Menikah Karena Dijodohkan

Menikah Karena Dijodohkan
70


__ADS_3

Bohong jika saat itu Rendy tak panik melihat Rara istrinya keluar mobil dan menghadapi kelompok yang menghadang mereka. Apalagi saat melihat Rara terluka Rendy merasa sangat gagal sebagai suami dia tak bisa menjaga Rara.


🌸🌸🌸


Pagi yang indah, matahari keluar diiringi dengan kicauan burung. Hangat nya sinar mentari serta angin yang berhembus menyejukkan membuat Rara fokus melaksanakan yoga nya. Salah satu rutinitas nya setelah menyiapkan sarapan dan membersihkan kamar serta menjemur pakaian. Perlu di ketahui Rara salqh satu orang yang tak suka barang atau wilayah pribadi nya di sentuh orang tanpa izin. Jadi untuk kamar dan pakaian Rara memang biasa membersihkan nya sendiri tanpa bantuan.


“Nya....nyonya..nyonya” teriak bi Eni membuat Rara menghentikan aktivitas nya


“Iya Bi..” Rara menoleh menatap Bi Eni yang berjalan tergopoh-gopoh ke arahnya


“Nya....itu...Nya..ada seorang perempuan di depan dari tadi teriak-teriak membuat kegaduhan, katanya dia kekasih nya tuan dan sedang hamil anak tuan Nya” lapor bi Eni dari laporan bi Eni saja Rara sudah bisa menebak siapa yang menggangu pagi nya


Rara melangkah kan kaki nya menuju pintu utama, dengan bi Eni yang berjalan dibelakangnya.


“Nggak!!! aku nggak mau pergi..jangan memerintah ku mulai hari ini aku adalah Nyonya dirumah ini..” saat menginjak kan kaki nya diruang tamu Rara bisa mendengar sayup-sayup suara cek cok antara mang Udin dan perempuan yang datang kerumahnya. Ya siapa lagi kalau bukan Vanya mantan kesayangan Rendy.


“dasar satpam sialan!!! Dasar miskin... tidak berpendidikan....orang bodoh” maki Vanya menatap tak suka pada mang Udin yang sudah mengusirnya dan tak memperbolehkan nya masuk


“ada apa ini Mang?” tanya Rara menatap mang Udin minta penjelasan


“ini Nya...eneng ini maksa mau masuk ke dalam terus marah dan teriak-teriak katanya dia hamil anak tuan tapi wong saya gak kenal jadi saya suruh tunggu Nyonya atau tuan turun dulu baru masuk” lapor mang Udin


Rara mengalihkan tatapannya pada Vanya dan 2 buah koper besar yang ada di samping Vanya. Lalu kembali menatap mang Udin dan bi Eni “Rendy udah turun bi?” tanya Rara mengacuh Vanya yang sedari tadi mengomel tak jelas saat Rara datang


“belum Nya...mungkin masih tidur” Rara mengerutkan keningnya mendengar ucapan bi Eni


“belum turun?! Jam segini nggak mungkin Rendy masih tidur” batin Rara


“Oh..iya udah kalo gitu bibi sama mang Udin tetap disini jangan biarin ini perempuan masuk sebelum saya kasih perintah!!” ucap Rara sebelum melangkah pergi


“Siap Nya!” ucap bi Eni dan mang Udin serentak


🌸🌸🌸


“Ren...Rendy..” panggil Rara saat masuk ke dalam kamar


Tapi tak ada jawaban. Rara memindai setiap sudut kamar sampai telinga menangkap suara air dari kamar mandi. Rara berjalan mendekati kamar mandi sampai dia berdiri didepan pintu kamar mandi.


“Tok..tokkk...Ren...Rendy..” panggil Rara sambil mengetuk pintu kamar mandi


“iya..kenapa sweetheart?!” jawab Rendy dari dalam


“Cepetan mandinya..urusin selingkuh kamu tuh dari tadi teriak-teriak kaya orang gila depan” teriak Rara sebelum melangkah masuk ke walk in closet


Rendy keluar dari kamar mandi dengan handuk yang melilit di pinggangnya dan air yang menetes dari rambutnya. Seulas senyum lebar tercipta kala dia melihat istrinya sedang memilih pakaian untuk nya di walk in closet.


