
“Rara.. sweetheart kenapa rambut mu pendek? Dan ada apa dengan parfum mu?” jemari Rendy mengacak-acak rambut Rara dan anehnya rambut itu sangat pendek, aroma parfum nya juga aneh kenapa berbeda dari biasanya pikir Rendy
“sweetheart kenapa pipi mu keras” Rendy mencubit pipi Rara dan tak selembut biasanya
“Rendy..Ren” ucap Rara dengan senyum khasnya
“iya sweetheart. Ada apa dengan suara mu sayang? Apa pita suaramu terganggu?” tanya Rendy mendengar suara Rara menjadi berat dan serak seperti suara laki-laki
“uuuhhhmmm...Ren..Rendy ini aku Ren Revan. Aku Revan Ren bukan Rara atau apapun itu. Dan berhenti mencubit pipi ku” pekik Revan yang jadi korban khayalan Rendy, Revan berusaha menyingkirkan tangan Rendy
Sedangkan Alvaro yang duduk di sofa berusaha menahan tawanya melihat tingkah konyol kedua sahabatnya. Jika saja Alvaro tidak menjaga image sebagai pangeran dingin mungkin dia akan ngakak guling-guling melihat kekonyolan Rendy dan malangnya Revan sebagai korban.
Mendengar pekikan Revan seketika kesadaran Rendy kembali, dengan tanpa perasaan dia mendorong Revan yang berada di depan nya “apa yang kau lakukan? Dimana Rara?!” ucap Rendy setelah nya
Hal itu jelas mengundang tawa dari Revan dan Alvaro hanya menggeleng kan kepala melihat tingkah Rendy. Dan Rendy memasang wajah dingin ketika sadar semua hanya khayalan nya semata dan yang sangat memalukan di hampir memeluk Revan yang dikiranya Rara.
“aahh...shitt..and double shitt...” batin Rendy hilang sudah harga dirinya di depan Revan seorang Rendy yang dingin dan datar berkhayal
“diamlah!” suara bariton Rendy dingin dan datar membuat Revan yang tertawa berusaha menahan nya agar tak kembali meledak atau dirinya akan dihabisi oleh Rendy
🌸🌸🌸
Dirumah...
Rara sudah selesai dengan laptopnya. Dia keluar dari kamar dan melangkah menuju sebuah ruangan.
Clekkk
Kunci pintu itu terbuka saat dia menyentuhkan tangan nya ke monitor yang ada di pintu itu.
Rara menyapukan pandangannya ke segala arah di ruangan itu. Rapi dan bersih itulah yang ada di pikiran Rara saat masuk ke ruang kerja Rendy.
Rara mendudukkan diri di kursi kerja Rendy menghadap sebuah laptop kemudian menyalakan nya. Sesekali matanya melirik ke arah gelang yang bersimbol V di melingkar sempurna di tangan nya. Gelang tersebut menampilkan 10 menit 18 detik itu adalah sisa waktu Rara di dalam ruang kerja Rendy. Dan sialnya ternyata laptop Rendy memakai keamanan. Rara memasukan tanggal ulang tahun Rendy dan hasilnya gagal. Dengan cepat Rara memutar otak, dia memasukkan tanggal pernikahannya dan hasil nya sama gagal lalu memasukkan tanggal ulang tahunnya dan masih sama gagal. Tak kehabisan akal Rara mengetik nama lengkap Rendy, nama lengkapnya, hari pernikahannya dan tetap gagal dan sekarang adalah tinggal 2 kesempatan lagi atau dia akan ketahuan. Rara berusaha tenang, Rendy memang sulit di tebak perlahan jemarinya mengetik ‘sweetheart’ dan kode valid.
“Huh...ck!” Rara menghembuskan napas lega lalu melirik gelang nya menunjukan 4 menit 5 detik
__ADS_1
“baiklah 4 menit” batin Rara dengan lincah jemarinya berselancar di keyboard laptop
Dengan cermat Rara membuka data-data yang menurut mencurigakan. Dan tepat saat Rara membaca sebuah file yang seperti rahasia berisi tentang laporan tapi bukan itu yang menarik perhatiannya tapi sebuah kalimat ‘besok malam jam 22.30 di pelabuhan xxx transaksi nya’. Senyum Rara mengembang kala melihat pesan itu di kirim kemarin malam. Rara menggerakkan mouse untuk melihat data selanjutnya tapi tanpa di duga laptopnya tiba-tiba padam. Layarnya menggelap. Rara menatap setiap sudut ruangan itu tak ada yang aneh.
“ada apa ini?” batin Rara
Triinggg.....
Gelang Rara berbunyi demikian nyaring menandakan waktunya hampir habis dan saat waktunya habis gelang itu akan berhenti berbunyi. Gelang itu menampilkan 8 detik dan semakin berkurang. Dengan segera Rara Merapikan kursi ke tempat semula. Tersisa 4 detik lagi. Rara berlari menuju pintu dan segera menyentuhkan tangannya ke monitor tersisa 2 detik. Dan di detik terakhir Rara berhasil keluar tapi sedikit rambut terjepit pintu yang menutup otomatis itu.
Tukkk...tukk..tukk
Bunyi sesuatu berbenturan dengan lantai.
