Menikah Karena Dijodohkan

Menikah Karena Dijodohkan
66


__ADS_3

“Rendyyyy.....!!!” teriak Rara berlari mengejar sang suami kurang ajarnya itu


Rara masuk kedalam kamar menyusul Rendy, yang disambut tawa renyah dari Rendy. Rara menatap Rendy dengan garang.


“Pukk..pukkk” dua buah sendal berbulu melayang mengenai Kepala dan bahu Rendy


“mampus!!” ucap Rara dengan sinis


🌸🌸🌸


Siang yang cerah....


Disebuah ruangan yang tak diketahui ada seorang perempuan bertopeng dan seorang laki-laki bawahannya.


“sudah dapat ? Yang aku minta” tanya seorang perempuan bertopeng sambil memainkan bolpoin ditangannya


“ini berkas yang anda minta nona” laki-laki didepannya meletakkan sebuah berkas beserta flashdisk diatas meja


“Kau yakin semua ini akurat?” Perempuan bertopeng itu membaca berkas tersebut


“Saya yakin nona dan sesuai perintah anda semua bukti sudah saya hilangkan” sahut laki-laki tegas


“Heum.. kau boleh pergi sekarang” ucap perempuan bertopeng


“nona saya yakin anda bisa melalui semuanya. Anda perempuan hebat dan kuat. Saya hanya berharap kita semua bisa seperti dulu” ucap laki-laki itu sebelum pergi


🌸🌸🌸


Mansion keluarga Anderson...


“mom. Kenapa mesti pindah sih?” tanya Rara dengan mata berkaca-kaca duduk disisi Ranjang kamar orang tuanya di samping mommy


“Heii..anak mom udah dewasa. Dengerin mom sebagai seorang istri kita harus ikut kemanapun suami kita dan untuki sekarang mommy dan Daddy akan tinggal di Los Angeles karna Daddy akan ngurus anak cabang perusahaan disana. Dan kamu disini jadi istri yang baik nurut sama suami, disini juga masih ada Vano kok, kalau ada apa-apa kabarin kita ya atau Vano jangan dipendam sendiri” nasehat mommy, sambil mengusap pipi putri semata wayangnya yang sudah basah berurai air mata


“iya mom. Mommy juga baik-baik disana” ucao Rara bergetar


“iya. Sini peluk mommy” mommy merentangkan kedua tangannya, secepat kilat Rara masuk ke pelukan mommy


“udah jangan nangis entar cantiknya ilang, liat tuh hidung kamu merah” ucap mommy menguraikan pelukannya mengusap puncak kepala Rara

__ADS_1


“Mom” panggil Vano diambang pintu dengan suara serak karna hendak menangis


“Sini nak” mommy kembali merentangkan kedua tangannya, Vano masuk ke pelukan mommy


“kamu disini jagain Rara nak, kamu harus kabarin mommy apa yang terjadi disini. Kalian berdua harus tetap saling mejaga biar gak satu rumab” ucap mommy pada Vano


“Iya mom”


“Dan untuk Rara tetap awasi jangan sampai dia macam-macam sama perempuan” ucap mommy pada Rara


“iya mom. Kqlau pelru Rara bakal seleksi perempuan-perempuan yang dekat sama Vano mom” sahut Rara semangat, jika membahas tentang Vano yang memiliki potensi untuk menjadi salah satu kandidat jomblo abadi ini Rara maju paling depan


“enak aja lo kira seyembara pakai seleksi seleksi segala” tukas Vano menatap geram pada adiknya yang dibalas senyum manis


“Lagian mom, Vano tau batasan kok mom gak bakal macem-macem paling Cuma satu macem kok” ucap Vano dengan kata akhir hanya berupa gumaman tapi tetap di dengar oleh mom


“Awas aja kamu Van kalau berani macem-macem mommy cabut semua fasilitas kamu” ancam mommy, situasi yang tadinya sedih jadi penuh dengan tawa Rara melihat wajah suram Vano mendengar ancaman mommy


“Iya mom iya. Vano janji, daripada mommy ngancem Vano mending kita keluar daddy sama Rendy pasti udah lama nunggunya” alibi Vano agar mommy tak lagi mengancam atau membahas tentang perempuan yang menurut nya sangat menyebalkan sama seperti adiknya dan juga menyeramkan seperti mommy


“Daddy” panggil Rara seraya memeluk ayahnya, cinta pertama nya, orang pertama yang menggendong sebelum ibunya, laki-laki yang sampai kapanpun akan menjadi kebanggaan nya


“Daddy gak bisa janji sayang. Baik-baik disini sama suami mu” ucap daddy kemudian mencium lembut kening putrinya sebelum menguraikan pelukannya


“Pak. Mobilnya sudah siap. Apa kita ke bandara sekarang?” tanya supir pribadi keluarga Anderson salah satu orang kepercayaan keluarga Anderson


“Iya. Kita berangkat sekarang” ucap daddy


Rara dan Rendy serta Vano ikut mengantar mereka ke bandara.