“Creb..” Rendy memeluk Rara dari belakang


“pagi sweetheart, beautiful day for you my wife” bisik Rendy memeluk erat Rara


Rara yang sedang memilih pakaian untuk Rendy merasa tergganggu. Apalagi Rendy bukan hanya memeluk nya tapi juga menghisap lehernya seperti vampir.

__ADS_1


“Rendy udah..” Rara mendorong pelan kepala Rendy yang berada di leher nya kemudian berbalik dan menatap kesal pada Rendy


“why sweetheart?” tanya Rendy seolah tak melakukan apapun


“nih pakai! Cepet nggak pake lama” ucap Rara menyodorkan pakaian yang dia pilih pada Rendy


“oke...but kiss me” Rendy menyodorkan pipi kanannya pada Rara


Rara menatap malas ke arah Rendy. Dasar Rendy mau pakai baju aja banyak tingkah. Tapi tak urung Rara tetap mengikuti keinginan suami brengseknya itu. Namun ternyata dasar Rendy yang licik sebelum sempat Rara mencium pipinya Rendy menoleh kan wajah nya dan bukan pili yang Rara cium tapi bibir Rendy. Sebelum Rara tersadar dari keterkejutan nya, Dengan segera Rendy menahan tekuk Rara menggunakan tangan kanan nya dan tangan kirinya memeluk pinggang Rara.


“hmmmhhpph..” Rara berhasil memisahkan tautan bibir nya dan Rendy


“pake pakaiannya cepetan!!” ucap Rara sedikit salah tingkah sebelum keluar dari walk in closet


🌸🌸🌸


Rendy keluar dari walk in closet dengan pakaian santai membalut sempurna di tubuh atletisnya. Menatap sekeliling kamar yang sepi tak ada penghuni. “kemana dia?” monolog Rendy membuka pintu balkon kamar


Rendy menghirup udara sejuk di pagi hari, menikmati suara kicauan burung yang merdu bagai nyanyian.


“minggir kalian berdua... ikuti perintah ku atau kalian akan kehilangan pekerjaan kalian...aku bilang minggir!!” tapi sebuah suara ribut dari bawah membuat Rendy terkesiap dan seperti dia sedikit kenal dengan suara itu


“gawat!!” batin Rendy


Bergegas Rendy turun ke lantai bawah, menuju dari mana asal suara itu. Yang ternyata berasal dari pintu utama. Terlihat ada tiga orang yang seperti nya sedang beradu mulut dan Rendy mengenal tiga orang itu.


“aku bilang minggir.. biarkan aku masuk..aku harus menemui Rendy.... Ren..Rendy....!!!!” teriak Vanya membuat semua burung yang sedari tadi berkicau merdu terbang menjauh seolah takut dengan suaranya yang terdengar mengerikan


“lebih eneng atuh yang pergi dari sini..jangan bicara sembarang neng tentang tuan. Saya tau atuh tuan kaya tapi eneng jangan begini juga. mentang-mentang tuan banyak uang mau eneng akui sembarangan pakai ngaku hamil anak tuan lagi, tapi saya nggak akan pernah percaya atuh neng. Jadi lebih baik eneng pergi dari sini jangan ganggu Nyonya sama tuan lagi.” Ucap bi Eni yang di anggukki oleh mang Udin


Rendy terkesiap dengan pelukan Vanya sontak mendorong nya dan hampir saja terjatuh ke lantai jika tidak di tahan oleh Rara yang entah sejak kapan ada di situ. “nona sebaiknya anda tidak sembarangan memeluk orang atau anda ingin celaka?!” ucap Rara tenang seraya melepaskan tangannya yang menahan tubuh Vanya tadi


“JAGA BICARAMU AKU TID....”


“turunkan nada bicara mu Vanya hormati Rara sebagai Nyonya dirumah ini” suara dingin dan datar Rendy memotong bentakan Vanya seolah sedang menegaskan hanya Rara seorang Nyonya dirumah itu


Merasa membutuhkan ruang lebih Rara menyuruh bi Eni dan mang Udin kembali pada tugas mereka masing-masing. Rara menatap malas perempuan tak tahu malu didepannya.


