Menikah Karena Dijodohkan

Menikah Karena Dijodohkan
59


__ADS_3

“Huppp... akhirnya selesai juga” Rara menghela nafas lega keluar dari ruangan nya melangkah masuk lift


“bu bos, mau pulang? Kebetulan” ucap Dea berlari masuk ke lift yang sama dengan Rara


“hemm..napa lo belum pulang ?” tanya Rara to the point


“kan nunggu bu bos yang cantik, Dea pulang nebeng sama bu bos ya. Mobil Dea tadi siang masuk rumah sakit..ehh..salah masuk bengkel maksudnya. Please Rara bu bos gue yang paling cantik sedunia” ucap Dea dengan wajah imut dibuat-buat


Rara memutar bola mata malas mendengar ucapan Dea yang kadang suka ngawur “jam berapa Dea?” tanya Rara karena malas melihat jam yang bertengger manis ditangannya


“ting..” pintu lift terbuka sekarang mereka berada dilantai dasar


“jam 21.30 udah larut malam yuk pulang” ajak Dea menenteng beberapa berkas ditangan nya


“Hemm”


“krukkk...krukkk..” bunyi perut Rara


Bagaimana tidak berbunyi? Rara bahkan melewatkan makan siangnya karena pekerjaan yang menumpuk. Tadi siang setelah rapat dengan kepala divisi Rara kembali memeriksa berkas yang di serahkan oleh Dea dan membaca beberapa laporan.


“Kita mampir makan dulu gakpapa kan De ?” ucap Rara menatap Dea yang masih memasang sabuk pengaman


“gue sih gakpapa, malah enak bakal makan gratis. Tapi emang lo gak di cariin suami lo apa jam segini belum pulang?” tanya Dea, dia memang tahu kalau Rara sudah menikah tapi tidak tahu siapa suaminya


“gak kok” ucap Rara kemudia melajukan mobilnya keluar dari area kantor dan melaju membelah keramaian dijalan ibukota


🌸🌸🌸


“Ishh..mana sih saklar nya??..” gerutu Rara meraba-raba mencari saklar lampu


“klek” lampu menyala, bukan..bukan Rara yang menyalakan lampunya tapi Rendy


Yah.. ternyata Rendy belum tidur, tapi dengan sengaja mematikan semua lampu.

__ADS_1


“Kenapa gak sekalian pulang pagi aja atau gak usah pulang sekalian??!!!” Ucap Rendy dengan dingin dan datar , menatap tajam orang yang selalu membuat nya emosi sekaligus khawatir


“Lah!! Terserah aku donk!! Mau pulang kapan aja!!! Apa masalah nya?!” balas Rara santai menatap sinis Rendy


“apa masalah nya ? Kamu bilang!! Tentu aja itu masalah, kamu itu wanita bersuami dan seharusnya tau batasan!!! Tapi kamu malah pergi tanpa pamit, seharian gak ngabarin!!! Kalau orang saya atau orang tua kamu tiba-tiba datang dan nanya dimana kamu?? Saya harus jawab apa?!!” ucap Rendy dengan tangan terkepal erat


“Gak usah ngomong batasan sama aku!! Yang harus tau tentang batasan itu kamu!!” ucap Rara menunjuk wajah Rendy


“Dan juga masalah pamit aku udah titip pesan kok sama bi eni!! Kalau buat ngabarin yang jelas aku gak bisa, punyak kontak kamu juga gak!!! Kalau semisalnya ada yang nanyain aku, ya sebisanya kamu buat alasan !!!” sambung Rara dengan wajah meremeh


Tanpa membalas ucapan Rara, Rendy merampas tas yang tergantung dibahu kanan Rara.


“Ren....apaaan sih..?!! Balikin....?!!” pinta Rara melompat-lompat berusaha menjangkau tas di tangan Rendy yang terangkat tinggi


Tentu saja Rara tak bisa menjangkau tas nya, karena tinggi Rara hanya sebatas telinga Rendy. Dan tahu apa yang Rendy lakukan selanjutnya ? Setelah mengambil hp Rara, Rendy melempar asal tas Rara, hal itu membuat Rara benar-benar kesal pada Rendy. Padahal awalnya Rara hanya ingin mempermainkan Rendy dengan ucapan sekaligus agar Rendy juga tahu, bukan hanya Rara yang harus menjaga batasan tapi Rendy sebagai suami juga harus.


