
Tiba-tiba Rendy menghentikan langkahnya “sekarang apalagi?” gumam Rara yang masih bisa didengar oleh Rendy. Rendy membalikkan badan Rara hingga menatap ke depan
“untuk apa?” Rara mengernyitkan bingung melihat sebuah speed boat didepannya menatap Rendy menuntut jawaban
Tanpa menjawab pertanyaan Rara, Rendy menarik tangan sang istri agar mengikuti langkahnya “kita akan naik ini” ucap Rendy menyeringai, membuat perasaan Rara tak nyaman
“kyaaaaaa......Rendy..... Stop...” teriakkan Rara menggema melengkapi hari yang indah, langit biru yang terang seolah mendukung kedua insan itu menikmati hari mereka
Bukannya menurunkan kecepatan jet ski yang mereka kendarai, Rendy malah meledak tawanya mendengar teriakkan dari sang istri. Dengan lihai Rendy membawa Rara mengelilingi pulau pribadi nya menggunakan jet ski.
Dalam hati Rara mengutuki Rendy dengan berbagai kata, sungguh jika dirinya tahu mereka akan mengendarai jet ski Rara tidak akan mengikuti Rendy. Sayangnya dirinya salah sangka dia kira Rendy akan mengajak nya menaiki speed boat tapi ternyata mereka menaiki jet ski yang berada persis di samping speed boat.
Setelah lelah berteriak Rara tiba-tiba merasa matanya berkunang-kunang, dengan sisa kesadaran nya Rara memeluk erat Rendy.
Rendy yang awalnya tertawa lepas, menghentikan tawanya saat merasa tak ada pergerakan dari Rara, suaranya pun tak lagi terdengar.
“Sweetheart..are you okey..?” merasa ada yang salah, Rendy dengan segera membawa jet ski nya ke tepi pantai
“sweetheart are you okey? Rara.. sayang jangan bercanda, ini tidak lucu kamu tahu? Sayang...” Rendy membalikkan tubuhnya dan saat itu juga tubuh Rara yang tak lagi bertumpu pada Rendy terjatuh. Beruntung dengan sigap Rendy menangkap tubuh yang tak sadarkan diri itu sebelum jatuh membentur pasir putih pantai.
__ADS_1
“Vio..kau tak boleh keluar dengan jas lab. Itu berbahaya, bisa membawa virus dan bakteri keluar” ucap seorang pria yang menarik kerah belakang jas lab Rara, menahan nya agar tak keluar dari lab.
Rara menghela napas kesal, telinga terasa panas setiap kali mendengar nada penuh peringatan dan omelan dari Dave. Diri nya bukan anak kecil yang harus selalu diingatkan akan segala hal dan juga dia rasa Deva terlalu cerewet akan segala hal dan banyak aturan.
“Oh..ayolah Dave. Aku hanya keluar sebentar, tak akan lama. Lagipula didalam sana aku tak menyentuh apapun, jadi tidak akan ada sesuatu yang menempel pada jas ku. Oke..” Rara menatap Dave penuh permohonan,tapi Dave sama sekali tak menghiraukan nya tanpa membalas ucapan Rara, Dave menarik jas lab itu hingga terlepas dari tubuh Rara
“Daveee....” teriak Rara kesal akan perlakuan Dave padanya
Yang hanya di balas tawa ringan oleh Dave sambil menepuk pelan puncak kepala Rara.
“DAVEEE...AWASS...”
“RARA...!!!”
BRAKKKK...DRRUKKK
“Dave ....Meyyy..”ucap Rara lirih tak berdaya, dia merasa takut sangat takut. Dengan raut tak percaya Rara melihat darah yang mengalir dari kepala Dave. Senyum terakhir yang menghiasi bibir Dave untuk menenangkan ketakutan tapi terasa sangat mengerikan
“Hahhh.....” dengan spontan Rara terduduk dan berusaha mendapatkan kembali kesadaran nya. keringat dingin mulai mengalir di pelipis, napasnya tak teratur. Mata nya meneliti menatap sekeliling, dia berada di sebuah kamar, dikasur empuk di bawah selimut sutera yang lembut. Dia memejamkan matanya berusaha menenangkan diri.
__ADS_1
Telinga Rara memdengar bunyi langkah kaki tergesa ke arah kamar yang dia tempati. Seketika pikiran nya kembali kacau, semua hal bagai berputar secara bersamaan di otaknya, disana ada suara tawa, tangisan, teriakan dan ketakutan. Hal itu membuat kepalanya terasa ingin pecah, rasanya sangat sakit, telinganya pun berdengung dan terus mendengar suara-suara itu secara bersamaan.
Ditengah itu semua, dia merasa ada yang merengkuh tubuhnya, memberikan kehangatan dan ketenangan “Sweetheart...tenang lah. Aku disini...aku tak kemana...aku akan menjagamu”
Rendy memeluk tubuh sang istri sambil mengusap lembut punggungnya, guna memenangkan Rara yang kacau. Dengan kedua tangannya Rara menutup telinga, berharap suara-suara mengganggu itu tak terdengar. Tapi nihil, nyatanya suara itu makin terdengar jelas. Rara terisak di dalam pelukan Rendy, tak tahu hal apa yang membuatnya tiba-tiba merasa sedih dan ingin menangis.
“bagaimana keadaannya, Jack?” Rendy bertanya pada pria didepannya
Pria itu bernama Jack, dia salah satu dokter kepercayaan Rendy.
“tidak begitu baik. Setidaknya itu yang bisa ku katakan saat ini” Jack mendudukkan dirinya di sofa sebrang Rendy. Dirinya sedikit terkejut saat tahu Rendy sudah menikah, dan yang lebih mengejutkan demi perempuan yang dinikahinya, Rendy rela mengutus orang kepercayaan untuk menjemput Jack yang sedang bekerja, dengan sebuah helikopter.
Jack kembali menghela napas berat “istrimu, seperti nya pernah mengalami trauma. Itu yang membuatnya tiba-tiba menangis dan tak sadarkan diri. Dan sebaiknya kau membawa nya pergi ke psikiater” jelas Jack dengan sungguh-sungguh
“Dan sebaiknya jangan melakukan hal-hal yang bisa saja memicu trauma nya, seperti yang kau lakukan” lanjut Jack menatap serius Rendy
🌸🌸🌸
Angin berhembus kencang menerbangkan sebagian rambut hitam Rara, dengan kaca hitam bertengger indah di hidung Rara. Sekarang Rara duduk di kursi co pilot helikopter, dan Rendy yang menjadi pilotnya. Hari ini Rara dan Rendy akan kembali ke rumah dengan helikopter.
__ADS_1
sampai jumpa di episode berikutnya 🌸
silahkan like and vote jika suka dan silakan ketik komentar kamu kalau merasa ada yang kurang di karya author atau sesuatu yang harus diperbaiki🌸**************************