
Rendy terus mendekat dan detik berikutnya...Rara menendang aset berharga Rendy, membuat Rendy mengerang kesakitan. Tanpa merasa bersalah Rara segera berlari keluar bukan hanya keluar dari walk in closet tapi juga keluar kamar.
“Bukan salah aku!! Siapa suruh kurang ajar!!” batin Rara
🌸🌸🌸
Disini lah Rara sekarang, berdiri ditepi kolam renang . Walau terlihat tak khawatir sebenarnya Rara agak khawatir pada Rendy melihat laki-laki itu mengerang kesakitan saat dia berlari keluar tadi. Rara tahu tindakan keterlaluan apalagi dengan status mereka yang suami istri.
“mikir apa hmm...?” ucap seseorang dengan kedua tangannya melingkar di perut Rara. Suara menyebalkan yang sangat Rara kenal.
Tapi entah mengapa Rara merasa nyaman dipelukan Rendy, mungkin karena terbiasa Rara tahu setiap malam sebelum tidur Rendy selalu mencium bibirnya dan mengucapkan ‘I love you sweetheart,mimpi indah’ kemudian memeluknya, apalagi dia bangun lebih dulu dari Rendy. Tidak heran jika Rara tahu Rendy selalu mencium bibirnya setiap malam dan mengucapkan sebuah kalimat yang indah, karena Rara memiliki tingkat kewaspadaan yang tinggi.
“gak ada Ren...udah lepas..!!!” pinta Rara berusaha lepas dari pelukan Rendy
“nanti Ra..” ucap Rendy memelas saat Rara memberontak dalam pelukannya
“Ren....jangan kaya gini gak enak diliat pelayan” ucap Rara
“sebentar aja Ra..please bentar aja” pinta Rendy membenamkan wajahnya diceruk leher Rara
“Ra seandainya ada seorang laki-laki brengsek dan tak bertanggung jawab yang mencintai kamu, apa kamu menerima nya?” tanya Rendy tiba-tiba saat mengangkat wajahnya dari ceruk leher Rara
“ngomong apa sih kamu Ren ?” tanya Rara, tanpa menjawab pertanyaan Rendy
“jawab dulu Ra?” pinta Rendy
“kalau Cuma brengsek sih bisa di pertimbangkan, tapi kalau gak bertanggung jawab...? Ya entahlah gimana bisa dia mencintai seseorang tapi gak bisa bertanggung jawab...pasti nya aku gak bisa percaya orang kaya gitu” Rendy tersenyum kecut mendengar jawaban Rara, yah tapi apa yang dia harapkan?
__ADS_1
‘Tidak ada satu perempuan di dunia ini yang mau dengan laki-laki yang tak bertanggung jawab, tapj apa mereka bisa menerima laki-laki itu jika dia berusaha berubah?’ Pikir Rendy
Sulit rasanya bagi Rendy untuk mengatakan suatu kebenaran yang pastinya berdampak besar pada dirinya dan Rara, tapi apapun itu lebih baik Rara mendengar semua hal menyakitkan itu darinya dari pada orang lain. “Ra...aku mau jujur, aku udah melakukan hal fatal dan itu memaksa ku harus memilih antara kamu dan bayi tak berdosa dalam rahim Vanya. Bisakah aku egois Ra ? Bisakah jika aku memilih kamu? “ ucap Rendy dengan tenang tapi tersirat ketakutan dimatanya kala menatap Rara
“Apa kamu mikir dampak keegoisan kamu itu pasti akan menyakiti banyak orang terlebih lagi bayi itu, bukan kah itu hasil perbuatan bejat mu? Aku mungkin gak peduli tentang Vanya tapi bayi itu Ren?!! Bayi itu gak minta dihadirkan!! Dia ada karena perbuatan mu, bukan kah kau menikmati semua nya? Lalu mengapa sekarang ingin pergi begitu saja?!!” tukas Rara emosi, dia juga tak mengerti mengapa dia bisa sangat marah dan emosi mendengar semua ucapan Rendy ? Tanpa bisa tertahan pelupuk mata yang indah itu menjatuhkan satu-persatu bulir bening di iringi dengan isakan kecil.
Rara benci situasi ini, dimana dia harus menangis. Dimana dia mendengar suatu hal yang mengiris hati nya. Ya Rara sadar dia memang mencintai Rendy entah sejak kapan.
“Tapi Ra, aku mau sama kamu tetap sama kamu selama nya. Aku cinta kamu Ra, dan tentang bayi itu aku masih menyelidiki nya. Karena aku yakin itu bukan bayi ku!! Aku bahkan tak merasa melakukan apapun dengan Vanya!!” Rendy memeluk Rara yang terisak, Rendy akui dia brengsek dan pemain perempuan tapi dia tak mungkin melakukan nya saat mabuk. Rendy memiliki toleransi yang tinggi dengan alkohol, dia tak semudah itu mabuk, apalagi seingatnya dia hanya meminum 4 gelas.