Rara juga sadar dengan sikap keterlaluan nya hari ini. Mulai dari pergi tanpa pamit, tak menyiapkan kebutuhan Rendy yang merupakan tugasnya sebagai istri dan pulang larut malam, merupakan sikap yang tak pantas untuk ukuran seorang istri sih menurut Rara tapi bagaimana lagi dia juga kesal pada Rendy. Iya kesal dengan alasan yang masih abu-abu menurut Rara. Karena bagi Rara dia dan Rendy hanya suami istri di atas kertas tanpa melakukan semua yang harusnya suami istri lakukan.


Rara melompat ke punggung Rendy kemudian berteriak sambil berusaha menjangkau hp miliknya “Ren...patung es!!! Maungapain hp aku?! Balikinn...!!!” Rara hampir berhasil menjangkau hp tapi sayang tangan Rara ternyata lebih pendek dan itu membuat nya kesulitan


“gak tau” ketus Rara sambil memeluk erat leher Rendy. Begini-begini juga Rara takut jatuh, apalagi jatuhnya ke lantai.


“passwordn nya Ra?!!” Rendy menatap tajam istri


“gak tau” ketus Rara memiringkan wajahnya menatap Rendy


🌸🌸🌸


Di sebuah kamar hotel...


Terdapat dua orang yang sedang membicarakan sesuatu. Salah satu dari mereka adalah orang yang sama dwngan orang yang sedang menyiksa korbannya di ruang bawah tanah (ada di episode 56) dan satu nya lagi orang yang belum diketahui identitasnya menggunakan masker serta topi.


“heuh.. ternyata benar musuh yang paling berbahaya itu adalah orang terdekat!! Lo bahkan punya pikiran sekejam itu sama orang terdekat lo dan sekarang ngajak gue kerja sama buat ancurin dia??” ucap seseorang pada lawan bicara nya dengan tatapan mencemooh

__ADS_1


“Gue gak bisa lama!! Langsung aja lo mau atau gak??” balas lawan bicara nya


“gue gak mau melakukan hal terburu-buru, dan gue gak biasa kerjasama dengan lo!!” ucapnya santai sambil menikmati hidangan didepannya


“Kenapa?! Bukankah kerjasama ini sangat menguntungkan kita berdua.” Ucap lawan bicaranya berusaha menyakinkan nya untuk berkerja sama


“kenapa ya ? Humm..karna gue gak mau berbagi keuntungan dengan orang lain dan juga gue gak bisa percaya sama lo, orang terdekat aja lo khianati apalagi gue yang hanya rekan untuk melakukan hal kotor ini” sarkas nya yang berhasil membuat sang lawan bicara menegang kaku


“Harusnya gue nanya. Apa rencana lo sebenarnya tiba-tiba datang tanpa diundang kita bahkan tak saling kenal lo hanya tahu gue gak suka dia, lo bahkan gak tau gue punya dendam apa sama dia??! Tapi kenapa ngajak kerja sama?!” sambungnya menatap sinis sang lawan bicara


“oke, seperti pertemuan kita hari ini hanya sampai sini. Karna gue juga ada urusan diluar” ucap sang lawan bicara kemudian keluar


🌸🌸🌸


Rendy melayangkan senyuman pada Rara yang menatapnya kesal. Rara melampiaskan kekesalannya dengan cara makan yang sangat berisik.


“Tang....ting..tang...ting!!!” bunyi denting sendok dan garpu Rara yang beradu dengan piring, hal yang tanpa sadar membuat seseorang mengembangkan senyumnya


“kalau mau jualan bakso di depan komplek disini !” ucap Rendy yang juga sedang sarapan didepannya


“gak jelas!!! Dasar brengsek!!” umpat Rara jengkel membanting sendok dan garpu dengan kasar


“ulang!!” ucap Rendy menatap Rara datar, berpindah tempat duduk ke samping Rara


Rara menaikkan sebelah alisnya tapi tetap mengulangi ucapan “ gak jelas!!! Dasar bren....umm..” Rara tak bisa melanjutkan perkataannya kerena Rendy membungkam mulut Rara dengan tangannya


“Istri seorang Rendy aldarick Admaja gak boleh ngomong kasar apalagi ngumpat..”


“buk...”


“jangan motong ucapan suami gak sopan, atau mau kejadian tadi malam terulang lagi?” seulas senyum licik terbit diwajah Rendy entah apa yang dia pikirkan “atau mau yang lebih dari itu?” sambung Rendy


Rara bungkam mendengar ucapan Rendy. Jika dia terus melawan ucapan Rendy maka Rendy akan merasa semakin menang darinya setidaknya itulah yang Rara pikirkan.

__ADS_1


**sampai jumpa di episode berikutnya 🌸


silahkan like and vote jika suka dan silakan ketik komentar kamu kalau merasa ada yang kurang di karya author atau sesuatu yabg harus diperbaiki🌸**


__ADS_2