Menikah Karena Dijodohkan

Menikah Karena Dijodohkan
76


__ADS_3

Rara terus mengawasi dari atas container, semua orang-orang Rendy mengepung tempat itu. Seperti nya Rendy mengacaukan transaksi itu dan suasana tampak menegang mereka saling menodong kan senjata.


Dorrr...


Dorr..


Dorr...


Terjadi baku tembak yang tak terelakkan di pelabuhan, tapi tak lama orang-orang Rendy berhasil melumpuhkan mereka.


Krekcek..


“diam di tempat” orang-orang Rendy bersiap menarik pelatuk nya dengan moncong senjata diarahkan pada Rara


Ternyata salah satu dari mereka tadi menyadari keberadaan Rara karena mereka bersembunyi di lorong-lorong dan sela-sela container.


Ada sekitar 5 orang yang menodongkan senjatanya. Perlahan Rara mengangkat kedua tangan nya dan salah satunya meraih pistol di di selipkan di pinggangnya.


Dorrr...


Dorrr...dorrr..dorr..


Dengan gesit Rara menembak bagian kaki dan tangan anak buah Rendy dan menghindari peluru yang melesat kearah nya seraya melompat dari container dan bersembunyi di balik container lain.


Tekkk...tekkk..tekk...


Ada beberapa orang yang melangkah mendekat mereka saling mengkode untuk mengepung area container itu. Sadar dirinya di kepung tak punya pilihan lain Rara keluar dan melawan mereka.


Dor...dorr...dor.r..


Baku tembak kembali terjadi


Tekk...


“menyerah lah. Dan katakan dari kelompok mana!” Rendy menodongkan senjatanya di kepala belakang Rara seraya melepas topi yang sejak tadi bertengger di kepala Rara membuat rambut panjang Rara terurai bebas dan menutupi wajah Rara


Ruang di antara alis Rendy tercubit, ketika mengetahui orang di depannya ternyata memang perempuan terlihat dari postur tubuhnya dan sekarang di tambah lagi dengan rambut yang terurai bebas. Hal ini seakan mengingatkan nya pada seseorang yang berada di rumah satu kamar denganya, orang yang selalu dirindukan nya siapa lagi kalu bukan istrinya.


Sekitar 6 orang yang tadi mengepung mengejar nya berhasil dia lumpuhkan. Tapi sekarang bukan nya bisa kabur malah dirinya di todong kan senjata oleh suaminya sendiri. Tapi Rendy tak mengenal nya karena Rara memakai masker sedangkan topinya sudah


Rara berbalik dan tak terduga kakinya menendang tangan yang memegang senjata itu

__ADS_1


Dooorr..


Peluru itu melesat ke udara bebas dan senjatanya terpental jauh. Rendy mundur beberapa langkah sambil terus menangkis tendangan dan pukulan yang dilayangkan oleh Rara. Rara melayangkan tinjunya ke arah wajah Rendy, tapi berhasil di berhasil di tangkap dan kedua tangannya di tahan oleh Rendy. Tangan Rendy terulur hendak melepaskan masker yang sejak tadi menutup wajah Rara sadar akan hal itu dengan gesit Rara memutar sedikit tubuhnya dan menendang perut Rendy. Berhasil lepas dari kuncian Rendy, dimanfaatkan oleh Rara untuk meloloskan diri.


🌸🌸🌸


Suara deru mobil memasuki halaman. Rara melihat itu dari atas balkon kamar, dia menikmati semilir angin malam yang terasa sejuk di kulit nya.


“I miss you so much Sweetheart” sebuah kecupan mendarat di pipi Rara dengan dua lengan yang melingkari pinggangnya


Tanpa berbalik pun Rara tahu pemilik lengan yang memberinya kecupan itu “mandi sana Ren. Kamu bau asam” Rara ingin melepas pelukan Rendy tapi sang empu malah mengeratkan pelukannya


“Sstt..nanti dulu. Aku masih rindu” Rendy membenamkan wajahnya ditekuk Rara menghirup aroma menenangkan sang istri


“Ren..Rendy mandi!” Rendy mengecup kecil tekuk Rara membuat Rara merinding


“I really love you. Sweetheart” lirih Rendy melepas pelukan lalu membalikkan badan Rara


“ayo masuk. Angin malam tak akan baik untuk kesehatan sweetheart” Rendy menggenggam jemari Rara


“tapi aku mau melihat bintang dan bulan” tolak Rara menatap jemarinya yang digenggam oleh Rendy


“Tak ada bantahan. Ayo masuk. Dari dalam kamu bisa melihat bulan dan bintang” Rendy menarik perlahan Rara agar mau mengikuti nya masuk kedalam


Rendy menghilangkan di balik pintu kamar mandi, sedangkan Rara kembali bergulat dengan pikirannya.


