
"ini Lis mantu kesayangan ku, istrinya Rendy" ucap mami tiba-tiba dengan seorang wanita paruh baya yang terlihat sedikit lebih muda dari pada mami.
mami menghampiri pasutri itu, bersama seorang wanita paruh baya dan juga ada Nisa disamping wanita paruh baya itu.
"Rara, kenalin ini Lisa adik mami, mama nya Nisa" ucap mami
"hai.. saya Lisa kamu bisa panggil saya tante Lisa" ucap Lisa dengan ramah
"hai...juga Tante Lisa, aku Rara" balas Rara dengan senyum manisnya
🌸🌸🌸
"Rara, panggilin Rendy sama papi buat makan malam bersama" ucap mami
"papi sama Rendy ada di ruang kerja" sambung mami
"iya mi" balas Rara segera melangkah menuju ruang kerja papi
sampai di depan pintu ruang kerja papi Rara mengetuk pintu.
tokkk.....tokkkk...tokk..
"masuk"
"Papi, Rendy makan malam sudah siap" ucap Rara dengan sedikit kebingungan
"yaudah pi, Rendy duluan ke ruang makan sama" ucap Rendy seraya meraih tangan Rara
"iya, papi akan menyusul" ucap papi sambil merapikan berkas yang ada dimeja
"ayo Rara" dengan sedikit tarikan Rendy membawa Rara keluar dari ruangan tersebut
🌸🌸🌸
ruang makan....
Rara mengambilkan nasi dan lauk pauk untuk Rendy dan dirinya. lalu duduk disamping kanan Rendy.
"kamu dari keluarga mana Ra?" tanya Lisa
__ADS_1
"umm.... dari" ucap Rara dipotong oleh mami
"apasih penting nya keluarga Lis, mau dari keluarga mana yang penting itu attitude nya baik, ya kan Ren?" ucap mami
"iya mi, percuma dari keluarga kelas atas kalau kelakuan nya gak berkelas" ucap Rendy
"oh ya Tante, yang jelas istri Rendy ini berasal dari keluarga baik-baik dan gak pernah ganggu suami orang" sambung Rendy
"iihhh....percuma dari keluarga baik-baik kalau miskin pasti gila harta dan pendidikan cuma lulusan SMA" ucap Nisa
"apa pentingnya pendidikan kalau gak punya sopan santun" balas Rendy
dari ucapan Rendy, Rara bisa sedikit menilai kalau Rendy tidak menyukai keberadaan Nisa serta ibunya.
"bukan gitu maksudnya Ren, tante kan cuma nanya. Ren apa kamu menikahi Rara hanya untuk pelampiasan? kalo itu tujuan kamu lebih baik jangan Ren" ucap Lisa
"pelampiasan apa yang tante maksud ?" ucap Rendy
"kamu pasti ngerti lah Ren" ucap Lisa
"cukup Lisa, pemikiran kamu tentang Rendy itu sangat salah. Rendy menikahi Rara karena dia mencintai Rara" ucap mami
"iya tante Rendy menikah karena Cinta bukan pelampiasan" terang Rendy sedikit emosi
uhuk...
seketika Rara tersedak ketika mendengar ucapan Rendy.
"sayang kamu gakpapa?" ucap Rendy khawatir sembari menyodorkan segelas air untuk Rara
"e..enggakkk kok " ucap Rara setelah meminum air yang di berikan Rendy
"Cinta katanya?? ciihh!! dasar mulut busuk! bisanya boong doang!!!" batin Rara
"kalau emang Cinta buktiin lah!!" ucap Lisa menantang
mami hendak menyahut ucapan Lisa tapi keduluan papi.
"Cukup Lisa, kamu disini sebagai tamu jadi hormati kami sebagai tuan rumah" ucap papi tegas
__ADS_1
"dan untuk mami jangan buat situasi tambah runyam, kita di meja ini untuk makan, bukan debat" sambung papi
setelahnya makan malam hanya di iringi dengan denting sendok, garpu dengan piring. Tak ada seorang pun yang berani bersuara hingga makan malam usai. seusai makan malam Rara dan Rendy segera pulang, hal itu karena Rendy yang memaksa untuk pulang dan terang-terangan menunjukan ketidaksukaan nya pada Lisa.
🌸🌸🌸
"lo itu kenapa sih?" ucap Rara tiba-tiba
"dughh"
"augh"
dan alhasil jidat dan hidungnya menjadi korban karena membentur punggung Rendy
"bisa gak sih kalo jalan tu jangan berhenti mendadak? kan hidung mancung ama jidat gue yang jadi korban!!" ucap Rara , padahal hidung Rara itu pesek
"DAN LO BISA DIAM BENTAR AJA GAK??" bentak Rendy , entah kenapa sejak bertemu Lisa Rendy jadi mudah marah. dan ini kali pertama nya Rendy membentak Rara. lalu membalikkan badannya menghadap Rara
"emang kenap..." ucapan Rara dipotong
"sekali lagi lo ngomong gue lakban mulut lo!!!" ucap Rendy masuk ke kamar
"dasar cowok kampret, bisanya ngomong kasar doang!! gue sumpahin entar lagi lo bucin ke gue" gerutu Rara masuk ke kamar
🌸🌸🌸
pagi yang cerah.....
"hooaam.....cepet banget sih pagi nya, gue kan masih ngantuk??" ucap Rara sambil merentangkan kedua tangannya ke samping
"bukan pagi nya yang cepet tapi lo nya yang kebo" ucap Rendy dengan pakaian kantor yang rapi
"enak aja gue yang cantik kek gini di bilang kebo, lo aja kali kek banteng dikit-dikit marah, dasar sensi" ucap Rara
"gak usah ngomong aneh deh lo, mending lo mandi, iler lo nyasar kemana-mana" ucap Rendy
"masa sih??" Rara meraba pipi nya dan seketika Rara sadar akan sesuatu
"ehh dasar kampret gue gak ileran.....!!!" teriak Rara sambil melempar bantal pada Rendy yang sudah berlari ke luar kamar
__ADS_1
"dasar kampret......"
Maaf kalo ceritanya kurang nyambung readers. semoga suka🌸