“kamu bilang apa tadi?!! CINTA...KAMU BILANG CINTA AKU?!!! KALAU KAMU CINTA AKU GAK AKAN ADA VANYA ATAU BAYI ITU DIANTARA KITA!!! KALAU KAMU CINTA AKU INI SEMUA GAK AKAN TERJADI REN!!! GAK AKAN PERNAH TERJADI!! AKU MUNGKIN BISA SEDIKIT MENGERTI TENTANG KAMU MEMAKAI JASA PEREMPUAN MALAM!!! TAPI GAK UNTUK YANG INI REN!!!” Teriak Rara menunjukkan wajah Rendy kemudian memukul nya dengan membabi buta
“DENGAR BAIK-BAIK INI RENDY ALDARICK ADMAJA!! KALAU EMANG RUMAH TANGGA INI GAK BISA DIPERTAHANKAN, KEMBALI KAN AKU SECARA BAIK-BAIK PADA KEDUA ORANG TUA KU, BUKAN DENGAN CARA MAIN BELAKANG GINI!!! KITA NIKAH SECARA BAIK-BAIK WALAU DIJODOHKAN JADI KITA PISAH DENGAN BAIK REN!!! KEMBALIKAN AKU PADA KEDUA ORANG TUA KU JIKA KAMU MEMANG GAK BISA ATAU GAK SANGGUP JADI SUAMIKU!!! JIKA KAMU TAK MELAKUKANNYA JANGAN SALAHKAN AKU SETELAH MENDAPAT SEMUA BUKTI AKU AKAN GUGAT CERAI KAMU!!!!” Rara menatap marah pada Rendy yang seolah membeku dan bisu hanya bisa menggelengkan kepalanya
“AKU BENCI KAMU REN!!!! I HATE YOU !!! HIKSS...HIKS...DASAR BRENGSEK..!!!!” Sambung Rara kemudian berlari masuk ke kamar utama dan mengurung diri disana
Rendy POV
Aku senang bisa menjahili Rara. Tak bisa ku tahan tawa bahagia saat melihat wajahnya ketika berlari keluar dari walk ini closet. Tapi semua rasa bahagia itu tak tertahan lama kenyataan kembali memukul telak diriku. Cepat atau lambat Rara harus tahu semuanya.
Aku telah bertekad hari ini akan mengakui semuanya. Aku memang tak yakin tentang bayi itu tapi setidaknya aku mengakui kesalahan ku pada Rara.
Hatiku seakan di remas rasanya, saat melihat wanita yang cintai menangis bahkan memintaku untuk mengembalikan nya pada kedua orang tuanya. Aku mencintai Rara, aku menyayangi nya tapi ku sadar kesalahan ku besar ada atau tidaknya bayi itu aku memang sudah melakukan kesalahan besar. Ku kira setelah mengatakan segala nya itu bisa mengurangi rasa bersalah ku, nyatanya aku hancur, hancur sehancur-hancurnya, aku tak bisa dan tak akan mau hidup tanpanya. Apapun kan ku lakukan agar dia tetap disisku, dia istri dan selama akan begitu, mau dengan cara yang salah sekalipun kan tetap aku lakukan.
Suara tangis dan ucapan nya terngiang jelas dikepalaku, dan terus berputar tiada henti.
Pov end
__ADS_1
Disinilah Rendy sekarang, diruang kerjanya, Rendy meraih ponsel disaku celana nya.
📞 .....
📞 “cari informasi lengkap, tentang siapa saja yang berhubungan dengan Zevanya Alika selama in,, aku ingin informasi nya ada dalam 2 hari”
Tutt .. Rendy memutuskan sambungan telpon tanpa menunggu balasan dari sebrang
Kenapa baru sekarang ide ini terlintas dipikiran Rendy. Rendy kembali menerawang ingatan 5 minggu yang lalu.
Flashback on
Rendy berada di club xxx . Pikiran nya kalut setelah tadi siang melihat Rara tertawa lepas dengan seorang laki-laki, yang mungkin sedikit lebih tua darinya di sebuah restoran. Dia sungguh tak rela melihat semuanya. Dan sekarang dia melampiaskan semua rasa marah dan cemburu nya dengan ke club dan minum alkohol, sebenarnya alkohol itu hal biasa bagi Rendy tapi entah mengapa malam ini hanya dengan meminum 4 gelas pandangan nya mulai memburam. Rendy berusaha meraih kesadarannya untuk keluar club, dia harus pulang, pikir. Sialnya dia ke club hanya sendiri tanpa sahabat atau asisten nya dan ponselnya lowbat jadi tak bisa menghubungi siapapun.
Rendy kehilangan kesadaran nya. Ketika pagi dia terbangun di sebuah hotel tanpa memakai atasan. Kepalanya pusing, dia tak ingat apapun. Rendy sangat terkejut melihat Vanya menangis disampingnya, dan mengatakan bahwa mereka sudah melakukan sebuah kesalahan. Vanya bilang Rendy telah merenggut keperawanan. Tapi Rendy tak merasa melakukan nya dan jika dia memang benar melakukan itu bersama Vanya, kenapa dia bangun dengan keadaan tanpa atasan bukan tanpa busana.
Rendy memang brengsek dan pemain perempuan tapi dia tak pernah merusak anak gadia orang, dia memakai jasa perempuan malam, itu pun tak sembarangan.
Dan seminggu yang lalu, Vanya datang menemui Rendy di kantor dan mengaku hamil. Awalnya Rendy tak percaya tapi setelah mereka ke rumah sakit dan Rendy melihat sendiri mahkluk kecil itu memang ada dirahim Vanya dan kata dokter usia kandungannya 6 minggu. Dokter kandungan itu juga mengatakan usia kandungannya dihitung dari hari terakhir datang bulan bukan terakhir berhubungan. Tapi entah mengapa Rendy tetap yakin itu bukan bayi nya dan dia tak melakukan apapun dengan Vanya.
Flashback off
“aku pastikan sampai mati pun Rara akan tetap menjadi istri ku satu-satunya, sekarang dan selamanya!!!” monolog Rendy
sampai jumpa di episode berikutnya 🌸
silahkan like and vote jika suka dan silakan ketik komentar kamu kalau merasa ada yang kurang di karya author atau sesuatu yang harus diperbaiki🌸
__ADS_1