilkan
Luluh? Jika ada yang bertanya apa Rara luluh dengan semua perlakuan Rendy ? Tentu saja! Hanya perempuan tak normal yang tak luluh dengan semua perlakuan manis Rendy. Tapi Rara masih punya berbagai alasan untuk berusaha menolak pesona suaminya, ingatan kelam masalalu yang menyakitkan membuat hanya ketakutan dan penentangan yang mendominasi Rara.
“buaya...!” ketus Rara sebelum beranjak dari ranjang
“tapi baper kan?!” ucap Rendy diselingi dengan tawa
🌸🌸🌸
“Ini kesepakatan kita” Rendy meletakkan dua buah map berwarna biru di depan Rara
__ADS_1
Rara menaikkan sebelah alisnya bingung tapi tetap membuka map tersebut.
Isi map itu adalah :
Untuk : suami
Rendy Aldarick Admaja (suami) selaku pihak pertama
Vionara Ayunda Admaja ( istri) selaku pihak kedua
1. Jika pihak pertama terbukti selingkuh maka 75% harta kekayaan pihak pertama akan jatuh pada pihak kedua dan pihak kedua berhak menggugat cerai pihak pertama
2. Jika pihak pertama terbukti berbuat tak senonoh dan menghamili perempuan lain maka 100% harta kekayaan pihak pertama akan jatuh pada pihak kedua tanpa terkecuali dan pihak kedua berhak menggugat cerai pihak pertama
3. Semua aset milik pihak pertama atas nama pihak kedua
4. Sebaliknya jika pihak kedua yang bermain serong maka aturan 1 dan 2 tidak akan berlaku
5. Jika pihak pertama tak terbukti berhubungan serta menghamili perempuan lain maka pihak kedua harus bersedia menjalani kewajiban nya sebagai seorang istri seutuhnya tanpa terkecuali
6. Pihak pertama dan kedua tidak akan bercerai karena suatu alasan yang tak berdasar dan tak masuk akal
8. Pihak kedua harus izin terlebih dulu sebelum keluar begitupun pihak pertama
9. Keuangan pihak pertama akan diatur oleh pihak kedua
10. Jika melanggar aturan no. 8 maka pihak yang melanggar akan di kenakan hukum yang di tentukan oleh pihak bersangkutan.
Demikian kesepakatan ini dibuat. Kesepakatan ini berlaku mulai hari ini sampai seterusnya dan bersifat mutlak.
Rara membuat map yang satunya lagi, ternyata isinya sama yqng membedakan nya hanya tulisan yang menyatakan dokumen tersebut milik suami atau istri. Tanpa membuang waktu Rara menanda tangani surat kesepakatan tersebut
“Oke deal!” seru Rara menutup map tersebut seraya mengulurkan tangannya tanda sepakat
“deal!!” dengan sumringah Rendy menyambut uluran tangan Rara
“Ini kamu yang simpan dan inj aku yang simpan” Rendy memberi salah satu map tersebut pada Rara
__ADS_1
“eum...kita pulang ke rumah kan Ren?” tanya Rara menatap penuh harap pada Rendy
“iya sweetheart. Kenapa? Kamu mau nginap disini atau mau sekalian honeymoon disini?” ucap Rendy dengan senyum khasnya yang nakal
“ Rara mengerutkan keningnya seolah berusaha menyelami isi pikiran suami nya itu. Lalu menggelengkan kepalanya” halu gak ketulungan Ren..Ren..” ucap Rara menatap prihatin pada Rendy
“Kalo mau aku bisa mengabulkan nya bukan sekedar khayalan” balas Rendy menatap serius Rara membuat yang ditatap ciut seketika dan segera berlari mendahului Rendy memasuki mobil
🌸🌸🌸
Sungguh Rara tak menyangka ada tempat seindah ini bagai surga yang tersembunyi diantara kota-kota besar. Rara membiarkan kaca mobil terbuka untuk menikmati hembusan angin segar yang membuat dedaunan beterbangan. Sawah nan hijau serta kebun teh yang terbentang luas benar-benar pemandangan yang jarang disuguhkan oleh kota. Setelah melewati semua kebun penduduk mereka mulai memasuki jalan yang kanan kirinya hanya terisi oleh pepohonan rimbun serta hutan lebat.
“sihtt...” umpat Rendy tiba-tiba berhasil membuat Rara mengalihkan atensinya dari mengagumi pemandangan
Rendy mulai menaikkan kecepatan seakan-akan sedang balapan di sirkuit. ‘ ada yang tak beres” batin Rara
Pandangan Rara bersirobok dengan kaca spion, ada sekitar tiga buah mobil atau lebih yang mengikuti mereka dari belakang. Dan bisa Rara pastikan para penguntit itu tak punya maksud yang baik. Suasana yang tadi menyenangkan berubah jadi menegangkan.
“dor...dor..dor..dor..” penguntit itu berhasil melayangkan 4 buah peluru tapi tampaknya tak tepat sasaran
“Ambil alih kemudi “ ucap Rendy setelah mengeluarkan sebuah pistol Raging bull 454 yang mempunyai kecepatan tembak 580 meter per detik.
Rara segera mengambil alih kemudi. Sedangkan Rendy fokus untuk menumbang para penguntit tersebut. Baku tembak tak terelakkan. Tapi sayangnya sepasang suami-istri itu kalah jumlah mereka mungkin berhasil menumbangkan 2 atqu 3 mobil musuh tapi seperti sudah terencana musuh terus bertambah.
Rara menaikkan kecepatan di luar batas tak peduli ada apa di depan tetap di terobos.
Rara merutuki Segala kesialan hari ini mulai dari tak tahu jalan, di kejar musuh yang Rara perkirakan mungkin suruhan saingan bisnis Rendy atau lainnya, lalu kecerobohan nya lupa membawa pistol.
“dor..dor..dor...brummm...brummm..” Rara tetap melajukan mobil kecepatan tinggi
Tiba-tiba dari arah depan muncul dua buah mobil yang menutupi kedua lajur jalan. Tak punya pilihan lain Rara menaikan kecepatan kemudian membanting stir ke kiri dan menabrak sebuah pohon di bahu jalan. Dan nasib kedua mobil yang menghadang tadi bertabrakan dengan mobil yang mengejar mereka tinggal sekitar 3 buah mobil yang masih dalam kondisi baik.
“Rara.. sweetheart are you okey?!” ucap Rendy menepuk-nepuk pelan pipi Rara tanpa mempedulikan keningnya yang berdarah karena terhantam dasboard mobil.
**segitu dulu ya readers, semoga suka dan gak bosan baca nya
********sampai jumpa di episode berikutnya 🌸
__ADS_1
silahkan like and vote jika suka dan silakan ketik komentar kamu kalau merasa ada yang kurang di karya author atau sesuatu yang harus diperbaiki🌸********