
"kamu gak usah berkecil hati ya, kalau udah waktunya kamu pasti hamil kok " ucap mami tak mau menantu kesayangan nya sedih
"iya mi" Rara tersenyum dengan pikirannya yang traveling kemana-mana
"Rendy kemana Ra ?" tanya papi karena sedari tadi tak melihat Rendy
"Rendy masih dikantor Pi" jawab Rara
"mi pi Rara bikin minuman sama cemilan dulu ya" ucap Rara beranjak dari tempat duduknya
"yaudah ,mami bantuin ya" tawar mami
"iya mi" ucap Rara
tak lama setelah Rara dan mami ke dapur, terdengar suara mobil berhenti di pekarangan rumah.
dan keluar seorang laki-laki dari dalam mobil tersebut. orang itu tak lain adalah Rendy. ya dia adalah Rendy yang baru pulang setelah pertemuan dengan perwakilan dari perusahan V'R company.
lalu Rendy masuk kedalam rumah, saat melewati ruang tamu.....
"Rendy" suara yang sangat familiar memanggilnya, Rendy menoleh
"papi" ucap Rendy menghampiri papi yang duduk diruang tamu
"papi kapan datang?" tanya Rendy duduk di sofa
"baru aja sama mami ,kata kangen kamu sama Rara " Rendy mengangguk
"Ren"
"iya Pi"
"apa kamu biasanya kalau siang jarang dirumah?" tanya papi
"Rendy kan dikantor Pi lagi numpuk banget kerjaannya" alasan Rendy padahal itu semua karena dia ingin menghindari Rara
"papi minta tolong sebisa mungkin kamu luangkan sedikit waktu kamu buat Rara, dia sendirian dirumah ,kesepian Ren apa kamu gak mikir itu?" ucap papi menatap Rendy
__ADS_1
"iya Pi "
"iya apa?" tanya papi
"Rendy akan usahain luangin waktu buat Rara" jawab Rendy
"bagus, kamu itu adalah seorang suami jangan egois" ucap papi
"yaudah Pi Rendy ganti baju dulu" ucap Rendy dibalas anggukan oleh papi
lalu Rendy naik ke lantai atas dan masuk ke kamarnya dan Rara.
πΈπΈπΈ
didapur...
Rara dan mami sudah selesai mbuat minuman dan cemilan.
"Rara"
"ada apa mi?"
"kalau Rara masih sanggup pasti bakal Rara kabulkan kok mi" Rara tersenyum menatap mami
"mami mau kamu janji, tolong jaga dan cintai Rendy mami mohon walau kamu gak mencintai Rendy tapi tolong bertahan karena mami cuma mau kamu yang jadi menantu mami, maaf kalau permintaan mami ini egois " mami menatap sendu Rara
"Rara janji mi" ucap Rara dengan yakin
entah kenapa Rara sangat yakin bisa menepati janjinya walau terdengar mustahil. karena yang ada Rara dan Rendy biasa adu mulut tanpa tau tempat. tapi Rara akui kalau dia mulai merasa nyaman dan terbiasa dengan sikap Rendy.
eeh...tunggu merasa nyaman? yang kesal bukan nyaman.
tapi ingat semua itu bisa berawal dari terbiasa...
(oke kayanya author terlalu banyak omong)
back to topik
__ADS_1
"tapi kamu bisa mengingkari janji ini kalau seandainya Rendy punya perempuan lain atau kamu punya laki laki lain. karena mami sadar cinta gak bisa dipaksakan" mami memeluk erat Rara
"Rara akan belajar dan berusaha mencintai Rendy dan menerimanya apa adanya" ucap Rara
"makasih ya nak dan yang harus kamu tau adalah dibalik sifat pemaksa dan dingin Rendy sebenarnya dia itu orang yang sangat peduli dan hangat" ucap mami
"dan Rara akan buat Rendy menjadi orang yang peduli dan hangat tapi cuma sama Rara" Rara berucap sambil tertawa kecil
"dan mami akan menunggu waktu itu tiba, udah mending kita bawa cemilan sama minumannya ke ruang tamu kasihan papi lama nunggu" ucap mami
lalu mami dan Rara ke ruang tamu...
"loh...Rendy udah datang?" ucap mami
"iya mi"
lalu mereka mengobrol.
"udah sore mi kita pulang yuk" ajak papi
"yah gak nunggu makan malam aja baru pulang Pi " ucap Rara cemberut
"lain kali ya sayang ,mami sama papi pasti makan malam disini" bujuk mami
"iya, babay mami papi" ucap Rara tersenyum
Rara tak sadar sedari tadi Rendy terus perhatikan nya.
"ini yang ngebuat geu harus ngehindarin lo. kenapa setiap kali memperhatikan Lo jantung gue pasti bakal berdebar gak karuan" batin Rendy dengan senantiasa memandang mahkluk paling indah yang Tuhan ciptakan untuk nya
"Ren , woy Rendy Lo ngapain ngelamun?" pertanyaan Rara membuyarkan lamunan Rendy
hai..hai...para readers setia author apa kabar?
semangat terus ya baca karya author.
jangan lupa like vote and coment ya readers π
__ADS_1
sampai jumpa di episode berikutnya πΈ
Babay.......