“Rendy...aku hanya tak suka dengan gaya bicaranya. Dia perempuan kampung ini hanya akan menjadi parasit dan mempermalukan mu Ren” Rendy menatap tajam Vanya dia tak suka ada orang yang istri tercintanya, saat Rendy akan membalas ucapan Vanya, Rara menggenggam tangan Rendy mengkode agar dia tetap diam


Melihat tak ada bantahan apapun dari Rendy Vanya semakin gencar mengeluarkan berbagai kalimat menyakitkan untuk Rara “dan ya Ren sekarang aku sedang mengandung anak mu, bayi kita ingin tinggal disini agar bisa berdekatan dengan mu. Oh ya untukmu perempuan kampung segera kemasi barang-barang mu dan pindah ke kamar lain mulai hari ini dan seterusnya aku lah yang akan tidur bersama Rendy di kamar utama, tak perlu menatap benci aku begitu kau hanya perempuan mandul, kampungan, dan tak berpendidikan perempuan yang bodoh dan tak berpendidikan tak layak jadi Nyonya dan istri Rendy di rumah inj benar begitu kan Rendy sayangku” ucap Vanya hendak memeluk Rendy tak lupa senyum penuh kemenangan dia tunjukkan pada Rara


“iya kau benar Vanya” ucap Rendy membuat Vanya seakan terbang karena senang ternyata Rendy memang benci Rara itulah yang di pikirkan


“perempuan bodoh dan tak berpendidikan tak layak jadi Nyonya dirumah ini dan Rara sangat lah layak bahkan lebih dari itu karena dia adalah wanita cerdas dan berpendidikan tinggi bukan seperti dirimu berpendidikan tinggi tapi otak mu tak berjalan dan bodoh” sarkas Rendy bagai petir disiang bolong Vanya yang tadi terbang tinggi terjatuh dengan keras oleh ucapan Rendy, jika tak melihat situasi yang sedang panas sekarang ingin rasanya Rara tertawa terbahak-bahak setelah melihat wajah memprihatinkan Vanya.


“Rendy apa maksud ucapan mu? Kau pasti kau sudah mencuci otaknya hingga Rendy bisa berucap seperti ini” tuding Vanya menunjukkan Rara dengan penuh amarah


“Aku tak tahu apa pun yang anda tuduhkan nona, dan jika anda ingin tinggal disini silakan ada banyak kamar tamu disini pilih sendiri mau yang mana”


“apa maksud mu sweetheart?! Kenapa kamu izinkan dia tinggal disini?!” ucap Rendy saat mendengar kalimat tak terduga yang keluar dari mulut Rara, Rendy sungguh tak mengerti apa yang ada di pikiran Rara sekarang

__ADS_1


“Ayolah Ren. Lebih baik biar saja dia disini daripada dia aku mempermalukan kita berdua lagi lagi pula tak akan ada yang tahu toh orang tua kita diluar negeri” ucap Rara mang benar orang tua mereka si luar negeri ayah seta ibu Rara tinggal di New York dan ayah serta ibu Rendg tinggal di berlin untuk waktu yang lama karena mengurus perusahaan yang ada disana. Tapi Rendy tak percaya dengan kalimat yang keluar dari mulut Rara itu dia yakin ada alasan lain yang membuat Rara mengizinkan Vanya tinggal disitu


“baiklah jika itu mau sweetheart. Apapun kan ku kabul kan” ucap Rendy mencium kening Rara. Vanya sangat muak dengan segala kemesraan yang mereka berdua pamerkan


🌸🌸🌸


“bagaimana?” seseorang yang sangat misterius memegang sebuah jam pasir yang terus berjalan


“kami sudah menemukan keberadaan nya Miss” lapor orang didepan nya


“bagus laksanakan rencana berikut nya!” perintah nya orang tadi hanya mengangguk kemudian keluar


“Hahahaha... sebentar lagi aku akan mendapatkan nya aku akan menguasai segala nya” ucapnya dengan congkak diiringi suara tawa yang sangat mengerikan menggema di ruangan itu


“Kau dengar bukan. Aku sudah menemukan nya” ucap nya ternyata dia tak sendiri tapi bersama seorang tawanan yang dalam keadaan memprihatinkan tangan dan kaki nya dirantai dan hanya memakai celana bahan tanpa atasan terlihat berbagai bekas luka yang masih baru yang yang sudah kering di semua tubuh serta wajahnya


