Menikah Karena Dijodohkan

Menikah Karena Dijodohkan
73


__ADS_3

Tak perlu berpikir Rara sudah tahu maksud dari ucap Rendy lantas berkata “dasar suami mesum..buang jauh-jauh pikiran menjijikkan mu itu” Rara melempari wajah menyebalkan Rendy dengan bantal sofa


Rara mendelik melihat Rendy yang malah tersenyum “sudahlah jangan marah lagi. Lebih baik kita ke hotel honeymoon” ucap Rendy semakin gencar menggoda sang istri


Wajah Rara merona mendengar kata honeymoon. Oh ayolah Rara adalah perempuan dewasa bukan seorang gadis SMA yang masih polos, tentu itu adalah hal yang wajar bukan.


“Ah..atau kita ke Maladewa, Bali, Paris, Barcelona atau kita honeymoon ke Venesia. Aku dengar di disana ada pasta dan pastry yang sangat lezat sweetheart. Jadi akan cocok untuk mu” usul Rendy yang bukan membuat Rara senang malah dapat kesal


“apa maksudmu cocok? Karena disana ada pasta dan pastry jadi cocok untuk ku. Maksudmu aku suka makan?! Iya?!” ucap Rara memberengut, menatap garang pada Rendy


“Tapi sweetheart, aku tak bicara begitu. Jadi kita akan honeymoon kemana?” ucap Rendy, sengaja bertanya untuk mengalihkan pembicaraan. Karena ujungnya pasti dia yang akan salah nantinya. Jadi cari aman.


Rara menyipitkan matanya menatap curiga pria di depannya “huh! Tapi itu yang kamu maksudkan? Ngaku?” ucap Rara, pada dasarnya memang keras kepala


“no...no..no...bukan itu, aku hanya memberi usul karena juga kebetulan disana ada saudara jauh papi jadi kita honeymoon sekalian mengunjungi mereka. Kalau masalah pasta atau apalah itu, hanya strategi biar kamu tertarik kesana sekalian coba kuliner nya” ucap Rendy menyakinkan, beruntung kali ini otaknya sedang encer tak beku


“Gimana?” tanya Rendy mencondongkan tubuhnya pada Rara yang masih menatap curiga padanya


“Iiih... Rendy geser sana..aku gak mau” ucap Rara beranjak dari duduknya nya dan meraih tas selempang nya


“hey...hey....tunggu sweetheart mau kemana?” Rendy mencekal lengan mungil istrinya tak mengizinkan sang istri beranjak


“Lepas Ren. Aku mau keluar” Rara berupaya melepas cekalan Rendy pada lengannya, dengan sekali tarikan Rendy berhasil membuat Rara jatuh kepangkuan nya dan selanjutnya kedua lengannya melingkari perut rata sang istri


“Ngapain keluar? Aku disini Sweetheart “ bisik Rendy menggoda membuat bulu kuduk Rara berdiri


“Apaan sih Ren? Aku mau keluar buat nanya dokter Vanya udah boleh pulang apa belum” jelas Rara tak mau terperangkap terlalu lama dengan iblis berwujud malaikat yang memangku nya itu atau mungkin mereka akan kehilangan kendali

__ADS_1


🌸🌸🌸


Di kediaman Rara dan Rendy...


Vanya sudah di perbolehkan pulang tadi sore dengan syarat minggu depan kembali lagi untuk memeriksa kandungan nya dan dia harus bed rest jika ingin kandungan nya baik-baik saja.


Dan disini lah Rara sekarang menatap indahnya pemandangan dikala senja menyapa, duduk di balkon kamar ditemani coklat panas serta ponsel yang menempel di telinga nya.


Perlahan bibir tipis itu bergerak dan mengeluarkan suara “bagaimana? Sudah dapat yang ku minta” tanya Rara pada lawan bicaranya di ponsel


“Sudah nona. Tapi maaf sepertinya yang kali ini bukan orang sembarangan karena saya tak bisa mendapatkan informasi nya secara detail dan saat saya meretas sistem mereka dengan cepat mereka mengirim serangan balik. Ada baiknya nona berhati-hati” jelas lawan bicaranya dari sebrang


“hm..iya. tapi kau tak meninggalkan jejak bukan?” tanya Rara kembali sambil sesekali meminum coklat panas


“Pasti nona. Namun untuk waktu dekat kita tak bisa menyelikinya mereka pasti akan sangat waspada dan curiga” ucap orang di sebrang


“Tentu nona” balas orang di sebrang


Tuttt...


Rara mengakhiri panggilan nya, kemudian jemarinya menggulir layar ponsel dan membuka laman email. Dia membuka file yang di baru saja di terima nya.


Kening Rara berkerut saat membaca file kiriman orangnya itu. Sangat aneh jika dia itu warga sipil biasa tak mungkin datanya di sembunyikan seperti ini bahkan sistem mereka tak mampu di retas oleh hacker handal yang merupakan orang kepercayaannya.


“jika begini aku sendiri lah yang harus bergerak sekarang. Jangan sampai keluar dari lubang buaya masuk kandang singa” batin Rara setelah membaca file yang diterimanya


“Huh..!!” tiba dua buah lengan dingin melingkari leher nya membuat Rara tersentak

__ADS_1


“Ada apa sweetheart? Kenapa sekaget itu. Apa yang kamu pikirkan? Hm..” ucap Rendy menyentuh kan pipinya ke pipi Rara


“ah.. iya. Tak ada” ucap Rara matanya menatap langit senja yang perlahan menggelap


“benarkah?” ucap Rendy sebelum menggigit kecil pipi Rara


“iya. Tentu saja. Memang apa yang harus aku pikirkan?” Rara membuat jarak antara wajahnya dengan Rendy


“Bagaimana dengan tawaran honeymoon? Rasanya aku tak sabar menunggu kamu melakukan kewajiban sebagai istri sweetheart” ucap Rendy dengan nada menggoda sengaja karena dia suka melihat wajah kesal sang istri


“sebelum aku menjawabnya, lebih baik selesai kan dulu masalah dengan Vanya dan perjelas semuanya” celetuk Rara melepas pelukan Rendy pada lehernya dan beranjak dari kursinya kemudian berpindah Duduk ke ayunan gantung yang berada di samping kursinya


“Apa lagi yang harus di perjelas sweetheart? Bukankah kamu sudah melihat bukti rekaman CCTV dan foto-foto itu. Do you not believe in me?” Rendy menatap sendu Rara Kemudian melangkah mendekati nya


“no. I believe you Rendy” tukas Rara menatap pria yang berdiri di depannya


“Berapa banyak percaya mu sweetheart?” Rendy mendudukkan diri di kursi tepat didepan Rara dan yang di tanya hanya menundukkan wajahnya


“Tatap mata ku sweetheart! Jawab pertanyaan ku!” pinta Rendy meraih dagu mungil itu dan menatap dalam mata bening itu


“65%. Aku percaya kamu 65%” ucap Rara menatap lurus kedepan


“Lalu kemana 35%? Apa ada yang lain?”


“Tak ada yang lain. Sisanya untuk Segala kemungkinan yang akan terjadi kedepannya” jawab Rara sebelum memilih beranjak dari sana


************sampai jumpa di episode berikutnya 🌸

__ADS_1


silahkan like and vote jika suka dan silakan ketik komentar kamu kalau merasa ada yang kurang di karya author atau sesuatu yang harus diperbaiki🌸**************


__ADS_2