“heumm...rumah ini benar-benar besar. Ah..bukan rumah tapi masion dan cepat atau lambat aku akan jadi Nyonya di sini. Haahh...Nyonya Admaja..Zevanya Alika Admaja hiihhhh...” ucap Vanya berkhayal mengusap pintu ruang kerja Rendy. Jika orang seperti Vanya mungkin tak tahu kalau di pintu itu ada sebuah monitor bagi mereka yang awam pintu itu hanya sebuah benda mati terbuat dai kayu tapi itu salah.
Vanya bersenandung ria melangkah menuju ke arah tangga untuk turun ke lantai bawah. Dia tak tahu kalau rumah itu di lengkapi dengan lift, dan percaya saja saat Rara bilang mereka naik turun menggunakan tangga jadi karena itu kamar Vanya berada di lantai bawah dengan alasan agar Vanya tak lelah naik turun tangga setiap hari.
Rara menghela napas lega dari balik dinding persis di sebelah ruang kerja Rendy. Rara melirik ke sebentar ke gelangnya kemudian melangkah untuk kembali ke kamar.
Rara memasukan beberapa digit kode ke laptop miliknya dan tak lama muncul file-file yang dia cari. Kening Rara sedikit mengerut setelah membaca beberapa laporan di file yang pengirim nya sedikit misterius, karena tak bisa dilacak.
“sistem error?!” gumam Rara seraya memasukkan kembali beberapa digit kode di laptop nya tapi nihil hasilnya sama
“bagaimana bisa?” Rara menatap layar laptopnya tak percaya memilih memutus sambungan laptopnya dan menghapus jejaknya digital nya
🌸🌸🌸
“Waawww...siapa orang ini?! Dia sangat ahli” ucap pria dengan wajah khas negeri ginseng takjub dengan keahlian lawannya
Membuat mereka yang berada disitu mendekat ke arahnya “ahhaaa... seorang Park Lee kalah!! Benar-benar rekor dunia. Aku yakin dia hacker yang hebat” pria dengan wajah Eropa merangkul pundak Park Lee
“heii...apa maksud mu Ben? Aku tidak kalah. Aku hanya sedikit kecolongan!!” Park Lee tak terima dengan ucapan Ben yang membuatnya terancam kehilangan gelar King hacker dari sang bos
“Itu sama saja. Cepat kabari bos sebelum dia melempar mu ke kandang macan karena kau gagal” Ben menakuti Park Lee dengan nada mengejek diakhiri kalimat sebelum dia melarikan diri terlebih dulu sebelum mouse mendarat di kepalanya
__ADS_1
🌸🌸🌸
Rendy masih memasang wajah dingin kepada Revan yang menertawakan nya. Menatap tajam sahabatnya yang memiliki sifat pencicilan itu sedangkan yang ditatap hanya tolah toleh tak jelas dengan wajah menahan tawa. Dan Alvaro hanya diam sambil sesekali meneguk segelas kopi.
“Bersuara sedikit saja. Aku akan menarik kembali saham yang ku tanam di perusahaan mu” ancam Rendy membuat orang didepan bungkam
Drrttt...drttt...
Rendy segera meraih ponselnya yang berdering tertera ‘Park Lee’ di layar ponselnya. Rendy sedikit menjauh dari Revan dan Alvaro untuk mengangkat telponnya
“halo” Rendy memasuk satu tangan nya ke dalam saku celananya
“halo bos. Aku ada kabar baru” ucap Park Lee seulas senyum terbit di tatapnya layar komputernya
“ada apa?” Rendy sesekali menoleh menatap sahabatnya yang duduk di sofa
“Hacker itu. Dia kembali bos,sepertinya orangnya berbeda tapi mungkin dari kelompok yang sama. Orang ini sangat cerdik, Dia berhasil meretas sebagian besar data kita tanpa merusak sistem nya. Orang ini sangat pandai memanipulasi. Tapi aku juga berhasil menemukan alamat id nya dan aku sedang melacaknya” lapor Park Lee pada Rendy
Park Lee merupakan salah satu orang kepercayaan Rendy tugasnya adalah menjaga data-data rahasia milik mereka serta anak buah mereka. Serta menyerang musuh melalui keahlian nya sebagai hacker.
“Hm...segera kabari jika sudah menemukan lokasjnya” ucap Rendy seraya mengakhiri panggilan
🌸🌸🌸
Malam hari di pelabuhan xxxx...
Dari atas container, Rara mengawasi keadaan di depannya. Terlihat beberapa orang dengan setelan jas lengkap membawa sekitar 4 buah koper berjalan di atas dermaga menuju sebuah kapal .
Rara menekan earpiece nya “Yona memanggil”
“Leo menjawab “ Leo mengaktifkan earpiece seraya mengawasi orang-orang yang sedang bertransaksi menggunakan teropong di sisi lain pelabuhan tersebut
“segera tinggal kan lokasi” Rara melihat ada kelompok lain yang berada di tempat itu dengan senjata lengkap dan dia mengenal salah satu dari mereka. Orang itu adalah suaminya sendiri, Rendy masih dengan setelan jas nya tadi pagi keluar dari mobil dengan santai
“Baik nona” Leo meninggalkan tempat itu mengemudikan mobilnya yang melesat pergi dari pelabuhan
__ADS_1
****************sampai jumpa di episode berikutnya 🌸
silahkan like and vote jika suka dan silakan ketik komentar kamu kalau merasa ada yang kurang di karya author atau sesuatu yang harus diperbaiki🌸******************