“hehehe...kau pikir hanya karna menemukan nya kau bisa mendapatkan yang kau mau? Kau sangat bodoh Via kau membiarkan semua obsesi dan ambisi mengambil alih diri mu membuat kau tak berpikir jernih gunakan akal sehat mu” ucap orang yang di tawannya


“berhenti mengucapkan kalimat itu dari mulutmu! Aku akan bukti kan kalau aku mampu!!” ucap nya bengis


🌸🌸🌸


“Huh!! Apaan ini aku tidur di kamar tamu? Lihat saja perempuan udik aku akan mendapatkan Rendy kembali!!” tekad Vanya duduk diatas kasur kamar tamu yang berada di lantai 1


Flashback on


“aku mau kamar utama jadi milikku” ucap Vanya ketika Rara menunjukkan kamar tamu sebagai kamarnya


“STOP VANYA!! TAK PERLU MELUNJAK!! HARUSNYA KAU BERSYUKUR RARA MAU MENAMPUNG MU DISINI!! JADI JANGAN MEMINTA APAPUN!! ” bentak Rendy , dia terlihat sangat tak suka dengan keberadaan Vanya


“Baiklah. Tapi aku mau tinggal dikamar lantai 2 yang dekat dengan kalian” pinta Vanya keras kepala


Rumah Rara dan Rendy terdiri dari 2 lantai, di lantai 1 ada beberapa ruang inti yaitu ruang tamu, ruang keluarga, ruang utama, ruang gym, beberapa kamar tamu, ruang makan, dapur dan beberapa ruang tambahan. Dan lantai 2 terdapat 1 kamar utama yaitu kamar Rara dan Rendy, 10 kamar tambahan, ruang kerja Rendy dan beberapa ruang tambahan lainnya. Khusus untuk 10 kamar lantai 2 kuncinya di pegang oleh orang tua Rara dan Rendy masing-masing 5 kunci. Ingat rumah itu merupakan hadiah pernikahan dari orangtua mereka berdua. Sedangkan ruang lainnya kuncinya di pegang oleh Rara dan Rendy. Dan ya yang dibahas ini hanya garis besar dalam rumahnya yah bukan termasuk luar rumahnya.


(Oke back to topik)


“nona tak perlu banyak mau!! Kamar lantai 2 tak di peruntukan untuk tamu seperti anda, dan juga anda sedang hamil lebih baik tinggal dikamar lantai 1 agar tak naik turun tangga setiap hari atau anda mau menggunakan itu untuk alasan keguguran nantinya karena rumah kami ini tak ada lift” ucap Rara tak sepenuhnya bohong tapi mengenai lift tentu saja itu bohong. Sebenarnya tersedia sebuah lift dirumah jtu yang hanya di ketahui oleh Rara dan Rendy tentunya tapi tak ada di antara mereka yang menggunakan nya.


“Heii...aku bukan tamu tapi aku..”


“Iya anda memang bukan tamu nona tapi anda parasit yang tinggal menumpang” Rara memotong ucapan Vanya


“Silakan mau membantah, tinggal dikamar ini atau keluar dari rumah saya!!” ucap Rara final kemudian pergi dari situ diikuti oleh Rendy yang sejak tadi mengawasi dua wanita itu Rendy hanya takut Vanya berbuat macam-macam pada Rara


Dengan terpaksa Vanya membawa masuk barang-barang miliknya ke kamar yang di tunjukkan oleh Rara. Awalnya Vanya pikir mudah bagi untuk mendapat iba Rara atau menipu Rara tapi setelah kesini dia tahu semua itu sulit.


Flashback off


Melamun sebentar Vanya memikirkan berbagai rencana untuk menyingkirkan Rara dari rumah itu. Senyum jahat terukir diwajahnya.


****segitu dulu ya readers, semoga suka dan gak bosan baca nya

__ADS_1


********sampai jumpa di episode berikutnya 🌸


silahkan like and vote jika suka dan silakan ketik komentar kamu kalau merasa ada yang kurang di karya author atau sesuatu yang harus diperbaiki🌸************


__ADS_2