Cklekk...


Pintu kamar mandi terbuka menampilkan Rendy dengan tubuhnya yang dibalut bathrobe berwarna abu-abu menampakkan dada bidangnya yang menjadi impian setiap wanita untuk menyandarinya.


Rara menaikkan sebelah alisnya, menatap bingung Rendy yang melangkah kearah nya sembari melepaskan tali bathrobe.


“Sweetheart..” panggil Rendy dengan nada sensual membuat Rara memikirkan hal yang tidak-tidak


“Heii.. sweetheart. Are you okey?” Rendy menangkup pipi Rara, merasa khawatir melihat sang istri menggeleng kan kepala


Rara tersentak dengan sentuhan Rendy pada wajah hanya terpaku dengan matanya yang mengerjap membuat Rendy gemas melihat tingkah sang istri.


Cupp..


Sebuah kecupan hangat mendarat dikening Rara sebuah senyum tersungging indah dibibir Rendy “apa yang ada di otak kecil mu? Hmm.. aku sangat tampan bukan” ucap Rendy narsis membuat Rara tersadar kembali

__ADS_1


Dengan angkuh menepis tangan yang sejak tadi menangkup kedua pipinya “dasar narsis. Jangan dekat-dekat” Rara mendorong Rendy, tapi sekuat tenaga sekalipun tubuh itu tak bergeser sedikit pun


Malah sekarang Rendy mengurung Rara. Lengannya berada di sisi kanan dan kiri tubuh Rara, bertumpu pada kasur.


“Why?” Rendy memajukan wajahnya membuat Rara refleks memejamkan keduanya matanya


Deru napas Rendy terasa hangat di tekuk dekat telinga Rara “otak kecil mu ternyata sangat kotor sweetheart” bisik Rendy


Cupp...


Mencuri sebuah ciuman di pipi sang istri kemudian sedikit menjauh dari Rara


Wajah Rara merah merona karena malu “otak siapa yang kotor? Kamu yang mesum” ucap Rara tak terima memukul Rendy menggunakan bantal


“sweetheart..ampunn... sweetheart...sssssshhh..” desis Rendy kala pukul Rara mengenai pinggang nya


“kenapa Ren? Dimana yang sakit? Apa aku memukul mu terlalu kuat?!” berbondong pertanyaan keluar dari mulut Rara, dari raut wajahnya terlihat khawatir sembari menyibak bathrobe Rendy yang sejak tadi terbuka hingga menampakkan perut sixpack nya


“kau menipuku?” ketus Rara tak menemukan luka apapun di perut Rendy


“Bukan di situ sweetheart. Tapi disini” Rendy menuntun sebelah tangan Rara menyentuh bagian pinggang nya yang sedikit lebam


Rara salah Tingkah saat menyentuh pinggang Rendy yang lebam “ hah. Ba..bagaimana bisa?!hemm... maksudku aku hanya memukul mu dengan bantal, bagaimana bisa begini?” Rara berusaha menutup raut wajah gugupnya


Rendy terkekeh melihat tingkah Rara “bukan..bukan karna itu. Tadi dikantor aku menambrak meja dan pinggang ku terantuk sudutnya” Rara meringis kala mengingat kalau pelaku sebenarnya adalah dirinya


“Apa aku menendang nya terlalu kuat?” batin Rara


“Sweetheart apa yang kamu pikirkan? Ayo bantu aku untuk berbaring di ranjang, aku tak bisa berjalan sendiri pinggang ku sakit, papah aku” ucap Rendy yang melebih-lebihkan


“apa separah itu?” dengan polos nya Rara percaya akan ucapan Rendy


“iya sweetheart. Rasa bahkan aku perlu di pijat agar bisa bekerja besok” Rendy meringis untuk menyakinkan Rara


Padahal lebam itu tak seberapa baginya, hanya hal kecil. Tapi berhubung Rara bisa di perdaya tak ada salahnya ambil kesempatan agar bisa dekat dengan sang istri dan di perhatikan.


🌸🌸🌸


Praaanngggg.....


Sebuah piring berisi buah segar melayang ke dinding, buah-buahannya berserakan dilantai bersama dengan pecahan piring.

__ADS_1


******************sampai jumpa di episode berikutnya 🌸


silahkan like and vote jika suka dan silakan ketik komentar kamu kalau merasa ada yang kurang di karya author atau sesuatu yang harus diperbaiki🌸********************


__ADS_2