Bandara....


“Rara Vano baik-baik disini” pesan mommy


“Rendy tolong jaga Rara nak. Mommy percaya kamu bisa jaga Rara, kamu bukan hanya menantu tapi juga anak mommy” ucap mommy pada Rendy


“Iya mom. Rendy janji sebagai suami Rara, Rendy akan jaga Rara mommy tenang aja” sahut Rendy tegas


“Rendy. Daddy minta jika suatu saat kamu sudah tak menginginkan Rara, kamu merasa tak bisa lagi membina rumah tangga dengan nya. Tolong kembali dia dengan baik pada Daddy jangan sakiti atau mendua kan dia. Kembali secara baik-baik pada Daddy pada keluarga nya” ucap daddy dengan mata memerah menepuk pelan bahu Rendy

__ADS_1


“Rendy janji Dad,Rendy tak akan menyakiti Rara dan akan Rendy buktikan hanya Rara yang Rendy cinta begitu pun sebaliknya dan selamanya” ucap Rendy tak ada keraguan. Tapi apakah mungkin? Hanya author yang tahu


“Daddy juga berharap begitu”lirih Daddy sebelum masuk ke jet pribadi keluarga Anderson bersama mommy


🌸🌸🌸


Setelah dari bandara Rara dan Rendy tak langsung pulang. Mereka singgah di restoran xxxx untuk makan siang karena Rara sedang malas untuk memasak.


Di restoran xxxx....


Rara dan Rendy menikmati makan siang mereka. Rara memakan makanan sambil sesekali melirik sekitar nya. Sebenarnya Rara sedikit risih dengan tempat yang terlalu ramai seperti restoran ini. Itulah mengapa setiap Rara makan bersama Vano, Vano selalu memesan ruang privat.


Rara menyipitkan matanya memfokuskan pandangannya pada seseorang yang dia yakini mengenalinya. Dan benar dugaan Rara dia mengenal orang itu. Tapi Rara tetap bersikap biasa seolah tak ada apapun.


“Rendy” panggil seseorang membuat Rendy mengalihkan pandangannya ke asal suara itu


“hy Ra. Aku duduk disini ya” ucap orang itu duduk di samping Rendy. Rara dan Rendy duduk bersebrangan dengan meja diantara mereka


“Vanya aku belum mengatakan aku mengijinkan kau duduk di samping suamiku. Mengapa kau sudah duduk? Apa kau terbiasa mengambil sesuatu tanpa izin? Seperti pencuri.” sarkas Rara nyaring membuat semua orang yang ada di restoran itu menatap ke arah meja mereka


Dan ya orang yang duduk di samping Rendy itu adalah Vanya. Perempuan berwajah tebal bahkan lebih tebal dari tembok.


Tanpa sepatah kata Rendy pindah duduk di samping Rara kemudian menggenggam erat tangan Rara. Berharap dengan itu bisa meredakan sedikit amarah sang istri. Rara menoleh menatap sinis Rendy.


Vanya meremas jemarinya sendiri dibawah meja. Dia menatap penuh benci pada Rara dan tanpa segan memulai permusuhan. Awalnya Vanya pikir Rara akan diam saja saat dia duduk di samping Rendy tapi dugaannya salah.


“ah iya. Aku minta maaf Rara. Tapi ini keinginan bayi kami, dia ingin berada didekat ayahnya” Vanya berucap dengan wajah menunduk agar terlihat lemah seperti korban.


“memang siapa ayahnya?” tanya Rara mengerutkan kening sambil tertawa didalam hati


“apa Rendy belum mengatakan apapun tentang kami? Aku sedang mengandung bayi nya dan itu atas permintaan nya. Rendy bilang dia butuh keturunan tapi kalian tak bisa mendapatkan nya. Padahal Rendy juga berjanji akan menikahi ku setelah aku hamil anaknya” Vanya menatap memelas pada pasangan suami-istri itu, membuat beberapa orang disitu mencemooh Rara. Karena dianggap tak sempurna sebagai wanita tak bisa mempunyai keturunan.


“ah.. benarkah suamiku berkata seperti itu padamu? Harusnya kau tak percaya ucapan nya dan kau bilang apa kami tak bisa mendapatkan keturunan? Itu memang benar. Tentu saja tak bisa...”


“jika kalian memang tak bisa mendapatkan keturunan harus kwlian berterima kasih oada perempuan baik ini terutama kau karena dia mau mengandung keturunan untuk kalian” sela seorang ibu-ibu yang mendapat dukungan penuh dari orang-orang ditempat itu dan menyudutkan Rara


********sampai jumpa di episode berikutnya 🌸


silahkan like and vote jika suka dan silakan ketik komentar kamu kalau merasa ada yang kurang di karya author atau sesuatu yang harus diperbaiki🌸********

__ADS_1


__ADS_2